bt
Menu

Strategi Aplikasi Fungisida pada Tanaman Cabai

10/01/2018 | Pupuk dan Pestisida

Belajartani.com – Musim hujan seringkali diwarnai dengan hujan sepanjang hari. Kondisi yang lembab dan basah ini menyebabkan perkembanganbiakan jamur menjadi lebih cepat.

Tak terkecuali dengan jamur yang selama ini menyerang tanaman budidaya, cabai, tomat dan tanaman horti lain. Sebut saja jamur Colletotrichum (patek antraknosa), jamur Phytopthora (lodoh busuk daun) dan jamur Fusarium (layu) adalah beberapa contoh penyakit yang disebabkan oleh jamur patogen.

Kondisi ini mengharuskan kita untuk sering mengamati kondisi tanaman di lapangan, mengidentifikasi berbagai gejala yang ditimbulkan oleh serangan jamur tadi.

Seringkali upaya analisa dini, identifikasi gejala penyakit yang kita lakukan tidak efektif dan berakhir dengan tanaman kita rusak.

Ilustrasi Penyakit Bercak Daun

Oleh sebab itu, artikel tentang strategi aplikasi fungisida pada tanaman cabai ini berisi teknik dan cara bagaimana melindungi tanaman kita sejak dini dari serangan penyakit.

Strategi aplikasi fungisida pada tanaman cabai

Masalah serangan penyakit yang sangat cepat merupakan masalah yang kerap terjadi. Namun demikian masalah ini bisa diatasi yakni dengan teknik pengendalian preventif atau pencegahan.

Kembali ke kaidah lebih baik mencegah daripada mengobati, aplikasi fungisida secara preventif bertujuan untuk melindungi tanaman dari serangan cepat penyakit yang gejalanya sulit diidentifkasi.

Baca juga : 6 Cara Aplikasi Pestisida yang Biasa Dilakukan di Lapangan

Bagaimana teknik dan strategi aplikasi fungisida pada tanaman cabai? Berikut simak langkah-langkahnya :

1. Identifikasi potensi penyakit, dengan melakukan analisisa history pada lahan tersebut, serta potensi penyakit yang mungkin akan muncul.

loading...

2. Aplikasi fungisida sistemik, aplikasi fungisida sistemik dilakukan sejak tanaman berumur 1 minggu hingga 1 bulan. Fungisida sistemik bekerja dengan cara masuk ke dalam jaringan sel tanaman sehingga tanaman yang masih rentan menjadi terlindungi dari serangan jamur patogen.

3. Aplikasi fungisida bahan aktif ganda, aplikasi fungisida ganda dilakukan jika pada usia 1 bulan, serangan penyakit masih saja ditemukan.

4. Apa saja yang tergolong fungisida berbahan aktif ganda? Anda bisa membaca artikel ini, disini diulas banyak jenis produk fungisida berbahan aktif ganda ➡ Daftar Pestisida Berbahan Aktif Ganda untuk Pengendalian Hama Penyakit pada Tanaman Cabai.

Catatan 💡

1. Interval aplikasi fungisida fleksibel melihat kondisi cuaca dan tanaman. Umumnya pada saat cuaca hujan tiap 2-3 hari sekali, sedang pada cuaca kemarau kira-kira tiap 5-7 hari sekali.

2. Aplikasi fungisida ganda bisa dilakukan sejak dini, sejak umur tanaman 1 minggu. Mengingat variasi serangan penyakit utama cabai bisa muncul kapan saja.

3. Bijaklah menggunakan fungisida ganda mengingat harganya yang mahal, kalo mau anda bisa mencampur (mixing) fungisida sendiri. Caranya anda bisa membaca artikel ini ➡ 3 Prinsip Dalam Mencampur (Mixing) Pestisida Yang Tepat.

Baca juga : 

Nah, demikianlah artikel tentang strategi aplikasi fungisida pada tanaman cabai berdasarkan pengalaman kami. Jika ada kesalahan mohon saran dan kritiknya. Atau anda ingin berbagi teknik anda sendiri? Tentu kami akan sangat senang sekali.

Mudah-mudahan bermanfaat, jangan lupa bagikan ke saudara, sahabat dan teman anda yang lain, sehingga saya dan anda mendapatkan pahala dan kebaikan bersama-sama.

Sekian dan terimakasih ^^

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 8
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    8
    Shares

Tambahkan sebagai teman

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]