BelajarTani.com Holtikultura Menanam Bawang Merah di Musim Hujan? Siapa Takut !

Menanam Bawang Merah di Musim Hujan? Siapa Takut !

Menanam Bawang Merah di Musim Hujan? Siapa Takut ! –  Hallo sobat BT, tanaman bawang merah biasanya banyak dibudidayakan petani pada musim kemarau. Dan dapat dikatakan bahwa musim kemarau adalah musim terbaik untuk menanam bawang merah.

Namun, melihat permintaannya yang cukup tinggi sepanjang tahun (karena termasuk bahan bumbu utama), maka menanam bawang merah juga perlu dilakukan di musim hujan, agar harga di pasaran tetap stabil.

Meskipun pada musim hujan potensi serangan hama penyakit meningkat, bukan berarti tidak ada petani yang berani tanam bawang merah di musim hujan. Ada tapi jumlahnya sangat jauh lebih sedikit dibandingkan saat di musim kemarau.

Menurunnya penanaman bawang merah pada musim hujan tidak terlepas dari kurang baiknya produktivitas dan kualitas panen bawang merah diantaranya umbi bawang yang cenderung kecil, aroma bawang kurang kuat dan penampilan fisik umbi bawang yang cenderung pucat.

Nah bagi anda yang ingin menanam bawang merah di musim hujan anda perlu tahu hal-hal apa saja yang harus diwaspadai ketika anda menanam tanaman sayur khususnya bawang merah di musim hujan, silahkan baca artikel berikut >> 5 Hal Yang Harus Diwaspadai Saat Bertanam Di Musim Hujan.

Menanam bawang merah di musim hujan atau off season,  memang sih potensi gagalnya lebih tinggi. Namun anda bisa mengatasinya dengan penerapan teknik budidaya yang lebih intens, mulai dari pra tanam sampai pasca panen.

Nah sobat BT, berikut ini teknik budidaya bawang merah di musim hujan yang perlu anda terapkan.

#1. Penggunaan varietas bawang merah yang adaptif dan toleran

Yaitu yang tahan serangan penyakit utama bawang merah yaitu alternaria, layu fusarium dan antraknosa. Jadi agar berhasil maka perlu penggunaan varietas bibit bawang merah yang adaptif dan toleran di tanama saat musim hujan (off season).

Apa saja varietas yang tahan ditanam di musim hujan? Yang saya tau yaitu varietas Bima dan Maja. Barangkali saat ini sudah jauh lebih banyak varietas yang dikembangkan. Coba anda tanyakan pada penyuluh pertanian di daerah anda ya.

#2. Pengolahan tanah yang tepat

Agar berhasil tanam bawang merah di musim hujan, maka sangat perlu diperhatikan pemilihan lokasi atau lahan penanaman. Yang sangat dianjurkan adalah penanaman dilakukan di lahan kering/tegalan, yang mana lokasi lahannya bisa mendapatkan sinar matahari dengan kata lain tidak ternaungi oleh appaun.

Pilihlah lahan yang berdrainase bagus sehingga lahan tidak kebanjiran saat hujan lebat. Pengolahan tanah pada bawang merah sebetulnya sama saja dengan tanaman lain seperti cabai, yakni tetap memperhatikan faktor pH, pupuk kandang, dan pengendalian hama dalam tanah.

Sobat bisa membaca lebih detil bagaimana teknik pengolahan tanah yang baik di link berikut >> Cegah Layu Sejak Dini dengan Pengolahan Tanah yang Baik.

Nah, setelah pengolahan tanah selesai, dilanjutkan dengan pemasangan mulsa plastik. Kemudian lubangi mulsa dengan jarak tanam 15×20 cm.

#3. Penanaman bibit bawang merah

Pilihlah bibit bawang yang umbinya segar, sehat atau bebas dari hama penyakit, berukuran seragam. Pemilihan bibit bwang merah yang seragam bertujuan agar dapat menghasilkan pertumbuhan tanaman yang seragam pula.

#4. Pemupukan bawang merah

Cara pemupukan bawang merah yang tanam di musim hujan ada 2 cara yaitu pemupukan dasar dan pemupukan susulan. Pemupukan dasar diberikan pada saat olah tanah berupa pupuk kandang, pupuk NPK dan SP36 serta dolomit.

Sedang pupuk susulannya yaitu pada saat usia 14 HST dan 28 HST. Pemupukan dilakukan dengan cara ditebar di atas tanah. Pupuk akan jadi larut saat terkena air hujan. Pupuk yang bisa digunakan adalah pupuk Urea dosisnya 100kg/ha, ZA 200kg/ha. Pakai pupuk NPK juga bisa dosisnya 25-50 kg/ha.

#5. Pengairan bawang merah

Pengairan tanaman bawang merah dilakukan secara kondisional, terutama kalau pada hari itu tidak ada hujan. Waktunya pagi hari sebelum cuaca panas. Kalau ada hujan, berarti tidak perlu dilakukan pengairan.

#6. Pengendalian hama penyakit bawang merah

Meski bawang merah ditanam pada musim hujan, namun hama utama bawang merah seperti trips dan ulat tetap saja menyerang. Pengendalian ulat bisa dengan aplikasi insektisida berbahan aktif profenofos, betasiflutrin, bakteri thuringiensis atau spinosad.

Sedang trips bisa dikendalikan dengan insektisida berbahan aktif abamektin, imidakloprid, fipronil, diafentiuron dan lain-lain. Agar lebih efektif, penyemprotan hama dilakukan pada sore hari. Hal ini disebabkan hama tanaman mulai aktif menyerang saat malam hari.

Tentang hama bawang merah serta cara pengendaliannya secara lebih mendetil, anda bisa membaca artikel berikut ini >> Kenali Yuk 5 Hama Bawang Merah (Hama Utama) Serta Cara Pengendaliannya.

Selanjutnya adalah pengendalian penyakit bawang merah yang ditanam musim hujan. Penyakit utama yang sering menyerang bawang merah saat musim hujan antara lain bercak daun alternaria, busuk daun antraknosa dan layu fusarium.

Pengendalian penyakit bawang merah bisa dengan menggunakan fungisida berbahan aktif difenokonazol, azoksistrobin, propineb atau klorotalonil. Selain itu sebagai langkah pencegahan, lakukan penyemprotan dengan air bersih setelah terjadi hujan, baik itu hujan di pagi hari maupun di malam hari. Hal ini bertujuan untuk mencegah tumbuhnya jamur patogen pada bawang merah.

#7. Panen bawang merah

Panen bawang merah biasanya bisa dilakukan saat umur tanaman 70 HST. Cara panennya tanaman bawang merah dicabut pangkal daunnya, setelah selesai bawang merah baru bisa dibawa ke tempat penjemuran.

Oiya ciri-ciri bawang merah yang dapat mulai dipanen antara lain daun tanaman sudah agak kuning, dan sudah nampak umbinya dilihat dari permukaan tanah.

#8. Penanganan pasca panen bawang merah

Bawang merah yang sudah dipanen tadi selanjutnya dikeringkan dengan cara dijemur tapi tidak kena matahari langsung. Lama waktu penjemuran berkisar 5 hari, sehingga kadar air bawang merah 80%.

Untuk bawang merah yang akan dikonsumsi sebagai bumbu masak, dibersihkan daun dan akarnya. Kemudian bisa dikemas sesuai ukuran yang dikehendaki.

Sedang untuk yang akan dibuat benih atau bibit, dilakukan seleksi umbi yang sehat, kemudian diikat dan dijemur. Selanjutnya disimpan di gudang penyimpanan dengan cara digantungkan di rak bambu.

Jangan Lupa Share Ya !
2 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *