Cara Menanam Cabai/Cabe Panduan Lengkap Bagi Pemula [2021]

101276 View

Cara Menanam Cabai/Cabe Panduan Lengkap Untuk Pemula – Cabai merupakan sayuran yang memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Tanaman cabai memiliki daya adaptasi yang luas sehingga bisa ditanam mulai dari dataran rendah sampai dataran tinggi.

Di masyarakat cabai yang dibudidayakan pada umumnya yaitu cabai rawit, cabai merah besar dan cabai merah keriting.

Tanaman cabai dapat di tanam di lahan sawah maupun lahan kering. Namun untuk dapat optimal tanaman cabai memerlukan lokasi lahan yang subur, tidak tergenang, suhu udara berkisar 25-27° C, kelembapan udara 80%, curah hujan 600-1200 mm per tahun dan ber-pH 5,5-6,8.

Selain itu dalam pemilihan lokasi agar memilih lahan yang bukan endemik virus dan bukan bekas tanaman se-family Solanacea.

Cara Menanam Cabai/Cabe

Selain faktor di atas, pemilihan waktu tanam cabai sangat penting. Ini berkaitan erat dengan ketersediaan air, curah hujan serta serangan hama penyakit, sehingga tanaman bisa tumbuh dan berbuah secara optimal.

Baca juga : 

Pada lahan kering atau tegal waktu yang tepat adalah pada awal musim kemarau yaitu antara bulan April-Juni, sedangkan pada lahan sawah bekas padi di tanam pada akhir musim hujan yaitu Agustus-September.

Tanaman cabai sangat rentan terhadap serangan OPT, dimana OPT tersebut dapat menyebabkan kerusakan tanaman dan berakibat kegagalan panen.

Ada beberapa cara untuk menekan serangan OPT yaitu dengan memodifikasi sistem tanam seperti pola tumpang sari, pola tumpang gilir, menanam tanaman perangkap, menanam tanaman penghadang atau menanam di rumah kasa (screen house).

Sobat BT, modifikasi sistem tanam sebenarnya sangat menarik dan cukup signifikan dalam menekan serangan OPT.

Baca juga :

Tapi pada postingan kali ini kita akan fokus pada bagaimana cara menanam cabai/cabe-nya dulu. Secara garis besar budidaya/menanam tanaman cabai di bagi menjadi 4 proses inti yaitu persiapan tanam, tanam, tanam, perawatan dan panen.

#1. Persiapan Tanam

1.1 Pengolahan tanah

Pengolahan tanah adalah upaya untuk mengembalikan kesuburan tanah melalui perbaikan struktur tanah, pH (keasaman tanah) dan zat hara tanah.

Perbaikan struktur tanah dilakukan dengan membajak tanah dan penggaruan. Bajak bertujuan untuk membolak balik tanah sehingga tanah yang di bawah yang subur berpindah ke bagian atas.

Baca juga :

Penggaruan, atau kegiatan untuk meratakan tanah, bertujuan untuk memperbaiki aerasi tanah. Perbaikan pH tanah bisa dilakukan dengan penambahan dolomit atau kapur pertanian.

Perbaikan unsur hara dilakukan dengan cara penambahan pupuk dasaran. Pupuk dasaran yang digunakan antara lain pupuk kandang, NPK dan dolomit.

Baca juga :

Bila perlu bisa ditambahkan SP-36 atau KCl. Pupuk kandang yang digunakan dapat berasal dari kotoran ayam, kambing atau sapi.

Penggunaan dolomit disesuaikan dengan tingkat keasaman tanah atau pH, pH ideal untuk tanaman cabai yaitu 5,5-6,8.

Jika pH tidak sesuai maka berdampak pada pertumbuhan tanaman selain itu tanaman juga menjadi rentan terhadap serangan hama penyakit.

Baca juga :

Oleh karena itu sebelum dilakukan olah tanah perlu dilakukan pengecekan pH tanah tersebut.

Pupuk dasar dan Kebutuhan (kg/0,1 ha)

  • Pupuk kandang : 1,5-2,0 ton
  • Pupuk NPK : 30 kg
  • Dolomit : 300-1000 kg

Tabel kebutuhan dolomit (kapur) berdasarkan pH tanah awal

  • pH tanah awal 5,5 | kebutuhan dolomit (kg/0,1 ha) : 300 kg
  • pH tanah awal 5,0 | kebutuhan dolomit (kg/0,1 ha) : 500 kg
  • pH tanah awal 4,5 | kebutuhan dolomit (kg/0,1 ha) : 800 kg
  • pH tanah awal 4,0 | kebutuhan dolomit (kg/0,1 ha) : 1000 kg

Setelah tanah dibajak dan digaru kemudian tambahkan pupuk dasaran dan dolomit. Kemudian digacar (plotting) sesuai ukuran bedeng yang dikehendaki.

Pemberian pupuk dasaran juga bisa dilakukan setelah tanah digacar, teknik ini biasanya dilakukan jika lahan hanya dicangkul dan tidak dibajak terlebih dahulu.

Idealnya pupuk dasaran diberikan pada dasar bedengan sebelum bedengan dibuat, bukan diberikan diatas bedengan yang telah jadi.

Hal ini berkaitan dengan efektifitas penyerapan hara tanaman karena nantinya akar akan tumbuh ke bawah dan langsung dapat menyerap pupuk tersebut.

1.2 Pemasangan mulsa

Pemasangan mulsa dilakukan pada siang hari saat cuaca panas, antara jam 9-11 siang agar mudah ditarik, direnggangkan dan dipotong sesuai panjang bedengan.

Pada bagian tepinya digunakan pasak bambu untuk menguncinya sehingga mulsa tidak mudah lepas, terutama saat ada angin kencang.

Mulsa pada penanaman cabai sangat direkomendasikan karena mulsa bermanfaat dalam menjaga kelembapan tanah, menekan pertumbuhan gulma serta menekan perkembangan hama vektor penyakit seperti trips, lalat buah, ulat grayak yang berkepompong di tanah.

Setelah itu mulsa dilubangi sesuai jarak tanam. Jarak tanam cabai pada musim kemarau yaitu 40 x 50 cm, dan pada musim hujan 50 x 60 cm.

Bagikan Artikel Ini Bosque, Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *