Penanganan Pasca Panen Komoditi Pangan dan Hortikultura

Penanganan Pasca Panen – Secara harfiah tanaman pangan adalah segala jenis tanaman yang di dalamnya terdapat karbohidrat dan protein sebagai sumber energy manusia. Tanaman pangan terdiri dari serealia, biji-bijian, dan umbi-umbian.

Sedangkan hortikultura merupakan salah satu cabang dari agronomi namun sedikit berrbeda dengan agronomi, karena hortikultura memfokuskan pada budidaya tanaman buah, tanaman bunga, atau tanaman hias, tanaman sayuran, dan tanaman obat-obatan.

Ciri yang melekat pada tanaman hortikultura adalah produk yang bersifat perrisable  atau mudah rusak karena segar. Jenis-jenis tanaman hortikultura antara lain : tanaman buah, hias, sayur, dan obat-obatan (biofarmaka).

Sebagai upaya untuk mempertahankan kualitas atau mutu dari produk tanaman pangan dan hortikultura maka selain menerapkan tata cara budidaya yang baik atau dikenal dengan istilah Good Agriculture Practices (GAP), perlu juga diperhatikan pedoman tentang cara penanganan pasca panen agar bermutu, aman, dan layak konsumsi  atau dikenal dengan istilah Good Handling Practices (GHP).

Maksud dan Tujuan Penanganan Pasca Panen

kegiatan pasca panenPasca panen meliputi berbagai tindakan atau perlakuan yang diberikan pada hasil pertanian setelah panen sampai komoditi berada ditangan konsumen.

Tujuan penanganan pasca panen antara lain memperkecil kehilangan dan kerusakan hasil, mempertahankan kualitas segar sehingga masih memenuhi standar mutu yang ditentukan dan memperpanjang umur simpan.

Selain itu, juga untuk mencegah perrubahan-perubahan yang tidak dikehendaki selama penyimpanan, seperti pertumbuhan tunas, pertumbuhan akar, batang, bengkok, buah keriput, polong alot (keras), umbi berwarna hijau (greening), terlalu matang, dan lain-lain.

Baca juga : Teknologi Sederhana Ini Bisa Cegah Cabai Cepat Busuk Looh

Dalam proses pasca panen ada 11 titik kritis yang sifatnya wajib yaitu :

  1. Panen saat umur yang tepat (terutama sayuran umbi).
  2. Bersihkan (trimming) akar.
  3. Daun yang rusak ikutan saat panen, mencuci dari kotoran tanah (sayuran umbi/buah).
  4. Penyimpanan di tempat yang dingin.
  5. Jangan mencampur semua jenis sayuran di suatu tempat/ruangan penyimpanan karena kandungan etilen tinggi.
  6. Jangan menempatkan pestisida, pupuk, buah-buahan yang berbau (durian) bersamaan dengan sayuran dalam ruang penyimpanan.
  7. Mengemas sayuran jangan dipadatkan.
  8. Gunakan kemasan yang kokoh.
  9. Jangan menumpuk sayuran kalau kemasan tidak kokoh
  10. Jangan membanting sayuran saat bongkar muat
  11. Jangan biarkan sayuran terkena panas selama pengangkutan kendaraan

Dan ada 6 titik yang harus dilaksanakan yaitu :

  1. Panen tidak pada saat terik matahari (sayuran Daun)
  2. Menyusun Sayuran dalam kemasan
  3. Melakukan pendinginan (menyemprot dengan air/hydrocooling)
  4. Memberi label menyangkut jenis, berat dan tanggal panen
  5. Gudang penyimpan bersih dan berventilasi
  6. Menyimpan sayuran sesuai suhu yang dikehendaki setiap jenis sayuran (ruang berpendingin)

Ruang Lingkup Kegiatan Pasca Panen

Kegiatan pasca panen meliputi panen, pembersihan/trimming, sortasi/grading, pencucian, pelilinan, pengikatan, curing, pengemasan, penyimpanan, pengangkutan.

a. Panen

Dalam melakukan pemanenan harus diperhatikan waktu panen yang tepat setiap komoditi, melakukan penanganan panen misal pemotongan dengan cara yang tepat, dan melakukan perlakuan segera setelah panen dengan baik.

b. Pembersihan/Trimming

Membuang bagian yang tidak dibutuhkan (daun-daun tua untuk bawang daun, akar ikutan untuk wortel, dan membuang tanah/kotoran)

c. Sortasi

Memisahkan tanaman yang sehat dengan yang sakit, cacat atau busuk.

d. Grading

Penentuan grad memberikan manfaat untuk keseluruhan industry, dari petani, pedagang besar dan pengecer. Bahan pertimbangan dalam grading : berdasarkan ukuran, tingkat kematangan, berat, warna, dan keringkihan.

Misal untuk tomat menurut beratnya tomat segar digolongkan :

  • Besar : lebih dari 150 gram/buah
  • Sedang : 100 – 150 gram/buah
  • Kecil : kurang dari 100 gram/buah

Untuk kentang

  • Mutu I : berat 250 – 400 gram
  • Mutu II : 100 – 250 gram
  • Mutu III : 60 – 100 gram
  • Mutu IV : 30 – 60 gram

e. Pencucian

Kegiatan pembersihan dengan menggunakan air misalkan pada komoditi wortel

f. Pengikatan

Kegiatan dilakukan pada komoditi asparagus, kacang panjang, dan sebagainya.

g. Curing

Cara efektif dan efisien untuk mengurangi kehilangan air, perkembangan penyakit pada beberapa sayuran umbi. Beberapa jenis komoditi di curing setelah panen sebelum penyimpanan dan pemasaran adalah bawang putih, ketela rambat, bawang merah. Curing adalah berupa pengeringan pada bagian kulit luar untuk membentuk barrier pelindung terhadap kehilangan air dan infeksi.

h. Pengemasan

Manfaat pengemasan adalah : 1) melindungi sayuran terhadap kerusakan selama pengangkutan, penyimpanan dan distribusi, 2) mempermudah penanganan mulai dari kebun sampai pemasaran, dan 3) dapat digunakan sebagai alat promosi, memperindah penampilan dan menarik perhatian calon pembeli.

i. Penyimpanan

Berbagai cara dalam penyimpanan seperti penyimpanan pada suhu rendah, penyimpanana dengan memodifikasi atmosferr, penyimpanan pada suhu ruang harus memenuhi syarat sanitasi, sirkulasi udara, kebersihan rak-rak penyimpanan, produk tidak menempel ke dinding, ketebalan tumpukan, pisahkan sesuai jenisnya, alat wadah penyimpanan harus bersih, gudang penyimpanan.

j. Pengangkutan

Sarana pengangkutan (gerobak, mobil pesawat, kapal), cara bongkar muatnya harus sesuai SOP, dan harus memperhatikan tujuan dan waktu atau lama dalam perjalanan.

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.

About the Author: Anis Dwi Wulandari, SP

Pengawas Mutu Hasil Pertanian Dinas Pertanian Kab. Lombok Barat

Leave a Reply

Your email address will not be published.