3 Jenis Cara/Metode Irigasi Yang Sering Digunakan Petani [Menurut FAO]

3 Jenis Cara atau Metode Irigasi Yang Sering Digunakan Petani [Menurut FAO] –  Halloo sobat BT, salah satu aspek penting kesuksesan budidaya pertanian adalah irigasi (irrigation) atau pengairan. Tanaman, sebagaimana makhluk hidup lain membutuhkan air yang cukup untuk metabolisme tubuhnya.

Tanpa air, tanaman tak dapat tumbuh dengan baik dan berproduksi optimal. Khususnya saat musim kemarau, atau saat debit air berkurang atau pada lokasi lahan yang cukup jauh dari sumber air, maka tanaman perlu diberi tambahan air yaitu dengan cara irigasi.

Jadi, gampangnya irigasi itu sebuah usaha bagaimana air bisa sampai ke lahan yang membutuhkan. Ada banyak cara atau metode irigasi, mulai dari yang sederhana hingga yang modern.

Masing-masing metode memiliki kelebihan dan kekurangan, namun yang terpenting adalah metode mana yang paling tepat dan sesuai dengan kondisi lahan anda.Cara/Metode Irigasi

Misal untuk pengairan lahan sempit macam kebun atau pekarangan, yang dekat dengan sumber air seperti sumur atau kolam tandon, metode irigasinya sederhana yakni cukup membawa air dengan gembor, ember atau timba.

Untuk usahatani dalam skala luas, yang jumlah populasi tanamannya sangat besar tentu metode irigasi dengan membawa ember atau timba bukanlah pilihan tepat. Akan menyita waktu, energi dan biaya yang besar.

Menurut FAO, ada 3 jenis cara atau metode irigasi yang sering digunakan petani untuk areal penanaman yang luas, dengan populasi yang besar yaitu irigasi permukaan (surface irrigation), irigasi sprinkler (sprinkler irrigation) dan irigasi tetes (drip irrigation).

#1. Irigasi Permukaan (surface irrigation)

Irigasi permukaan adalah metode irigasi dengan mengalirkan air ke permukaan tanah/lahan. Aplikasinya ada yang dengan membuat parit (atau got di sekeliling lahan), ada juga yang pakai pipa yang kemudian air di alirkan ke parit sekitar lahan untuk kemudian masuk ke saluran air (cekungan antar bedengan).

Kalau untuk tanaman padi metode ini adalah cara yang paling baik, karena tanaman padi suka digenangi. Biasanya air masuk dari saluran irigasi kemudian masuk ke lubang atau pipa yang ada di pematang sawah.

Selain untuk tanaman padi, metode irigasi ini juga cocok untuk tanaman pangan lain yaitu jagung. Untuk tanaman buah, adalah tanaman jeruk yang biasanya menggunakan metode ini.

#2. Irigasi Pancaran (sprinkler irrigation)

Irigasi pancaran atau curah adalah metode irigasi yang mengalirkan air melului pipa bertekanan kemudian dipancarkan ke udara dengan alat pemancar (sprinkler), sehingga air jatuh ke tanaman atau ke lahan sebagai tetesan air mirip dengan air hujan alami.

Aplikasi atau penerapan metode irigasi pancaran ini cukup banyak manfaatnya, tidak hanya untuk menyalurkan air ke lahan, tapi bisa juga disertai pemberian pupuk.

Selain itu irigasi sprinkler juga terbukti efektif untuk pengendalian hama kutu kebul pada tanaman horti. Penggunaan sprinkler ini biasanya digunakan oleh petani kentang, tebu, jagung, bawang merah atau pun wortel dan para pekebun/penangkar bunga dan lain-lain.

#3. Irigasi Tetes (drip irrigation)

Irigasi tetes, adalah cara irigasi dengan cara meneteskan air irigasi melewati pipa atau selang berlubang, yang menetes pada zona akar tanaman. Irigasi tetes cukup populer bagi kebanyakan petani horti (paprika, cabai, tomat) yang biasanya tanam di greenhouse.

Melihat cara kerjanya tersebut, irigasi tetes dianggap cukup efisien karena dapat menghemat biaya tenaga kerja irigasi dan pemupukan, karena pemberian pupuk juga bisa dilakukan bersamaan dengan pemberian air.

Selain itu, teknologi irigasi tetes juga hemat di air, karena pemakaian air hanya membasahi media dimana akar tumbuh, tidak membasahi seluruh areal lahan. Untuk membuat instalasi irigasi tetes, anda bisa membaca artikel berikut ini >> Mau Buat Instalasi Irigasi Tetes atau Drip Irrigation Sederhana ? Inilah Komponen Yang Perlu Anda Siapkan.

Penutup

Nah sobat BT, itulah 3 jenis cara atau metode irigasi (pengairan) yang sering digunakan oleh petani. Apapun jenis cara irigasi yang dipilih, hendaknya dengan tujuan bisa mendapatkan panen yang baik dan rasio biaya yang seimbang sehingga usahatani masih layak dikerjakan.

Demikian semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan ke saudara, sahabat dan teman anda yang lain. Sekian & terimakasih ^^

Jangan Lupa Share Ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *