Masih Terbukti Efektif, 9 Cara Pengendalian Tikus Berikut ini Banyak Diterapkan Petani di Seluruh Dunia

Pengendalian Tikus – Akan banyak membutuhkan banyak sekali kosa kata untuk mendeskripsikan tentang hama tikus.

Namun satu hal yang pasti dan takan lupa dalam ingatan bahwa hama tikus adalah salah satu hama utama yang sangat berbahaya.

Tidaklah berlebihan karena ada beberapa hal antara lain karena tikus benyerang semua fase pertumbuhan tanaman.

Selain itu, spektrumnya juga luas tak hanya tanaman pangan (padi, jagung) tapi horti juga (semangka, cabai) juga tak luput dari serangan.

Hebatnya lagi perkembangan dan penyebarannya begitu cepat, yang pada akhirnya akan menciptakan sebuah serangan yang hebat. Buah dan biji-bijian yang akan dipanen bisa ludes dalam semalam.

Maka tak salah jika tikus mendapatkan predikat sebagai hama utama, karena efek serangannya bisa mengancam ketahanan pangan suatu negara.

Jika tak panen, maka siap-siap kran impor akan terbuka lebar. Devisa negara berupa valuta asing, akan kembali lenyap tak bersisa.

Pertanyaannya, bagaimana cara mengendalikan hama tikus ? Cara apa saja yang terbukti efektif dalam hal pengendalian tikus ?

Baiklah sobat belajartani.com, inilah beberapa cara pengendalian tikus yang banyak diterapkan petani di seluruh dunia karena terbukti masih efektif.

Rekomendasi :  10 Hama Tanaman Sayur/Hortikultura yang wajib anda tahu! Bagian 1

#1. Memasang Perangkap tikus

Pengendalian TikusMenggunakan perangkap tikus dinilai masih efektif dilakukan untuk mengurangi populasi dan serangan tikus terhadap tanaman budidaya.

Saat ini berbagai model dan bentuk perangkap tikus sudah banyak sekali dijual di pasaran. Anda pun bisa membuat model perangkap tikus sesuai dengan kreatifitas anda sendiri.

Setelah itu, letakkan perangkap tikus di tempat yang diperkirakan jadi tempat tikus bersarang dan berkembang biak.

#2. Memasang umpan tikus

pengendalian tikus dengan umpan

Melihat karakter hama tikus yang bergerak cepat, salah satu cara pengendalian tikus yang bisa digunakan yaitu memasang umpan.

Umpan tikus bisa berupa biji-bijian yang diberikan jenis pestisida untuk membasmi tikus yang bentuknya berupa serbuk kemudian diletakkan di tempat yang diyakini banyak tikus.

Atau jika tak mau repot, bisa membeli umpan tikus yang sudah mengandung bahan aktif tertentu, bentuknya seperti permen.

Sebagaimana perangkap tikus, umpan tikus cukup efektif membunuh tikus yang tersembunyi dalam sarangnya.

Namun, karena umpan tikus tersebut beracun sebaiknya digunakan secara hati-hati terutama dari jangkauan hewan ternak atau hewan peliharaan.

#3. Memelihara musuh alami seperti kucing atau burung hantu

Pengendalian TikusKucing adalah musuh alami dan abadi bagi tikus. Keberadaan kucing di lahan pertanian, terbukti secara efektif mengurangi populasi tikus.

Pengendalian tikus dengan menggunakan musuh alami merupakan cara yang jauh lebih baik karena lebih aman bagi lingkungan.

Selain kucing, petani juga bisa menggunakan burung hantu yang juga tak kalah agresif dalam memburu tikus.

Rekomendasi :  Hama Penyakit Utama Tanaman Cabai [Kupas Tuntas Dengan Gambar]

#4. Memasang jaring kawat

Pemasangan jaring kawat dilakukan di sekeliling lahan pertanian atau gudang penyimpanan panen.

Pemasangan jaring kawat sebaiknya dilakukan sebelum kegiatan tanam dilakukan. Hal ini untuk mencegah tikus bersarang lebih dulu di dalam areal tanaman.

Cara ini mungkin akan banyak mengeluarkan biaya jika lahan pertanian yang dimiliki cukup luas.

#5. Penanaman secara serentak

Penanaman serentak biasanya dilakukan pada tanaman budidaya yang memiliki areal penanaman yang sangat luas contohnya seperti padi dan jagung.

Cara pengendalian ini bertujuan untuk memutus siklus hidup hama tikus. Karena jika penanaman dilakukan bertahap maka populasi tikus akan tetap ada seiring tersedianya makanan.

#6. Menjaga kebersihan lahan

Tikus merupakan hama yang suka bersembunyi dan membuat sarang. Tumpukan sampah, lanjaran, jerami atau sisa-sisa tanaman adalah tempat favorit bagi tikus untuk bersembunyi, dan berkembang biak.

Dengan bersihnya lahan dari berbagai macam kotoran dan sampah maka itu akan sangat membantu mencegah perkembangan populasi hama tikus di lahan anda.

#7. Menggunakan alat pengusir tikus

Di pasaran ada beberapa jenis alat pengusir tikus baik itu bentuknya repelen atau berupa perangkat elektik.

Repelen bekerja dengan cara menghasilkan aroma atau bau yang tidak disukai tikus. Bentuknya semacam minyak yang bisa disemprotkan di area yang ingin anda lindungi dari tikus.

Sementara, perangkat elektrik dirancang untuk mengusir tikus dengan cara mengeluarkan getaran atau suara yang mengganggu bagi pendengaran tikus.

Rekomendasi :  Teknologi VHT : Atasi Lalat Buah Pada Komoditas Buah Ekspor

Saat ini alat pengusir tikus baik berupa repelen atau elektrik sudah banyak dijual di pasaran di toko offline maupun toko online.

#8. Menyimpan hasil panen dengan benar

Hasil panen berupa biji-bijian merupakan makanan favorit bagi tikus. Hampir semua gudang penyimpanan panen, tak bisa lolos dan aman dari serangan hama tikus.

Hal ini disebabkan karena adanya celah sehingga mengundang tikus datang. Sebaiknya menyimpan hasil panen pada wadah atau kemasan yang tertutup rapat sehingga tikus tidak bisa menjangkaunya.

#9. Melakukan fumigasi

Fumigasi biasanya dilakukan di gudang penyimpanan hasil panen untuk mencegah serangan hama gudang khususnya tikus.

Teknik fumigasi sudah banyak dilakukan di berbagai daerah lumbung padi dengan alat yang disebut emposan yang berbentuk tabung berisi jerami dan serbuk belerang.

Selain dengan emposan, fumigasi bisa menggunakan alat bernama fumigan bersumbu yang bentuknya mirip petasan, yang dibakar dan diletakkan di sarang-sarang aktif tikus.

Penutup

Nah sobat belajartani.com, itulah beberapa cara pengendalian tikus yang banyak digunakan oleh petani di seluruh dunia dan tentunya sudah terbukti efektiff.

Untuk hasil yang optimal, sebaiknya gunakan cara pengendalian tikus di atas secara bersama-sama atau kombinasi satu sama lain.

Sebaiknya anda konsultasikan dengan penyuluh pertanian di daerah anda, serta jangan lupa minta saran pada pakar dan praktisi pertanian cara mana yang cocok dengan kondisi lahan anda.

Share, jika konten ini bermanfaat !

Artikel Terkait

About the Author: Insan Cita

Insan Cita, founder & owner BelajarTani.com - Alumnus FP - Bekerja di agriculture corp - Hobi ngeblog & berkebun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *