bt
Menu

Penyebab Tanah Menjadi Tidak Produktif dan Cara Memulihkannya

Belajartani.com – Walaupun media tanam saat ini jenisnya sudah beragam, namun tanah masih menjadi media utama bagi sektor pertanian. Sebenarnya ada beberapa jenis media tanam yang sering digunakan petani selain tanah yaitu pupuk kandang, kompos, sabut kelapa, sekam padi dan arang.

Sebagai petani anda harus memahami penyebab mengapa tanah pertanian produktivitasnya menurun atau tidak produktif sama sekali. Penyebab tanah menjadi tidak produktif tak lain karena perbuatan manusia itu sendiri mengapa tanah pertanian menjadi tidak produktif.

Perbuatan manusia yang menyebabkan tanah menjadi tidak produktif antara lain seperti penebangan hutan yang menyebab terjadinya erosi tanah, penggunaan pupuk kimia yang berlebihan serta penggunaan lahan secara terus menerus tanpa adanya perbaikan.

Di antara anda mungkin pernah punya pengalaman jika tanah atau lahan pertanian yang anda garap, produktivitas per hektarnya menurun dari tahun ke tahun. Di satu sisi biaya input produksi seperti biaya tenaga kerja semakin lama semakin meningkat.

Baca juga : 5 Jenis Media Tanam yang Sering Digunakan oleh Petani

Bagaimana cara memulihkan tanah tidak produktif?

Selain pertanyaan di atas ada banyak pertanyaan serupa seperti :

  • Bagaimana cara memperbaiki struktur tanah ?
  • Bagaimana cara memperbaiki kesuburan tanah ?
  • Bagaimana cara menggemburkan tanah ?
  • Bagaimana cara menyuburkan tanah ?
  • Bagaimana cara mengolah tanah yang baik?

Nah, biar efektif waktu, pertanyaan-pertanyaan di atas, mari kita bahas sekalian sama penyebab mengapa tanah menjadi tidak produktif. Saya harap anda sudah punya gambaran bagaimana solusi dari masalah yang anda hadapi yaitu soal tanah pertanian tidak produktif.

Penyebab tanah menjadi tidak produktif dan cara memulihkannya

#1. Tanah kurang air, tanah yang kurang biasa menjadi tandus dan kering. Untuk mengatasinya yaitu dengan membangun sistem irigasi yang dapat mencukupi kebutuhan air pada tanah atau lahan tersebut sehingga menjadi produktif kembali.

Baca juga : Mau Buat Instalasi Irigasi Tetes atau Drip Irrigation Sederhana ? Inilah Komponen Yang Perlu Anda Siapkan

#2. pH tanah rendah (tanah asam), tanah yang memiliki pH rendah sangat tidak produktif untuk semua jenis komoditas tanaman. Untuk mengatasinya anda perlu menambahkan kapur. Tanah dengan pH rendah memiliki kemampuan menyerap nutrisi yang rendah pula.

Baca juga : 3 Kejelekan Tanah Asam dan Cara Mengatasinya

#3. Lahan kurang subur, biasanya dikarenakan kurang unsur hara nitrogen. Walaupun tanaman bisa tumbuh namun tidak bisa optimal. Pembentukan organ tanaman pada awal masa pertumbuhan seperti akar, daun dan batang pun tidak maksimal, akibatnya hasil panen pun tidak maksimal.

Baca juga : 3 Jenis Pupuk Organik yang Sering Digunakan Oleh Petani

Cara mengatasinya ditambahkan pupuk organik (kaya N) dan menanam tanaman yang bersimbiosis mutualisme dengan bakteri Rhizobium lalu membentuk bintil akar untuk menambat Nitrogen dari udara bebas.

#4. Struktur tanah padat dan tidak berongga, kondisi tanaman seperti ini menyebabkan sirkulasi oksigen di tanah kurang baik. Perakaran tanaman juga tidak bisa maksimal. Mengatasinya dengan cara melakukan pembajakan/olah tanah yag baik.

Baca juga : Cegah Layu Sejak Dini dengan Pengolahan Tanah yang Baik

Membajak lahan dengan kuda di Amerika Serikat

#5. Tanaman homogen, sebenarnya menanam tanaman jenis apapun, sampai kapanpun tidaklah menjadi masalah selama kebutuhan nutrisi tanaman terpenuhi. Sayangnya dengan menanam tanaman jenis terus-menerus menimbulkan efek samping yang lain seperti perkembangan hama penyakit terus menerus. Solusinya dilakukan rotasi tanaman untuk memutus siklus hama penyakit tersebut.

Baca juga : Kubis Terserang Akar Gada (Club Root), Gimana Ya Solusinya?

#6. Penggunaan lahan tanpa istirahat, sumberdaya lahan sama seperti sumberdaya lainnya. Tentu ada titik jenuhnya. Penggunaan lahan terus-menerus seringkali menyebabkan kejenuhan tanah.

Baca juga : Pupuk Organik : Cara dan Langkah-langkah Pembuatan Serta Peluang Bisnisnya

Cara mengatasinya, tanah perlu diistirahatkan (berau) untuk pemulihan, kemudian saat akan digunakan kembali ditambahkan pupuk organik yang cukup banyak.

#7. Penggunaan pupuk kimia berlebihan, penggunaan pupuk kimia berlebihan telah terbukti secara nyata menurunkan produktivitas lahan serta menyebabkan kerusakan tanah yang cukup serius. Cara mengatasinya yaitu dengan mengurangi proporsi pupuk kimia hingga penghentian pemakaian.

Baca juga : 12 Cara Mengurangi Penggunaan Pestisida Kimia

#8. Banyak hama penyakit dalam tanah, hama dan penyakit dalam tanah juga dapat menyebabkan produktivitas tanaman berkurang bahkan tidak produktif. Untuk mengatasinya perlu dilakukan pengolahan tanah yang baik untuk membunuh patogen dalam tanah tersebut.

Baca juga : Perlakuan Tambahan Ini, Bisa Atasi Hama Penyakit Dalam Tanah

#9. Erosi (pengikisan tanah), erosi tanah juga menyebabkan tanah menjadi berkurang produktivitasnya bahkan tidak produktif sama sekali. Hal ini disebabkan lapisan tanah yang subur (banyak mengandung hara) di bagian atas, mengalami pengikisan tanah oleh air. Cara mengatasinya yaitu dilakukan reboisasi atau penanaman pohon lindung kembali, serta membentuk terasering (teras).

Pembuatan teras pada lahan miring agar tidak erosi

#10. Adanya pencemaran limbah atau zat kimia, tanah yang mengandung limbah kimia mematikan bagi semua jenis makhluk hidup tak terkecuali tanaman. Tanah yang tercemari limbah menjadi tidak produktif. Untuk mengatasinya perlu dilakukan bioremidiasi (penguraian limbah dengan mikroorganisme pengurai).

Bagikan ke teman anda :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Follow our IG

Instagram.com/PertanianKini

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! ♥