bt
Menu

Cara Kerja Fungisida Bahan Aktif Tembaga Hidroksida

04/02/2019 | Pupuk dan Pestisida

Belajartani.com – Dari banyak jenis fungisida, fungisida dengan bahan aktif Tembaga Hidroksida (copper hydroxide) adalah salah satu jenis yang sering digunakan petani. Rumus kimia dari Tembaga Hidroksida yakni Cu(OH)2.

Fungisida tembaga hidroksida ini cukup banyak manfaatnya antara lain untuk mengendalikan penyakit embun bulu atau downy mildew, bercak daun Cescospora dan antraknosa pada tanaman cabai, tomat, anggur maupun semangka, serta hawar daun (busuk daun) pada padi dan kentang.

Cara Kerja Fungisida Tembaga Hidroksida
Menurut FRAC (Fungicide Resistance Action Committee), berdasarkan cara kerja (mode of action) fungisida tembaga hidroksida masuk golongan Inorganik (kode cara kerjanya M1 untuk Multisite Activity).

Fungisida Multisite (M) adalah fungisida yang umumnya bekerja secara kontak yang bisa mengendalikan banyak jamur di kelas yang berbeda (seperti dibahas di paragrafi ke 2). Contoh selain tembaga, antara lain Mankozeb (M3) dan Klorotalonil (M5).

Gerakan dari fungisida kontak adalah bergerak di permukaan tanaman, oleh karena cara kerjanya itu fungisida multisite masuk kelompok fungisida resiko resistensi rendah.

Berbeda dengan fungisida single-site (umumnya sistemik), yang bekerja pada titik tertentu pada jalur biosintesis dalam tubuh patogen (jamur), yang jika digunakan terus menerus akan menyebakan resisten.

Walaupun fungisida sistemik punya potensi resisten lebih tinggi dibanding kontak, namun potensi dampak negatif fungisida sistemik lebih rendah terhadap lingkungan, ataupun terhadap organisme non target.

Oleh karena itu, kalo anda liat saat ini lebih banyak dikembangkan fungisida dengan cara kerja single-site (cara kerja sistemik).

Nah, fungisida tembaga yang bekerja multisite, diketahui lebih beracun terutama jika diserap tanaman. Namun dari segi resistensi ia lebih aman dari resistensi silang antara anggota kelompok M1 sampai M9.

Makanya ada fungisida bahan aktif ganda ManKocide, yakni campuran (mix) bahan aktif tembaga dengan mankozeb.

ManKocide. Image source : etec.co.nz

Sekilas Tentang Resistensi Fungisida
Resistensi fungisida adalah menurunnya sensitivitas atau respon, dampak terhadap suatu fungisida dari sebuh jamur patogen tertentu akibat terjadinya proses evolusi DNA.

Akibatnya patogen yang sudah resisten atau sangat resisten butuh dosis lebih tinggi atau intensitas aplikasi yang lebih sering daripada sebelumnya.

Formulasi Fungisida Tembaga Hidroksida
Fungisida bahan aktif tembaga hidroksida biasanya diformulasi dalam bentuk WP dan WG, dengan kandungan bahan aktif yang cukup tinggi antara lain 77% atau 80%.

Baca juga : Embun Tepung (Powdery Mildew) dan Beberapa Cara Pengendaliannya

Contoh Fungisida Tembaga yang beredar di pasaran : Kocide 54 WG, Kocide 77 WP, Champion 77 WP, Copcide 77 WP, Cuprocide 77 WP, Funguran 80 WP, Hydrocide 80 WP dan lain-lain.

Waktu Aplikasi Fungisida Tembaga
Karena fungisida tembaga bersifat kontak, maka dia digunakan sebagai pelindung (protektif) sekaligus pengendali patogen jamur. Waktu aplikasi fungisida tembaga umumnya setelah tanaman berumur 3 minggu hingga 1 bulan setelah tanam.

Bagikan ke teman anda :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Follow our IG

Instagram.com/PertanianKini

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! ♥