Mengulas Dampak Kenaikan Harga BBM Terhadap Bidang Pertanian

701 View

Dampak Kenaikan Harga BBM – Tok ! Pemerintah resmi mengumumkan kenaikan harga BBM di awal bulan ini. Dan seperti yang banyak orang duga muncul berbagai reaksi menolak kebijakan tersebut.

Berbagai elemen, mulai dari buruh, mahasiswa, supir ojol dan lainnya turun ke jalan untuk melakukan protes masal atau demonstrasi atas kebijakan pemerintah itu.

Apa sih alasan berbagai elemen masyarakat tersebut menolak kenaikan harga BBM ? Lalu bagaimana dampak kenaikan harga BBM terhadap sektor pertanian ?? Yuk kita simak uraian berikut ini sobat BT !

Alasan Protes Massal/Demonstrasi

Demo menolak kenaikan harga BBM. Image source : gelora.co

Saat ini kondisi ekonomi secara umum masih belum pulih benar. Termasuk pertanian yang cukup parah terkena dampak pandemic covid19.

Banyak ekonom yang menilai bahwa kebijakan menaikkan harga BBM belum tepat waktunya. Menaikkan BBM yang merupakan komoditas sangat vital pasti berdampak terhadap ekonomi masyarakat.

Sehari pasca dinaikkan, banyak sekali elemen masyarakat seperti nelayan, sopir angkutan umum yang tidak bekerja lantaran tidak mampu membeli BBM dengan harga baru.

Tak menunggu waktu lama, harga-harga produk lain pun ikut naik. Mulai harga nasi goreng, harga tarif bus, harga sembako latah ikut naik.

Bisa dibilang BBM itu bagaikan darah bagi manusia, yang berfungsi sebagai transportasi atau pengangkut sari makanan ke seluruh bagian tubuh.

Jadi perannya sangat vital. Menjadi kebutuhan pokok atau primer, yang tidak bisa ditunda. BBM itu juga ibarat kaki, yang dibutuhkan untuk berjalan dan berlari menuju tempat tujuan.

Makanya hampir semua kalangan masyarakat semua membutuhkan BBM, mulai dari kalangan bawah hingga atas, pasti tak lepas dari penggunaan BBM.

Dampak Kenaikan BBM terhadap Sektor Pertanian

Semua elemen pasti terkena dampak kenaikan BBM termasuk petani. Semua sektor yang membutuhkan BBM, pasti terkena dampaknya, tak terkecuali sektor pertanian.

Kegiatan pertanian juga membutuhkan BBM mulai dari pra-produksi hingga pasca panen. Sehingga, dengan naiknya BBM, maka juga akan meningkatkan biaya produksi.

#1. Kenaikan Biaya Input Produksi

Dengan naiknya harga BBM, harga input produksi seperti pupuk, benih dan pestisida juga mengalami kenaikan. Mengapa ?

Hal ini dikarenakan kenaikan BBM juga meningkatkan biaya produksi (operasional produksi dan logistik) pada industri tersebut.

Selain faktor kenaikan BBM, dicabutnya subsidi pupuk juga membuat harga pupuk yang harus ditebus petani juga jauh lebih tinggi alias tambah mahal.

#2. Kenaikan Biaya Operasional Produksi Pertanian

Tak sedikit petani yang menggunakan pompa air untuk mendapatkan air untuk pengairan. Jika BBM nya naik maka biaya BBM untuk pengairannya juga meningkat.

Pun juga dengan biaya olah tanah yang menggunakan tractor, biaya membeli BBM nya meningkat.

Dan yang tak kalah penting adalah biaya tenaga kerja lahan juga ikut mengalami kenaikan. Tenaga kerja yang murah, tentu akan semakin sulit didapat, karena banyak tenaga kerja pertanian yang beralih ke industri karena mendapatkan upah yang jauh lebih tinggi.

#3. Kenaikan Biaya Panen dan Pasca Panen

Kenaikan biaya operasional produksi pertanian terjadi dari hulu ke hilir, dari pra tanam hingga panen dan pasca panen.

Mesin pemanen yang petani gunakan membutuhkan BBM, sehingga tentu saja biaya untuk panen jadi meningkat.

Jika pemanenan dilakukan secara manual dengan tenaga manusia, biaya tenaga kerjanya juga pasti mengalami kenaikan. Setelah panen selesai, hasil panen biasanya akan diangkut dari lahan ke gudang penyimpanan.

Nah, proses pengangkutan baik itu menggunakan jasa logistik atau menggunakan mobil sendiri tetap membutuhkan BBM yang harganya sudah naik tadi.

Belum lagi jika hasil panen masih akan diolah di agroindustri. Mesin-mesin pengolah mulai dari mesin pengering, mesin pengaduk, mesin pencetak hingga mesin pengemas juga menggunakan BBM.

Makanya kenaikan BBM bisa meningkatkan biaya produksi, dan biaya produksi memaksa harga jual komoditas juga naik. Kondisi inilah yang kerap kali disebut dengan inflasi.

#4. Kenaikan BBM Mendorong Inflasi

Inflasi adalah kondisi dimana harga suatu produk barang atau jasa mengalami kenaikan.

Akibat dari inflasi adalah daya beli masyarakat yang menurun. Dengan kata lain kemampuan ekonomi masyarakat menjadi turun.

Mengapa dikatakan kemampuan ekonomi masyarakat turun ? Ini disebabkan kenaikan BBM meningkatkan harga semua komoditas tanpa terkecuali.

Misalnya, sebelum ada kenaikan harga uang 100.000 bisa untuk membeli telur 4 kg (harga 25.000/kg), setelah harga naik menjadi 30.000/kg, maka dengan uang yang sama hanya mendapatkan 3 kg.

Sehingga disadari atau tidak inflasi ini akan menciptakan kemiskinan baru. Orang yang semula sanggup mencukupi kebutuhannya, berubah menjadi tidak mampu sebab kekayaannya makin tergerus oleh kenaikan harga.

Dan tentu saja yang sangat rentan terhadap fenomena inflasi ini adalah golongan menengah ke bawah.

Sementara golongan menengah atas, yang memiliki banyak asset akan semakin kaya, karena harga asset mereka juga mengalami kenaikan.

Sementara golongan menengah ke bawah yang sedikit memiliki tabungan, kekayaannya akan terkikis habis oleh sebab inflasi tadi.

Penutup ; Dampak Kenaikan Harga BBM

Dari uraian di atas, setuju atau tidak setuju, menurut saya kenaikan BBM sangat berdampak negatif terhadap sektor pertanian secara umum, dan bagi kehidupan petani secara khusus.

Jika harga-harga kebutuhan naik, namun tidak diimbangi kenaikan pendapatan, akan tetap membuat petani dalam kondisi yang miskin dan menderita.

Kenaikan harga pupuk, pestisida dan input produksi lain, serta kenaikan biaya operasional lainnya akan membuat petani terpukul, khususnya petani bermodal kecil.

Lalu akibatnya adalah….anda bisa menilai sendiri kan ? Sektor pertanian tidak akan mengalami kemajuan. Begitu juga dengan kesejahteraan petani, hanyalah mimpi di siang bolong.

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *