7 Sifat-sifat Produk Pertanian [Wajib Tahu Sebelum Terjun Usaha Pertanian]

Sifat-sifat Produk Pertanian – Walaupun terkadang nampak sepele, terjun di usaha pertanian tak semudah yang dibayangkan.

Dulu saat baru masuk Fakultas Pertanian (masih mahasiswa baru), orang-orang tetangga banyak yang skeptis dan bertanya, kok kuliah mahal-mahal cuman buat jadi petani. 😂

Petani-petani di sekitar sini gada yang kuliah, banyak lulusan SD tapi buktinya bisa jadi petani semua. Bahkan yang sukses tak sedikit.

Saya saat itu hanya senyum-senyum tipis dan sesekali menjelaskan bahwa sangat banyak hal yang kita dapatkan di kampus.😜

Tentunya kita tak hanya sekedar jadi petani biasa setelah lulus nanti. Namun bisa jadi ahli pertanian yang bermanfaat. Bisa kerja jadi PNS PPL di Dinas Pertanian, cita-cita favorit mahasiswa pertanian kala itu.

Baca juga :

Ya, setuju atau tidak, banyak hal yang perlu kita pelajari. Banyak hal yang kita dapatkan tak melulu soal teknis cara menanam atau budidaya.

Misalnya saya sendiri yang lulusan fakultas pertanian, ternyata juga faham mengenai cara membuat website/blog, cara menulis artikel dll yang dulunya sedikit pernah diajarkan saat di kampus.🤩

Jadi tak hanya ilmu menanam saja. Dan kalau hanya itu, memang betul, tak perlu belajar ratusan SKS selama 5 tahun (saya lulus 5 tahun hehe🤭🤭🤭).

Di luar itu anda juga perlu belajar tentang management usahatani, pasar, sampai pengetahuan yang paling teknis mengenai komoditas yang akan anda tanam, misal soal lokasi tanam (ketinggian berapa yang optimal, jenis tanahnya apakah cocok, apakah tersedia air disana).

Baca juga : Ini Nih Mata Kuliah Yang Akan Dipelajari Mahasiswa Pertanian

Makanya sebelum memutuskan untuk terjun di usaha pertanian khususnya usahatani, calon petani perlu melakukan studi kelayakan usahatani.

Studi kelayakan bisa memastikan apakah usahatani tersebut bisa :

  • Dilaksanakan atau tidak,
  • Menguntungkan atau tidak,
  • Serta berkelanjutan atau tidak.

Hal teknis yang tak kalah penting harus di ketahui oleh calon pelaku usahatani adalah mengenai sifat-sifat produk pertanian.

Karena bagaimana pun, produk pertanian sangat berbeda jauh dengan produk non pertanian atau industri. Hal ini tak terlepas dari fakta bahwa yang kita kelola adalah makhluk hidup.

1. Sifat Produk Pertanian, Tidak Seragam

sifat produk pertanian
Salah satu sifat produk pertanian, tidak seragam

Jika produk industri dapat menghasilkan produk yang seragam, tidak untuk produk pertanian. Misalnya, dalam satu pohon jeruk tidak akan bisa menghasilkan buah-buah jeruk yang memiliki kualitas yang sama dan identik.

Untuk mengatasinya petani memilih benih yang tersertifikasi yang dijamin keseragamannya. Sehingga diharapkan hasil panen nanti juga seragam bentuk dan beratnya.

Sekalipun anda menanam benih yang diklaim tingkat keseragaman 99 persen, namun saat ditanam tak menjamin hal tersebut terjadi. Seringkali terdapat CVL (Campuran Varietas Lain) sehingga bentuk dan ukurannya juga akan beragam.

Untuk mengatasi hal tersebut, petani bisa melakukan sortasi dan grading. Jadi nanti tinggal pisahkan hasil panen yang beratnya sama, bentuk atau warna sama, sehingga harganya pun juga bisa beda.

2. Sifat Produk Pertanian, Produktivitas Tanaman Naik Turun

Produktivitas tanaman adalah hasil berupa tonase panen persatuan luas, misal 10 ton per hektar, 300 kg per tanaman dan lain-lain.

Karena tanaman adalah makhluk hidup maka produktivitas tertentu adalah hanya angka perkiraan atau estimasi.

Jadi angka hasil panen dengan menanam sekian ribu tanaman tidak musti hasilnya konstan atau tetap angka segitu. Bisa lebih rendah atau lebih tinggi dari itu.

Beda dengan produktivitas produk industri yang memproduksi barang mati, tentu bisa dihitung dan dipastikan angka yang dihasilkan misal dalam satu hari, atau satu bulan.

3. Makan Banyak Tempat

Produk pertanian dari hasil panen budidaya di lahan adalah bahan mentah (raw material) yang mempunyai massa dan volume yang besar sehingga membutuhkan alat pengangkutan yang besar dan tempat penyimpanan yang luas.

Sayangnya meskipun memiliki ukuran yang besar namun nilainya kebanyakan dianggap kecil misal singkong, ketimun, waluh dan lain-lain.

Hanya ada beberapa produk pertanian yang harga atau nilainya fantastis karena memang untuk memproduksinya cukup sulit misalnya vanili, safron, dan lain-lain.

Baca juga : [Fantastis] Inilah 8 Komoditas Pertanian Termahal Di Pasar Dunia

Untuk mengatasi hal di atas, maka calon pelaku usahatani perlu memikirkan tempat yang akan digunakan sebagai penyimpanan seperti gudang.

4. Pusat produksi jauh

Produk pertanian umumnya lokasinya jauh dari pemukiman padat atau perkotaaan. Hal ini dikarenakan, di perkotaan keberadaan sawah dan lahan pertanian sudah jauh berkurang.

Sementara orang-orang di kota tetap saja membutuhkan hasil pertanian untuk tetap hidup. Padi, Jagung, bahan pokok lain, sayur dan buah-buahan ditanam jauh dari perkotaan.

Oleh karena itu calon pelaku usahatani perlu memikirkan bagaimana nanti cara pemasaran atau distribusi hasil panen, secara aman tanpa merusak fisiknya.

5. Mudah Rusak atau Busuk

sifat produk pertanian
Salah satu sifat produk pertanian, mudah busuk

Produk hasil pertanian yang mengandung banyak air cenderung tidak tahan lama dan mudah busuk. Hal ini karena masih adanya proses fisiologis sel-sel dalam buah buah atau daun.

Sementara konsumen atau pasar membutuhkan produk pertanian yang masih segar atau fresh untuk dikonsumsi.

Tentu saja diperlukan penanganan pasca panen secara benar agar buah tidak cepat membusuk atau jauh lebih awet daya simpannya, misalnya disimpan dalam lemari pendingin.

Baca juga : 8 Langkah Mencegah Kebusukan pada Sayuran

Selain itu bisa juga diolah menjadi produk kering misal cabai diolah menjadi cabai kering agar daya simpannya bisa lama.

6. Bersifat Musiman

Produk pertanian bersifat musiman karena produk pertanian hanya akan dijumpai pada saat atau musim-musim tertentu, misal alpukad hanya ada saat musim panen alpukad, mangga, durian, melon, semangka dan sebagainya juga sama, akan mudah ditemui pada saat musim panennya.

Namun pada beberapa jenis bahan pokok seperti beras, jagung, gandum, memiliki karakter unik karena memiliki kadar air yang rendah sehingga produk berupa biji-bijian tersebut dapat disimpan jauh lebih lama.

Mungkin sudah Allah atur hal tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan pokok manusia sehingga manusia tidak kelaparan.

Untuk mengatasi persoalan buah musiman, adalah dengan mengolah menjadi produk turunan agar nilai tambah produk meningkat. Misal saat panen raya, harga mangga akan murah, nah mungkin bisa diubah jadi manisan mangga ataupun jus mangga yang bisa sedikit lama daya simpannya.

Selain itu agar ketersediaan produk pertanian bisa ada sepanjang tahun, dan harga juga bisa stabil, perlu adanya penanaman secara reguler tiap bulan agar barang juga tersedia sepanjang waktu.

Petani bisa melakukan rekayasa budidaya dengan menanam dalam greenhouse (sehingga aman saat musim hujan) serta menggunakan berbagai perlakuan agar bisa berbuah di luar musim.

7. Sifat Produk Pertanian, Harga Cenderung Fluktuatif (Naik Turun)

Produk pertanian tak hanya produktivitasnya yang naik turun, dari segi harga jualnya pun sama, fluktuatif atau naik turun.

Ada yang harganya berubah dalam waktu beberapa hari, tapi ada juga yang harganya berubah dalam beberapa jam saja, seperti harga cabai, tomat dan lain-lain.

Biasanya saat musim panen raya, harga akan anjlok karena suplai dari petani ke konsumen terlalu banyak, sementara saat suplai menurun harga akan mahal.

Menurunnya suplai disebabkan karena bukan lagi musim panen, ataupun sebenarnya lagi musim panen tapi banyak petani yang gagal akibat serangan hama penyakit atau cuaca ekstrim.

Untuk mengatasi itu, petani bisa memilih bermitra dengan pihak tertentu sehingga mendapatkan harga kontrak yang menguntungkan.

Atau bisa juga membentuk kelompok tani, untuk kemudian membentuk koperasi sehingga dapat memasarkan hasil panen dengan harga menguntungkan juga.

Selain itu, petani bisa juga melakukan strategu pengaturan jadwal tanam, kemudian melakukan diversifikasi tanaman (yang ditanam macam-macam), agar pada waktu tertentu mendapatkan harga yang tinggi.

Misal jika petani memiliki lahan tegalan 1 hektar, barangkali bisa dibagi menjadi 4-5 blok, misal ada tanaman sayuran yang bisa panen tiap bulan, ada juga blok tanaman sayur yang bisa panen 3 bulanan, atau tanaman buah yang nanti bisa panen tiap tahun.

Baca juga : 7 Kunci Keberhasilan Usahatani

Nah sobat BT itulah, sifat-sifat produk pertanian yang wajib diketahui sebelum terjun di usaha pertanian. Semoga bermanfaat khususnya bagi anda yang berminat usaha di bidang pertanian. Jangan lupa share artikel ini ke saudara, sahabat atau teman-teman anda yang lain ya. Terimakasih !

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.

About the Author: Insan Cita

Insan Cita, sebuah nama pena dari founder, owner sekaligus admin BelajarTani.com. Alumni Fakultas Pertanian. Bekerja di perusahaan pertanian, mengelola farm produksi. Aktif bertani di lahan sendiri maupun sewa.

Leave a Reply

Your email address will not be published.