Manfaat Ikut Kelompok Tani : Petani Maju dan Sejahtera

1429 View

Manfaat Ikut Kelompok Tani : Petani Maju dan Sejahtera– Berkelompok itu ibarat ikatan lidi pada sebuah sapu lidi, kuat dan tak mudah patah. Tentu saja berbeda dengan sebatang lidi yang mudah sekali dipatahkan. Oh..begitu rapuhnya jika ia hanya sebatang kara.

Begitu pula dengan seekor kambing yang jauh dari kelompoknya. Begitu rawan ia dari ancaman para serigala yang mengintai-nya sepanjang waktu.

Begitu juga dengan petani, petani yang berkelompok akan jauh lebih kuat, maju dan sejahtera. Jika petani ingin maju dan sejahtera maka sebaiknya petani ikut dalam kelompok tani.

Kelompok tani, diartikan sebagai sebuah perkumpulan atau organisasi yang dibentuk para petani atas dasar kesamaan jenis usaha atau kesamaan komoditas, pada suatu wilayah tertentu.

manfaat ikut kelompok tani
Kelompok tani di Tangerang. Image source: liputan6.com

Misal kelompok tani komoditas pangan (padi atau jagung), kelompok tani komoditas sayur, kelompok tani komoditas buah, kelompok tani komoditas bunga atau komoditas tani yang berfokus pada produk olahan atau agroindustri.

Baca juga : Kebijakan Pertanian Apa Agar Petani Indonesia Sejahtera ?

Saat ini, ikut bergabung kelompok tani seolah menjadi sebuah keharusan jika para petani di suatu wilayah tertentu bisa terangkat level usaha dan level ekonominya.

Terutama jika ia merupakan petani berlahan sempit. Amat kurang menguntungkan jika ia menanam komoditas yang membutuhkan lahan luas sementara nilai jualnya kecil. Misalnya jagung atau ketela, yang butuh luasan besar.

Akan tetapi petani dengan lahan sempit tadi (umumnya di Indonesia berkisar 0,25 ha – 0,3 ha), bisa naik level jika mengusahakan komoditas yang memiliki nilai jual yang tinggi, contohnya seperti melon ekslusif, tanaman vanili, produk sayur organik, dan lain-lain.

Baca juga : [10 Fakta Pertanian Thailand] Kenapa Pertanian Thailand Lebih Maju ?

Para petani yang berhimpun dalam sebuah wadah organisasi bernama kelompok tani tadi bisa bermitra dengan perusahan misalnya dalam hal pengadaan bahan baku, atau pun untuk mensuplai pasokan buah atau sayur tertentu di supermarket.

Baca juga : [Untuk Pemula] Tips dan Cara Menjadi Pemasok Sayur/Buah (Supplier) Di Supermarket

Sudah banyak cerita sukses kelompok tani yang bermitra dengan agroindustri, misalnya perusahaan saos atau sambal instan.

Tentu saja petani mendapatkan kepastian harga, sehingga bayang-bayang akan jatuhnya harga yang jauh dibawah biaya produksi per-tanaman bisa dihindari.

Baca juga : Jenis-jenis Biaya dalam Usahatani

Bahkan, tak sedikit kelompok tani yang mampu mengekspor komoditas panen mereka untuk pasar luar negeri. Jadi pintar-pintar anggota kelompok tani untuk mendapatkan koneksi bisnis mereka.

Koneksi, jejaring atau chanel bisnis, bisa petani dapatkan dari pemerintah dalam hal ini dinas pertanian, dari akademisi (dosen/universitas) ataupun melalui pameran-pameran pertanian yang sering di adakan di dalam negeri.

Baca juga : Mengenal Pameran Pertanian Yang Ada Indonesia

Dengan adanya kepastian harga, petani bisa membuat rencana biaya pengeluaran dan estimasi keuntungan, dengan jauh lebih mudah.

Intinya dengan adanya kelompok tani tadi, petani tidak hanya berkutat pada masalah teknik budidaya saja seperti bagaimana cara petani agar panen maksimal dan optimal.

Tapi diajarkan pula bagaimana memanage usaha taninya dengan benar agar petani mendapatkan keuntungan yang tinggi.

Di dalam kelompok tani, petani akan jauh lebih berdaulat. Berdaulat dari segi harga (karena kelompok tani bisa jadi price maker, atau jika bermitra masih bisa negosiasi harga).

Selain bermitra dengan agroindustri, petani bisa juga bermitra dengan perusahaan retail, restoran atau perhotelan yang biasanya membutuhkan pasokan sayuran segar secara rutin.

Ada juga retail supermarket yang meminta sayur organik. Biasanya untuk segmen menengah ke atas. Oleh karenanya harga sayur organik cukup mahal di pasaran.

Agar dapat memasok secara rutin, kelompok tani biasanya menerapkan strategi pengatuan jadwal tanam.

Baca juga : Perlunya Pengaturan Jadwal Tanam Cabai Secara Nasional

Selanjutnya jika sudah mempunyai kekuatan modal, kelompok tani pelan-pelan juga bisa sekaligus menggarap pasca panennya, yakni pemasaran, atau pengolahan-nya. Caranya bisa dengan membentuk koperasi petani.

Bagikan Artikel Ini Bosque, Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *