Hama Lalat Buah – Halo sobat BT, kali ini saya akan bahas tentang salah satu hama utama tanaman cabai, yakni lalat buah (fruit fly). Mengapa lalat buah masuk kelompok hama utama, akan saya bahas nanti sekaligus saya jabarkan beberapa cara pengendaliannya.
Memasuki awal-awal musim hujan seperti sekarang ini (nulis diiringi rintik hujan,,hehe), tampaknya perkembangan lalat buah sudah mulai pesat. Seperti yang sudah-sudah, serangan lalat buah selalu meningkat pada musim hujan.
Lalat buah, dari namanya tentu lalat ini suka menyerang bagian buah. Akibat dari serangan lalat buah, seringkali nampak buah menjadi busuk bewarna coklat kehitaman.
Sebelum membahas beberapa cara pengendalian yang sering digunakan petani untuk mengendalikan, mengatasi atau membasmi lalat buah, ada beberapa hal penting tentang lalat buah yang perlu kita ketahui termasuk jenis-jenis lalat buah, siklus hidup, gejala serangan lalat buah dan lain sebagainya.

Lalat buah banyak sekali jenisnya, berikut ini adalah jenis lalat buah yang paling populer ditemukan di Indonesia berkat interaksi serangannya pada tanaman sayur maupun buah.
Lalat buah diketahui memiliki banyak macam jenis inang, tidak hanya buah-buahan tapi juga dari sayur-sayuran. Tanaman yang menjadi inang dari lalat buah dari sayur-sayuran (semusim) antara lain cabai, tomat, timun, paria, melon. Sedangkan dari jenis buah-buahan (tanaman tahunan) antara lain mangga, nangka, blimbing dan lain-lain.
Dengan banyaknya jenis inang yang dimiliki lalat buah menyebabkan hama lalat buah sulit dikendalikan. Kenapa? Bayangkan saja dengan banyaknya inang menyebabkan lalat buah bebas menyerang tanaman lain yang sedang berbuah, disaat tanaman inang utamanya sedang tidak berbuah.
Siklus lalat buah terdiri dari empat fase yakni fase telur, larva (belatung/set), pupa dan dewasa.

Gejala serangan pada lalat buah merupakan gejala yang sangat khas jika dibandingkan dengan gejala serangan patogen lain.
Pada awal serangan, yakni saat telur pertama kali disuntikkan, tentu kondisi buah masih terlihat baik dan segar. Kondisi ini akan segera berubah, tatkala telur lalat buah menetas menjadi larva, dan memakan bagian dalam buah.
Nah, disinilah kita kadang-kadang tertipu, tiba-tiba kita dikejutkan dengan buah cabai (atau tanaman inang lain) yang mendadak busuk, dan berjatuhan satu persatu ke tanah. Pada kondisi ini, tak sedikit dari kita yang panik seketika 😀
Hal tersebut sebenarnya dapat dihindari dengan cara melakukan pengamatan sejak dini terutama sejak buah terbentuk (fruit setting). Jangan sampai buah terlanjur busuk, atau gejala serangan lalat buah nampak makin parah, baru kita melakukan pengamatan.
Bagaimana cara yang mudah memastikan adanya serangan lalat buah?
Selanjutnya setelah anda pastikan telah banyak serangan lalat buah, segera ambil tindakan pengendalian. Idealnya sebelum terlanjur terserang, perlu dilakukan beberapa tindakan pencegahan.
Berdasarkan siklusnya, langkah pencegahan serangan lalat buah dilakukan dengan beberapa cara yaitu :
Maka beberapa hal yang perlu dilakukan untuk mengendalikan, mengatasi/membasmi lalat buah, antara lain :
Mengendalikan lalat buah secara alami bisa dilakukan dengan melepas predator atau musuh alaminya, atau aplikasi pestisida nabati (yang baunya tidak sedap).
Pengendalian dengan melepas predator mungkin dilakukan terutama jika lahannya tidak luas. Apakah memungkinkan jika lahannya luas?
Begitu juga jika dilakukan dengan pestisida nabati. Berdasarkan referensi yang pernah saya baca, lalat buah menjauh dengan aplikasi pestisida nabati yang memiliki bau yang tak sedap. Namun sejauh ini saya masih belum tahu bagaimana tingkat efikasinya, apakah benar-benar efektif.
Oleh sebab itu perlu dilakukan percobaan menggunakan pestisida nabati mana yang efektif mengusir atau bahkan membunuh lalat buah. Sobat punya pengalaman? Boleh dong share infonya ke kita semua. Hehehe
Ada teknologi yang dapat membunuh telur atau larva yang berada dalam daging buah mati 100 persen, yang dikenal dengan teknologi VHT atau vapor heat treatment.
Teknologi VHT adalah pemberian perlakuan uap panas yang jadi sebuah protokol utama bagi buah yang akan diekspor ke luar negeri. Lebih lengkap baca artikel berikut >> Teknologi VHT : Atasi Lalat Buah Pada Komoditas Buah Ekspor.
Jepang, negara tujuan ekspor buah mangga Indonesia misalnya, meminta syarat khusus mangga gedong gincu yang masuk kesana harus bebas larva lalat buah (Bactrocera sp).
Keunggulan penggunaan teknologi VHT (uap panas) yaitu tidak berpengaruh pada kualitas buah, sehingga rasa dan kesegaran buah tetap terjaga. Teknologi ini juga Tidak menimbulkan residu kimia seperti jika menggunakan perlakuan insektisida.
Dari uraian di atas, ada beberapa point penting yang perlu kita perhatikan tatkala berurusan dengan lalat buah antara lain :
Oleh sebab itu, pada musim hujan perlu diwaspadai serangan lalat buah sedini mungkin sejak awal terbentuknya buah (fruit setting). Beberapa teknis dan cara pencegahan di atas perlu sobat BT terapkan agar tanaman anda aman dari serangan lalat buah.
Baca juga :
Walaupun tidak aman seluruhnya, paling tidak bisa mencegah tingkat serangan yang parah. Sehingga buah yang nanti akan dipanen, tidak hanya memiliki tonase yang tinggi, juga kualitas yang baik.
Akhirnya sampai disini pembahasan singkat tentang lalat buah dan beberapa cara pengendaliannya. Jika artikel ini anda nilai bermanfaat, mohon bantu share ya sob agar saudara, sahabat atau teman petani anda jadi tahu.
Sekian dan terimakasih ^^
Insan Cita, founder & owner BelajarTani.com - Alumnus FP - Bekerja di agriculture corp - Hobi ngeblog & berkebun