Manfaat Dahsyat Pupuk Silika : Bisa Cegah dan Sembuhkan Penyakit Virus Ringspot [Serius, Ga Banyak Petani Yang Tahu]

Pupuk Silika – Halo sobat belajartani.com, sebagaimana prediksi BMKG sebelumnya bahwa bulan September merupakan puncak daripada musim kemarau, bersamaan dengan puncak El Nino.

Kini, berita sawah kekeringan, dan gagal panen mulai banyak menghiasi berbagai media, media online, maupun di televisi.

Selain karena kekeringan, gagal panen juga disebabkan oleh serangan virus tanaman yang eskalasinya meningkat pada suhu udara yang panas.

Hampir semua jenis tanaman, tanaman pangan, buah dan hortikultura tak luput dari serangan virus yang perkembangannya semakin meningkat seiring meningkatnya populasi hama vektornya.

Seperti yang pernah kita bahas dulu, hal yang banyak terjadi saat kemarau adalah terjadinya ledakan hama, yaitu meningkatnya populasi hama.

Tak berhenti di situ, ledakan hama terutama hama vektor virus akan memicu ledakan virus. Contohnya ledakan hama kutu kebul akan memicu ledakan berbagai jenis virus seperti virus gemini.

Nah, bagaimana dampak serangan virus bagi tanaman budidaya ? Dampaknya beragam, mulai dari produktivitas yang menurun hingga tanaman mati.

Rekomendasi :  Cara Aplikasi Pupuk Kalsium Untuk Memperkuat Tanaman

Terkait dengan virus ringspot, apa penyebab, bagamaina gejala serangan serta bagaimana cara menyembuhkan virus ringspot ini mari kita simak ulasan berikut. CEkidoot !

Penyebab Virus Ringspot dan Mengapa virus ini cepat menyebar

Gejala virus ringspot pepaya. Image source : flickr.com/photos/scotnelson/43423034475

Penyebab tanaman rentan terserang virus ringspot salah satunya adalah defisiensi silika. Akibat defisiensi silika adalah sel tanaman menjadi lemah dan rentan terhadap serangan penyakit utamanya virus.

Salah satu tanaman buah yang banyak terserang penyakit virus ringspot adalah tanaman pepaya. Gejalanya mudah dikenali antara lain daun pepaya menjadi kerdil, keriting dan bewarna kekuningan, daun dan tangkai memendek.

Akibatnya tanaman sulit membentuk bunga dan buah, kalaupun bisa membentuk buah, maka buah yang terbentuk tidak sebanyak buah pada tanaman normal dan warna buahnya kurang estetik yaitu pada kulit buahnya nampak ring bewarna kuning..

Sebagaimana penyakit virus gemini atau begomovirus, perkembangan dan penyebaran virus ringspot juga disebabkan oleh adanya vektor hama, tanaman bervirus dan tanaman inang.

Adanya penyakit tanaman pernah kita bahas dalam konsep segitiga tanaman, yang ketiganya saling berkaitan. Adanya sumber virus di lahan budidaya, tidak bisa dianggap remeh karena bisa jadi titik penyebaran.

Jika ada tanaman bervirus kemudian daunnya dimakan oleh hama vektor virus, maka hama vektor virus tersebut telah terinfeksi dan dapat menularkan ke tanaman lain yang masih normal.

Caranya adalah dengan hinggap ke tanaman yang sehat atau normal, lalu makan daunnya. Nah, tinggallah tanaman sehat tadi menunggu waktu untuk memunculkan gejala serangan virus seperti yang sudah dijelaskan di atas.

Rekomendasi :  Cara Memulihkan Tanah : Ubah Lahan Tak Subur Jadi Subur dan Produktif

Apabila hama vektor tidak dikendalikan, maka bukan tidak mungkin semua tanaman sehat dan normal yang ada di lahan akan terserang virus semua dalam waktu yang sangat singkat.

Aplikasi pupuk silika untuk mengatasi virus ringspot

Gejala virus ringspot pada buah pepaya. Image source : thedailygarden.us

Setelah tanaman budidaya terserang virus ringspot, muncul pertanyaan Bisakah tanaman bervirus tadi dipulihkan kembali ?.

Dalam praktiknya, penyakit virus ringspot khususnya pada pepaya, bisa dipulihkan atau disembuhkan dengan cara aplikasi pupuk silika (SiO2).

Aplikasi pupuk silika biasa dilakukan oleh para petani pepaya agar tanaman mampu bertahan dan bahkan sembuh dari virus ringspot.

Salah satu sumber silika yaitu sodium silikat atau kalium silikat yang bisa dibeli di toko kimia dengan nama water glass yang biasanya mengandung sodium atau natrium silikat minimal 58%.

Jika anda membeli 1000 ml atau 1 liter natrium silikat, bisa langsung anda encerkan ke dalam 1000 liter air. Untuk skala kecil, 1 liter air natrium silikat tadi bisa diencerkan dalam 10 liter air sebagai larutan master. Selanjutnya cukup mengambil 100 ml atau 0,1 liter untuk 10 liter air.

Kemudian kocorkan ke tanaman1-4 liter, tergantung jenis tanamannya. Pada pepaya misalnya, biasanya dikocorkan sebanyak 4 liter, tiap 3 minggu sekali.

Nah, untuk tanaman cabai mungkin bisa diaplikasikan 1 liter per tanaman tiap 10 hari sekali sampai kondisi tanaman nampak membaik.

Jadi, 1000 liter larutan natrium silikat, apabila dikocorkan 1 liter per tanaman maka bisa untuk 1000 batang tanaman cabai.

Rekomendasi :  Kabar Pupuk Bersubsidi 2024 : Inilah 2 Jenis Pupuk yang Masih Disubsidi, Bisa Beli Pupuk Subsidi Cukup Pakai KTP ?

Tanda tanaman mulai pulih, membaik dan sembuh dari virus ringspot yaitu daun baru yang muncul warnanya sudah kembali normal yaitu hijau, berukuran normal sebagaimana biasanya.

Pengalaman kami yang lalu pada tanaman cabai bervirus yang kami pruning (analisa kami virus gemini), daun baru yang muncul tetap dalam kondisi kuning, dan kerdil.

Nah, apakah aplikasi pupuk silika ini juga dapat menyembuhkan penyakit virus kuning lain seperti virus gemini atau kelompok begomovirus sepertinya layak dicoba.

Penutup

Virus ringspot pepaya. Image source : apps.lucidcentral.org/

Penyakit virus ringspot berdasarkan pengalaman bisa disembuhkan dengan aplikasi pupuk silika. Namun tetap lebih baik mencegah daripada mengobati, karena proses pemulihan tanaman atau recovery membutuhkan waktu yang cukup lama.

Beberapa cara untuk mencegah serangan penyakit virus antara lain :

a. Pemenuhan dan perbaikan nutrisi tanaman, terutama unsur hara yang berperan dalam ketahanan tanaman seperti boron, kalium, kalsium, magnesium serta silika.

b. Menjaga kebersihan lahan mutlak dilakukan, agar tidak jadi tempat bersarang dan berkembang biak hama vektor virus.

c. Melakukan pencegahan secara kimia, dengan penyemprotan insektisida atau akarida agar hama vektor virus seperti tungau, kutu daun dan thrips bisa dikendalikan.

Terlepas dari usaha dan ikhtiar di atas, jangan lupa berdoa (termasuk saat masuk ke kebun/lahan) agar tanaman budidaya senantiasa dilindungi oleh Tuhan yang Maha Kuasa.

Share, jika konten ini bermanfaat !

Artikel Terkait

About the Author: Insan Cita

Insan Cita, founder & owner BelajarTani.com | Alumnus FP | Bekerja di agriculture corp | Hobi ngeblog & berkebun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *