Tips dan Cara Jadi Pemasok Sayur/Buah (Supplier) Di Supermarket

33021 View

Tips dan Cara Jadi Pemasok Sayur/Buah (Supplier) Di Supermarket – Hallo sobat BT, sebagaimana judul, kita akan membahas cara jadi pemasok sayur/buah di supermarket. Nah sudah pada tahu kan supermarket merupakan salah satu jenis pasar ritel modern yang biasanya menjual hasil produk pertanian.

Nanti kita akan jabarkan juga jenis-jenis pasar modern selain supermarket, ada minimarket dan hipermarket. Ketiganya menjadi potensi peluang bagi para petani untuk memasarkan hasil pertaniannya disana.

Jadi bahasan bagaimana cara menjadi supplier di supermarket itu temanya sama saja dengan bagaimana menjadi pemasok sayur/buah di supermarket, bagaimana cara menjual sayur/buah ke supermarket, bagaimana cara memasukkan sayur/buah ke supermarket serta bagaimana cara menembus pasar supermarket.

Pada intinya apa yang dijabarkan pada paragraf di atas itu memiliki pengertian yang sama, yaitu bagaimana hasil panen petani bisa dijual di supermarket.

Baca juga : Pantas Saja Harga Cabai Mahal, Rantai Pemasarannya Aja Begini

Cara Jadi Pemasok Sayur
Cara Jadi Pemasok Sayur

Muncul pertanyaan kenapa repot-repot menjual hasil pertanian kes supermarket, sementara dijual di pasar manapun juga laku? Lalu apa untungnya menjadi pemasok buah dan sayur di supermarket?

Baca juga : Luarbiasa ! Petani Ini Bisa Hasilkan 100 Juta Per Hari [Inspirasi Tani]

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, saat anda pergi ke supermarket pernah anda amati bagaimana harga sayur/buah di sana? Harga-harga yang dipasang disana mahal-mahal bukan?

Ya, dengan sebuah syarat dan kriteria tertentu (kualitas dan kuantitas), barang atau komoditas pertanian yang ada disana pun dibeli dengan harga yang mahal dari petani.

Nah itulah yang mendorong banyak petani (puluhan bahkan ratusan) berlomba-lomba menjadi pemasok barang hasil pertanian ke supermarket.

Kondisi real pasar modern (supermarket)

Namun pada kenyataanya, untuk dapat menjadi pemasok/supplier atau penjual sayur/buah atau produk lain dalam konteks pertanian, itu bukan perkara mudah, terutama bagi petani pemula (yang baru pertama kali).

Memasuki pasar supermarket, terutama untuk petani atau pemasok pemula perlu strategi khusus. Hal ini disebabkan adanya beberapa tantangan perlu dihadapi oleh petani yang ingin hasil panennya masuk ke supermarket, dan akan kita bahas juga setelah ini.

Berikut ini gambaran tentang tantangan yang akan anda hadapi sebagai seorang petani pemasok yang masih pemula (nubie).

Tingkat persaingan (kompetisi)

Jika anda lihat jumlah barang di supermarket atau hipermarket tentu jumlahnya cukup banyak, beragam dan dapat dikatakan lengkap. Namun hal tersebut masih kalah jauh dari jumlah orang atau supplier yang ingin barangnya terdisplay disana. Hanya produk terbaik dan dicari konsumen saja yang bisa terpajang di supermarket. Siapkah anda menciptakan produk terbaik untuk bersaing dengan yang lain?

Modal dan SDM

Pekerjaan menjadi pemasok sayur atau buah di Supermarket juga bukan perkara simpel sebagaimana anda menjadi pemasok sayur di pasar tradisional. Di sektor ini anda membutuhkan modal dan SDM yang banyak untuk menjalankan operasional bisnis.

produk sayur segar di pasar tradisional

Oleh karena itu, untuk menghadapi tantangan di atas ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan antara lain :

  • Database supermarket target; terutama kontak dari departemen pembelian
  • Armada pengiriman : bisa berupa mobil box, motor atau pick up yang membantu proses pengiriman dengan tepat waktu
  • Gudang stok : untuk menjaga stok agar berkelanjutan, dan ada saat jadwal pengiriman, atau bahkan di luar jadwal pengiriman (permintaan tiba-tiba)
  • Surat ijin : berupa SIUP dan NPWP

Nah, sebelum lanjut ke pembahasan tips dan cara menjadi pemasok sayur/buah (supplier) di supermarket untuk pemula, kita bahas dulu tentang jenis-jenis pasar modern (modern market). Biar anda punya gambaran, pasar modern mana yang ingin anda masuki.

Gambaran isi dalam supermarket

Sebenarnya pasar modern dibagi menjadi 3 jenis antara lain Minimarket, Supermarket dan Hipermarket. Kebanyakan orang-orang menganggap ketiganya sama, padahal memiliki perbedaan.

1.Minimarket

Dari namanya nampak bahwa minimarket adalah toko/pasar modern yang berukuran kecil. Ya ukurannya tidak lebih daripada 10 m x 20 meter. Oleh karena itu, space untuk barang juga terbatas, kebanyakan barang hanya sedikit terdisplay jumlahnya. Ciri-ciri lain SDM yang mengelola juga tidak banyak (1-2 orang). Biasanya minimarket dimiliki oleh perorangan maupun perusahaan. Pemasok sayur/buah dapat langsung berhubungan dengan pemilik atau staf pembelian (jika ada).

Bagikan Artikel Ini. Trims !

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *