Tips dan Cara Mencegah serta Mengatasi Penyakit Trotol Bawang Merah

1101 View

Cara Mengatasi Trotol Bawang Merah – Istilah trotol tentu bukanlah sesuatu yang asing bagi petani bawang merah, karena hampir semua petani bawang merah pasti pernah merasakan kesal akibat serangan trotol.

Mengetahui cara mengatasi penyakit trotol bawang merah dengan benar menjadi sesuatu yang sangat penting, khususnya bagi anda yang berminat menanam komoditas yang bernilai ekonomi tinggi ini.

Sebelum kita bahas bagaimana sih cara mengatasi penyakit trotol pada bawang merah, ada baiknya kita mengenal apa sih trotol ini.

Apa itu trotol ?

Cara mengatasi Trotol
Cara mengatasi Trotol bawang merah

Trotol merupakan istilah lain dari penyakit bercak ungu pada bawang merah. Penyakit yang disebabkan oleh jamur Alternaria porri ini juga dikenal dengan penyakit lodoh. Sementara di luar negeri trotol dikenal dengan Purple Blotch.

Sebagai salah satu penyakit utama bawang merah, trotol sangat mudah berkembang pada kondisi udara yang cenderung basah/lembab.

Sebagaimana yang kita ketahui jamur sangat mudah sekali berkembang pada kondisi kelembapan udara di atas 80%. Kondisi basah adalah kondisi yang ideal bagi segala jenis jamur untuk berkembang.

Kondisi yang memungkinkan serangan trotol

Trotol hanya akan berkembang jika kondisinya mendukung perkembangan jamur. Sebagaimana dalam konsep segitiga penyakit tanaman, serangan trotol bawang merah hanya akan terjadi jika elemen-elemen dalam segitiga penyakit tanaman saling mendukung.

Antara lain, jika bibit bawang merah yang digunakan kurang toleran atau tahan terhadap trotol, kemudian adanya lingkungan yang mendukung yaitu cuaca yang lembab/basah.

Jika ketiga elemen tersebut tersedia dalam waktu yang bersamaan maka terjadilah serangan penyakit trotol yang gejalanya sangat khas sekali.

Gejala dan dampak serangan dari penyakit trotol

Serangan trotol menimbulkan gejala khas yang sangat mudah untuk diamati. Gejalanya yaitu munculnya bercak kecil bewarna putih dengan pusat bewarna ungu.

Saat serangan makin massif, maka permukaan daun yang bewarna hijau, lama-lama akan berubah menjadi putih kecoklatan lalu mengering.

Banyaknya daun hijau yang rusak, menyebabkan proses fotosintesis yang berpusat di daun menjadi terganggu.

Dampaknya, pengisian dan pembesaran umbi jadi terganggu pula. Hasilnya adalah bawang merah yang dipanen tidak bisa besar ukurannya.

Jadi, sebagai salah satu penyakit utama bawang merah, dampak trotol tak perlu diragukan lagi. Nggak main-main, serangan trotol bisa menyebabkan kerugian petani bawang merah mulai dari 30% hingga sampai 90%.

Artinya apa, serangan trotol yang parah bisa membuat kepala petani pusing tujuh keliling, dan darah tingginya kumat.

Cara mencegah trotol pada bawang merah

Serangan trotol yang disebabkan jamur umumnya terjadi saat kondisi basah. Saat musim hujan, tanaman muda usia 2 minggu saja bisa terkena serangan trotol.

Saat musim kemarau yang cuaca siang harinya panas pun tak luput dari serangan trotol. Apalagi kondisi malam hari hingga pagi hari kondisi udara cenderung basah/ber-embun/berkabut.

Saat siang hari, spora jamur akan kering oleh panas matahari, begitu terkena angin penyebaran penyakit trotol akan semakin meluas.

Saat musim kemarau basah kurang lebih sama, potensi serangan trotol tak kalah hebat. Meski kondisi udara tidak berembun saat malam hari namun cuaca berubah-ubah secara cepat, sebentar gerimis, sebentar panas, itu juga mendukung terjadinya serangan trotol.

Trotol akan sangat berbahaya saat dia menyerang saat tanaman bawang merah sedang lagi bunting atau membentuk umbi (yaitu di umur 35-50 hst).

Untuk itu ada beberapa Langkah pencegahan trotol yang bisa dilakukan petani bawang merah :

  1. Menggunakan benih yang toleran atau tahan, bisa ditanyakan ke penyuluh pertanian, benih bawang merah apa yang cocok, bagus dan tahan trotol jika ditanam di daerah anda.
  2. Melakukan aplikasi fungisida sejak 1-2 minggu setelah tanam, interval penyemprotan disesuaikan dengan kondisi cuaca. Umumnya dilakukan seminggu 1 kali.
  3. Aplikasi pemupukan yang berimbang (makro dan mikronya cukup), agar tanaman tak hanya subur namun juga kuat.
  4. Menjaga lahan tetap kering tidak ada genangan air di sela-sela bedengan, agar tidak jadi sarang perkembangan jamur.

Cara mengatasi trotol pada bawang merah

Langkah pencegahan bisa jadi sudah dilakukan. Namun terkadang cuaca terlampau ekstrim sehingga terjadi cekaman lingkungan membuat tanaman bawang merah tetap terkena trotol.

Lalu bagaimana mengatasi serangan trotol, apa yang musti petani lakukan ?

  1. Membuang bagian daun yang terkena, bisa dikubur atau dibakar. Jangan buang di tempat terbuka karena spora jamur akan menyebar karena aliran angin atau air.
  2. Mengurangi penggunaan pupuk N tinggi, tambahkan pupuk kalium dan pupuk kalsium untuk memperkuat tanaman.
  3. Menggunakan fungisida berbahan aktif ganda yaitu kombinasi antara kontak dan sistemik. Bisa di mix ataupun digunakan secara bergantian. Silahkan gunakan fungisida joss yang terbukti ampuh mengatasi trotol.
  4. Melakukan pergiliran pestisida dengan tujuan agar tidak terjadi resistensi terhadap bahan aktif fungisida tertentu.
  5. Menambah intensitas penyemprotan dari seminggu sekali menjadi 2-3 kali dalam seminggu.

Mengatasi trotol bawang merah bisa dibilang susah-susah gampang. Akan menjadi gampang jika anda paham dengan gejala dan teknik pengendalian penyakit tersebut.

Pengendalian dengan fungisida akan efektif jika menggunakan bahan aktif yang tepat, dan dosis yang tepat sesuai anjuran.

Baca juga : 

Nah, Sobat belajartani.com, demikianlah uraian bagaimana cara mengatasi penyakit trotol pada bawang merah yang bisa anda coba terapkan.

Apakah anda punya pengalaman mengatasi penyakit trotol pada bawang merah ini ??? Silahkan berbagi di kolom komentar. Terimakasih.

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *