Menu

Pentingnya Strategi Pergiliran Insektisida Untuk Cegah Resistensi Hama

28/03/2018 | Pupuk dan Pestisida

Belajartani.com – Assalamualaikum, hallo sobat BT di seluruh dunia. Musim kemarau sepertinya akan datang nih Sob. Siang terasa begitu panas, Malam pun terasa begitu dingin (terutama yg tidur sendiri…huahaha).

Seperti yang diketahui pada musim kemarau siklus hama berjalan lebih cepat. Siklus yang cepat menyebabkan populasi dan intensitas serangan menjadi lebih besar.

Nah, menghadapi hama yang makin banyak ini sobat BT perlu strategi pergiliran insektisida. Tujuannya (1) biar aplikasi pestisida lebih efektif, (2) tidak terjadi resistensi pestisida serta (3) mencegah ledakan hama.

Aplikasi insektisida tidak boleh dilakukan seenaknya saja, ada aturannya. Resistensi hama terkadang timbul akibat aplikasi pestisida yang dilakukukan jauh dari kata tepat; tepat dosis, tepat teknik dan tepat jenis.

Seringkali karena menuruti saran dari penjual obat/insektisida, penggunaaan pestisida biasanya kurang bijak. Ada yang menyarankan untuk mix atau mencampur, padahal mix pun ada aturannya sehingga hasilnya menjadi lebih efektif.

Baca juga : 3 Prinsip Dalam Mencampur (Mixing) Pestisida Yang Tepat

Sampai disini bisa dipahami kan? Kalo sudah kita lanjut pembahasannya yaa…

Apa itu resistensi hama?

Pernah dengar istilah ini? Sering dengar tapi ga tau artinya? Atau justru ga pernah denger sama sekali. Lest go kita bahas.

Resistensi hama adalah kondisi dimana hama perusak tanaman kebal terhadap terhadap suatu jenis pestisida tertentu.

Gambar cara kerja insektisida untuk pergiliran insektisida (mode of action of insecticide). Source : ink.springer.com

Apa saja penyebab resistensi hama? Resistennya hama terhadap insektisida bisa jadi karena kesalahan yang tanpa sadar kita lakukan antara lain :

1. Menggunakan insektisida yang cara kerjanya sama secara bergiliran, misal karbamat dan organofosfat, cara kerja keduanya sama yakni menghambat kerja enzim asetilkolin esterase pada sistem saraf dan otot serangga.

Jadi setelah aplikasi karbamat hindari organofosfat. Mengapa? karena serangga yang telah disemprot karbamat membentuk pertahanan sehingga jika disemprot organofosfat menjadi tidak mempan (mati).

Contoh insektisida yang cara kerja sama

NO Cara kerja Kode Cara kerja Golongan Bahan Aktif
1 Menghambat kerja enzim asetilkolin esterase pada sistem saraf dan otot serangga 1A Karbamat (carbamates) Karbofuran, metomil, karbosulfan, dan lain-lain.
1B Organosfosfat (Organophosphates) Asefat, klorpirifos, diazinon, dimetoat, malation, profenofos, metidation,
2 Menghambat penutupan saluran Natrium pada sistem syaraf pusat 3 Piretroid (pyrethroids) Bifentrin, siflutrin, sipermetrin, deltametrin, beta-siflutrin
3 Piretrin (phyrethrins) Piretrin
3 Metoksiklor (methoxychlor)

Metoksiklor

2. Aplikasi insektisda dengan dosis yang tidak dianjurkan, dosis terlalu kecil berakibat hama tidak mati, sedang dosis tinggi berakibat hewan lebih kebal jika dosis diturunkan.

3. Melakukan pencampuran (mixing) namun kurang tepat. Bukan hama berkurang, yang terjadi justru level efikasinya menjadi menurun.

Tidak ingin kan hama di wilayah anda menjadi resisten? Tentu saja tidak, sudah beli maha-mahal alih-alih tanaman bersih dari hama, eh justru jadi resisten. Sayang sekali kan?

Baiklah sobat, masalah di atas tidak perlu terjadi dengan strategi pergiliran pestisida yang kami kutip dari laman litbang.pertanian.go.id

  1. Identifikasi hama yang yang ada di lahan, misal hama ulat
  2. Lihat daftar pestisida yang direkomendasikan untuk hama ulat
  3. Kemudian pilih merk dagang mana yang akan anda gunakan
  4. Lihat dan catat cara kerjanya (mode of action)
  5. Pilih setidaknya 3 jenis insektisida dengan cara kerja berbeda (golongan bisa saja berbeda).
  6. Gunakan 1 jenis insektisida tersebut selama 3 minggu (satu siklus hama)
  7. Setelah 3 minggu, gunakan jenis lain, dan seterusnya.

Contoh pergiliran insektisida untuk mengendalikan trips

Siklus (3 minggu) G1 G2 G3
Kode cara kerja 6 4A 5

Contoh bahan aktif

6 : abamektin dan emamektin benzoat

4A : tiametoksam, asetamiprid, imidakloprid, dinotefuran dll

5 : spinosad, spinoteram


Nah sampai disini uraian strategi pergiliran insektisida yang bisa kami bagikan ke sobat BT seluruh dunia. Mudah-mudahan bisa dipahami ya.

Sekarang kita jadi tau kenapa hama tersebut makin hari makin gak mempan dengan insektisida yang kita beli. Saran saya, lakukan ini biar tidak terjadi resistensi dan ledakan hama di areal pertanian anda.

Sosialisasikan juga ke saudara, sahabat dan teman petani anda yang lain yang masih belum tahu. Oiya, jangan lupa baca artikel lain yang berkaitan dengan pestisida dan hama penyakit :

#1. 13 Bahan Aktif Pestisida yang Teruji Efektif Mengatasi Kutu Kebul

#2. Apa Itu Bahan Aktif Pestisida?

#3. Tips Cara Memilih Pestisida yang Tepat

#4. [Wajib Baca] Pentingnya Membaca Label Kemasan Sebelum Menggunakan Pestisida

#5. 6 Cara Aplikasi Pestisida yang Biasa Dilakukan di Lapangan

#6. [Lagi] Petani Meninggal Saat Aplikasi Pestisida. Adakah yang Salah?

#7. 7 Tanaman Pestisida Nabati, Yang Terbukti Efektif Mengendalikan Hama Kutu-kutuan serta Cara Pembuatannya

#8. Mengenal Siklus Hidup Hama Trips [Petani Cabai Masuk…!]

#9. 10 Perusahaan Pestisida (Agrochemicals) Terbesar Dunia

#10. Kupas Tuntas Hama Penyakit Utama Tanaman Cabai (lengkap dengan gambar)

#11. Strategi Aplikasi Fungisida pada Tanaman Cabai

Sekian dan terimakasih ^^

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 4
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    4
    Shares

Follow our IG

Instagram.com/PertanianKini

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]