6 Penyebab Mahalnya Harga Pangan atau Produk Pertanian

1750 View

Penyebab Mahalnya Harga Pangan – Hallo sobat BT, pernahkah anda ditanya mengapa harga emas mahal dan sementara harga pasir sangat murah?

Saya yakin anda sudah tahu jawabannya mengapa harga emas jauh lebih mahal dibanding dengan pasir.

Ya, seperti yang kita ketahui semua, harga emas mahal karena emas adalah logam mulia yang jumlahnya di alam terbatas, serta butuh usaha yang cukup besar untuk mendapatkannya.

Nah, di bidang pertanian juga sama nih sob. Ada beberapa jenis produk yang sifatnya seperti emas, yaitu jumlahnya terbatas serta sulit mendapatkannya. Sehingga dari sisi harga juga cenderung stabil.

Selain itu, ada juga produk pertanian yang harganya cenderung naik turun bergantung pada jumlah pasokan, permintaan dan penawarannya.

Ada kalanya harga produk pertanian jadi sangat mahal mengalahkan harga daging. Naik turun harga pertanian telah menjadi karakter atau sifat daripada produk pertanian itu sendiri.

Mengenai sifat produk pertanian lain, anda bisa baca pada article berikut ini >> 7 Sifat-sifat Produk Pertanian [Wajib Tahu Sebelum Terjun Usaha Pertanian].

Nah sobat BT, ada beberapa penyebab mahalnya harga produk pangan/pertanian yang terjadi di lapangan. Tentu saja artikel ini akan menjawab, pertanyaan kenapa harga cabai sekarang mahal? Kenapa pula saat tertentu misal saat panen raya harga cabai anjlok?

Mengapa harga porang dulu mahal tapi sekrang jadi murah, misalnya. Atau mengapa harga sembako saat menjelang lebaran pada mahal-mahal semua?

Atau mengapa harga vanili atau saffron atau melon premium harganya mahal dan cenderun glebih stabil ? Yuk simak 5 penyebab mahalnya harga pangan atau produk pertanian.

1. Susah Dalam Memproduksinya

Vanili, salah satu komoditas yang sulit diproduksi

Mahalnya harga suatu pangan atau produk pertanian bisa disebabkan karena produk tersebut susah untuk dalam proses produksinya.

Karena susah dalam memproduksi, maka biasanya hanya sedikit saja yang mau melakukannya. Atau bisa jadi karena produk tersebut hanya bisa tumbuh di wilayah tertentu saja sehingga penyediaan barangnya terbatas.

Contohnya saja vanili atau saffron, yang merupakan salah satu produk/komoditas pertanian termahal di dunia.

Baca juga : [Fantastis] Inilah 8 Komoditas Pertanian Termahal Di Pasar Dunia

Proses produksi yang susah dan rumit pada komoditas tersebut tentulah menyebabkan harganya mahal. Pada saafron misalnya untuk menghasilkan 1 kg saffron kering saja dibutuhkan 150.000-200.000 bunga saffron yang dalam 1 bunganya terdapat 3 helai putik.

2. Biaya Produksi Mahal

Biaya produksi mahal salah satu Penyebab Mahalnya Harga Pangan

Mahalnya suatu produk pertanian juga disebabkan oleh besarnya biaya produksi atau investassi yang dikeluarkan. Akibatnya juga berdampak pada harga jualnya yang jadi mahal.

Baca juga : Jenis-jenis Biaya dalam Usahatani

Misal produksi melon premium, membutuhkan biaya investasi yang cukup mahal, misalnya untuk membangun greenhouse baja, jaringan irigasi otomatis dan lain-lain.

Agar dapat menutupi biaya investasi, melon kualitas premium tersebut dijual dengan harga mahal, dikemas secara menarik dan tentu saja dijual di tempat tertentu seperti supermarket.

3. Jumlah Petani Terbatas

Apa korelasi jumlah petani yang menanam dengan harga jual nya yang mahal? Ini berkaitan erat dengan pasokan barang.

Semakin sedikit petani yang menanam maka sedikit hasil panen yang dihasilkan begitu pula sebaliknya, dampaknya jika sedikit yang menanam maka stoknya akan terbatas juga, sehingga harganya akan cenderung turun.

Sedikitnya petani yang menanam bisa jadi karena memang komoditas tersebut masih belum banyak dikenal, bisa juga karena tingkat kesulitan yang tinggi, atau memang komoditas tersebut hanya bisa diproduksi di daerah tertentu saja dan tak bisa jika ditanam di daerah lain.

4. Terjadi Kegagalan Panen

Kegagalan panen berpengaruh pada pasokan barang di pasar. Petani mengalami gagal panen biasanya karena adanya bencana alam seperti gunung Meletus, banjir atau kekeringan, serta serangan hama penyakit.

Kegagalan panen pada areal yang luas, akan berdampak secara luas pula. Muaranya akan kembali pada pasokan barang, dimana barang yang dibutuhkan jadi langka, menyebabkan harganya melambung.

5. Momen-momen Hari Besar

Pada hari besar tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri, harga biasanya mengalami kenaikan. harga sembako seketika meroket dan menjadi mehal.

Penyebabnya klasik, saat hari raya terjadi peningkatan permintaan oleh konsumen, di saat yang sama terkadang penawaran atau suplai barang tidak mencukupi atau memang tidak tersedia.

Biasanya untuk menstabilkan harga pemerintah melakukan operasi pasar. Jika stok atau cadangan pangan nasional tidak aman biasanya pemerintah melakukan impor.

6. Rantai Distribusi Panjang

Bisa jadi harga beli dari petani tidaklah mahal namun karena melalui rantai distribusi yang panjang menyebabkan harga saat sampai di konsumen menjadi mahal.

Hal ini disebabkan pada setiap rantai distribusi ada berbagai macam biaya yaitu biaya angkut, biaya pengemasan, biaya penyusutan dan yang tak ketinggalan adalah marjin atau keutungan untuk masing-masing saluran distribusi/pemasaran.

Selain berdasarkan harga pasar, harga komoditas pertanian bisa saja dibuat oleh petani, artinya petani sebagai price maker. Acuan harga petani tentu dari HPP (harga patokan produksi) plus marjin keuntungan yang diperoleh.

Saat hasil panen mengalami banyak kerusakan tentu membuat biaya produksi naik, maka agar petani tidak mengalami kerugian besar, petani bisa menaikkan harga jual mereka kepada para pedagang pemasok atau konsumen akhir.

Jika alurnya seperti ini maka petani akan jauh lebih Berjaya. Berapapun harga yang sampai di konsumen atau pasar, petani sudah mendapatkan keutungannya lebih dulu.

Baca juga : Pantas Saja Harga Cabai Mahal, Rantai Pemasarannya Aja Begini

Nah sobat BT itulah penyebab mahalnya harga pangan atau produk pertanian versi belajartani.com. Semoga bermanfaat. Khususnya bagi anda yang hendak serius menekuni usaha bidang pertanian.

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *