BelajarTani.com Hama dan Penyakit Mengenal Segitiga Penyakit Tanaman [Konsep Yang Wajib Petani Ketahui]

Mengenal Segitiga Penyakit Tanaman [Konsep Yang Wajib Petani Ketahui]

Mengenal Segitiga Penyakit Tanaman [Konsep Yang Wajib Petani Ketahui] – Hallo sobat BT, bahasan kita kali ini adalah tentang segitiga penyakit tanaman. Sebagian dari anda barangkali sudah mengetahui apa itu yang dimaksud dengan segitiga penyakit tanaman.

Apa sih segitiga penyakit tanaman itu? Lalu apa sih apa pentingnya mengetahui dan memahami segitiga penyakit tanaman ?

Baiklah mari kita bahas kali ini, mengingat sebagai sebuah konsep di dalam ilmu Hama Penyakit Tanaman (HPT), segitiga penyakit tanaman penting dan wajib petani ketahui.

Arti konsep segitiga penyakit tanaman

Segitiga penyakit tanaman atau disease triangle, merupakan konsep yang menjelaskan bahwa sebuah serangan penyakit tanaman itu merupakan hasil interaksi 3 faktor yaitu tanaman inang, adanya agen penyebab/patogen dan lingkungan yang mendukung.

#1. Tanaman Inang/Host

Tanaman inang adalah tanaman budidaya yang jadi tempat berkembangnya suatu penyakit. Tanaman inang ada banyak macamnya antara lain :

  • Tanaman inang rentan (mudah terserang saat inang lain tidak terserang)
  • Tanaman inang resisten (tahan serangan saat inang lain rentan)
  • Tanaman inang toleran (tahan serangan jika kondisi lingkungan kondusif)

#2. Adanya Patogen

Patogen adalah organisme hidup (mikroorganisme) yang mampu menimbulkan penyakit tanaman, antara lain bakteri, jamur, virus, dan nematoda.

Seberapa bahaya-nya patogen itu tergantung daripada populasi patogen dan kemampuan serangan patogen atau daya rusak yang dihasilkan.

Sebagaimana diketahui, patogen bisa menyebabkan kerusakan pada jaringan tanaman karena adanya senyawa yang dihasilkan semacam enzim dan bersifat toksin.

Berdasarkan sifatnya patogen itu ada yang bersifat endemik, artinya patogen tersebut selalu ada dan tersedia pada suatu area pertanian.

Suatu area dikatakan endemik, misal endemik layu (fusarium), hal tersebut berarti bahwa potensi layu di daerah tersebut tinggi.

Hal tersebut bisa dikonfirmasi bahwa di daerah tersebut selalu terjadi kasus penyakit layu cukup tinggi pada setiap musim tanam (baik saat kemarau ataupun penghujan).

Selain karena patogen (faktor biotik), sebetulnya penyakit tanaman juga bisa disebabkan oleh faktor abiotik. Namun kali ini kita hanya membahas penyebab penyakit karena faktor biotik yang sudah disebutkan di atas.

Namun anda bisa baca artikel berikut ini apa saja penyakit yang disebabkan faktor abiotik >> 8 Penyakit Abiotik pada Tanaman Cabai (Abiotic Disease).

#3. Lingkungan yang Mendukung

Faktor lingkungan yang mendukung timbulnya atau berkembangnya suatu penyakit diantaranya suhu udara, kelembapan udara, kelembapan tanah, intensitas/curah hujan dan lain-lain.

Biasanya intensitas dan efektivitas serangan patogen meningkat saat musim hujan, dimana kondisi udara cenderung lembab dan basah dibandingkan musim kemarau yang jauh lebih kering.

Namun pada musim hujan yang basah umumnya patogen berupa jamur atau bakteri yang lebih dominan, sementara pada musim kemarau patogennya adalah virus (yang disebarkan oleh hama vektor yang berkembang pesat saat kemarau).

Hubungan ketiga faktor/elemen dalam segitiga penyakit

Serangan penyakit akan terjadi jika ketiga faktor diatas tersedia pada suatu lokasi, misalnya tanaman inang yang rentan, patogen mematikan pada suatu lokasi yang endemis dan lingkungan yang mendukung perkembangan penyakit.

Apabila salah satu di antara ketiga factor tersebut tidak tersedia atau terkendali maka penyakit tidak bisa berkembang. Maka, untuk mencegah serangan penyakit maka petani perlu mengeliminasi atau memutus salah satu rantai tersebut, atau mengontrol salah satu atau ketiga faktor tersebut.

Nah biar tidak bingung saya beri contoh. Misalnya anda seorang petani cabai. Bagaimana sih cara agar saat anda menanam cabai, tanaman cabai anda bebas serangan penyakit??

Idealnya agar tanaman cabai anda bebas serangan penyakit, maka yang perlu anda lakukan adalah :

  1. Menggunakan varietas cabai yang tahan (misal tahan virus atau tahan layu)
  2. Menanam di lokasi yang bukan endemik (lahan bukan sentra cabai), atau bisa juga lahan yang baru buka
  3. Menanam di musim terbaik tanam cabai (yang intensitas serangan penyakitnya minim)

Baca juga : Kapan Waktu Tanam Cabai Yang Tepat ?

Namun jika kondisi area tanam anda sudah endemik patogen virus gemini misalnya, maka hal yang bisa anda lakukan adalah mengoptimalkan elemen lain dari segitiga penyakit, antara lain :

  • Memilih inang yang resiten atau tahan berupa varietas cabai yang tahan virus gemini. Atau jika daerah anda sudah endemik layu, maka anda perlu menggunakan varietas cabai yang terbukti tahan layu.
  • Menanam di musim terbaik, atau jika tidak bisa menggunakan greenhouse sehingga bisa tanam dengan optimal di segala musim.

Selain itu karena area tanam anda endemik virus, maka anda harus mengoptimalkan pengendalian penyakit tersebut secara jauh lebih intensif lagi.

Anda perlu melakukan berbagai jenis inovasi ataupun improvisasi dalam budidaya tanaman untuk mencegah serangan virus, antara lain sebagai berikut :

  1. Penggunaan yellow trap agar banyak indukan hama yang terjebak dan tidak sempat menyebarkan virus ataupun tidak sempat berkembang biak.
  2. Anda bisa menggunakan tanaman refugia atau border seperti marigold, jagung untuk mencegah hama vektor virus tidak masuk ke area penanaman cabai anda.
  3. Melakukan sanitasi terhadap bagian tanaman yang terserang, misal berupa pemangkasan ranting atau daun. Hal ini juga berfungsi mencegah timbulnya iklim mikro yang bisa jadi sarang penyakit.
  4. Menggunakan insektisida yang tepat sasaran dan sudah terbukti mengatasi kutu kebul, atau kalau perlu menggunakan insektisida bahan aktif ganda (tapi mahal harganya..hehe).
  5. Penggunaan jarak tanam yang agak lebar, yang ternyata juga dapat mencegah timbulnya iklim mikro (tidak hanya sebagai sarang hama vektor, tapi juga sarang penyakit lain yang muncul karena kondisi rapat dan lembab).

Jadi walaupun area tanam cabai anda merupakan endemik patogen virus, namun di sisi lain anda bisa mengendalikan 2 elemen lainnya (yakni menggunakan inang yang tahan virus dan mengkondisikan lingkungan yang dapat mencegah berkembangnya hama vektor virus), maka serangan virus tadi akan dapat anda cegah.

Sehingga anda sebagai petani tetap dapat tersenyum bahagia karena anda masih dapat menikmati hasil panen dan mendapatkan keuntungan dari budidaya atau usahatani cabai yang anda lakukan.

Nah sobat BT, sekian dulu ulasan singkat mengenai segitiga penyakit tanaman berikut penjelasan pentingnya petani memahami konsep segitiga penyakit tanaman.

Semoga dapat dipahami penjelasannya, semoga bermanfaat bagi anda semua. Jangan lupa bagikan artikel ini ke saudara, sahabat atau teman anda yang lain ya. Terimakasih^^

Bagikan Artikel Ini Ya Boskuh ! Trims.
15 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *