Inilah Perbedaan Agribisnis, Agroindustri dan Agroteknologi

Perbedaan Agribisnis, Agroindustri dan Agroteknologi – Hallo sobat BT, apa kabar semuanya? Semoga sehat dan sejahtera selalu ya. Aamiin.

Kali ini kita akan bahas 3 istilah yang sering kita dengar dan apa sih perbedaannya. Istilah agribisnis, agroindustri dan agroteknologi adalah istilah yang sering dibahas di sektor pertanian.

Meski terdapat perbedaan pada istilah agribisnis, agroindustri dan agroteknologi, namun ketiganya memiliki kaitan yang cukup erat.

Perbedaan Agribisnis, Agroindustri dan Agroteknologi

Perbedaan Agribisnis, Agroindustri dan Agroteknologi#1. Agribisnis

Agribisnis adalah istilah pada bisnis bidang pertanian yang mencakup kegiatan dari hulu hingga ke hilir, yaitu mulai dari kegiatan pra produksi, produksi, pasca panen hingga proses distribusi atau pemasaran produk pertanian ke konsumen akhir.

Selain definisi di atas, banyak juga yang mengartikan agribisnis adalah segala bentuk bisnis yang berkaitan dengan pertanian (secara luas). Jadi, tak hanya soal memproduksi atau budidayanya, namun apapun itu yang masih berbau pertanian, maka itu termasuk agribisnis.

Berikut ini bisnis pertanian yang masuk dalam kegiatan agribisnis.

Produksi pertanian

Produksi pertanian secara arti sempit yaitu produksi atau budidaya tanaman pangan, hortikultura, buah-buahan dan obat-obatan/rempah, dengan menggunakan teknologi pertanian modern dan input produksi untuk mendapatkan hasil yang optimal.

Secara luas produksi pertanian juga mencakup subsektor lain lain yaitu peternakan, perikanan, dan perkebunan, seperti ternak sapi, ayam, domba, tambak udang, bandeng, berkebun teh, kopi, tebu dan lain-lain.

Rekomendasi :  Mengenal Sayur Terubuk, Si Bunga Tebu Bercita Rasa Manis !

Pengolahan hasil pertanian

Pengolahan hasil pertanian aitu kegiatan mengolah hasil panen berupa raw material (bahan mentah) menjadi bahan setengah jadi atau jadi, yang meningkatkan nilai tambah. Contoh mengolah cabai menjadi saus, kedelai menjadi tempe, tepung menjadi roti, susu menjadi yogurt, tebu menjadi gula dan lain-lain.

Distribusi dan Pemasaran

Adalah kegiatan mengangkut segala jenis barang yang berkaitan dengan pertanian, baik itu berupa sarana produksi seperti pupuk, alat mesin pertanian, pestisida, atau hasil pertanian (panen) ataupun hasil olahannya, melalui jaringan distribusi dan pasar agribisnis.

Jadi, tugas dari proses distribusi adalah memastikan produk pertanian dan olahannya bisa sampai pasar, sementara pemasaran pertanian memastikan produk pertanian yang sudah sampai di pasar tadi bisa sampai ke tangan konsumen dan memastikan pasokan produk yang stabil.

Penyimpanan

Adalah kegiatan penyimpanan produk pertanian, baik itu produk mentah maupun produk olahan. Tempat yang digunakan untuk melakukan penyimpanan hasil panen antara lain gudang, cold storage, yang berguna untuk menjaga kualitas dan keamanan produk.

Riset dan pengembangan

Adalah kegiatan yang bertujuan untuk menemukan teknologi terbaru yakni berupa produk berkualitas unggul melalui sejumlah penelitian baik itu di lapangan maupun di laboratorium. Misalnya benih varietas unggul, pupuk berkualitas tinggi (yaitu yang mudah terserap tanaman dan tidak merusak tanah), pestisida yang jauh lebih aman untuk lingkungan, serta teknologi alat mesin pertanian mutakhir.

Permodalan

Yaitu kegiatan yang membantu para pelaku agribisnis seperti petani mendapatkan akses modal supaya kegiatan produksi dapat berlangsung sebagaimana yang diharapkan. Akses permodalan diharapkan bisa diakses oleh petani yang baru akan mulai usahatani ataupun bagi petani yang ingin mengembangkan skala usahanya

Rekomendasi :  Pembiayaan Syariah, Alternatif Solusi Untuk Petani

Konsultasi

Adalah kegiatan yang bertujuan untuk pendampingan, peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani, serta memotivasi petani supaya produktivitas dan efisiensinya meningkat. Contohnya melalui kegiatan penyuluhan, sekolah lapang, diskusi

Nah sobat BT, berdasarkan uraian di atas, bisa disimpulkan bahwa agribisnis adalah sebuah sistem yang saling terkait antar kegiatan satu sama lain, mulai dari pra tanam, sampai pemasaran.

#2. Agroindustri

Agroindustri adalah kegiatan mengolah hasil panen menjadi produk setengah jadi atau produk jadi yang memiliki nilai tambah lebih dibandingkan jika dijual dalam bentuk raw material (bahan baku mentah).

Berikut ini beberapa contoh kegiatan agroindustri.

Pengolahan pangan

Yaitu memproses produk pertanian untuk konsumsi atau pangan. Contoh tebu menjadi gula, gandum menjadi tepung dan lain-lain.

Pembuatan makanan dan minuman olahan

Mengolah hasil panen pertanian menjadi produk makanan olahan berupa roti, kue atau makanan ringan. Serta menjadi minuman seperti buah diolah menjadi jus buah, minuman sari buah atau sirup buah.

Produksi bahan baku

Pengolahan hasil panen untuk keperluan bahan baku industri, seperti industi pakan ternak yang mengolah jagung jadi pakan ternak. Industri pakaian seperti mengolah kapas untuk bahan pakaian. Dan industri kosmetik yang mengolah zaitun menjadi minyak zaitun.

#3. Agroteknologi

Agroteknologi adalah penerapan teknologi pada sektor pertanian seperti teknologi alat mesin pertanian, teknologi irigasi presisi (drip fertigasi), teknologi pengendalian hama penyakit dan lain-lain. Penggunaan teknologi pertanian bertujuan untuk meningkatkan produktivitas tanaman dan efisiensi biaya.

Rekomendasi :  Bisnis Jus Buah: Bisnis Recehan dan Gak Bikin Kaya? Wait, Berikut 5 Alasan Mengapa Bisnis Jus Buah Layak Dijalankan

Berikut ini beberapa contoh kegiatan agroteknologi.

Riset dan pengembangan

Melakukan penelitian dan pengembangan untuk menemukan teknologi yang lebih baik dan efisien seperti varietas unggul tahan penyakit, teknologi pengendalian hama penyakit yang jauh lebih efektif, efisien serta ramah lingkungan.

Penggunaan alat mesin pertanian

Penerapan alat dan mesin pertanian (alsintan), seperti alat tanam (tranplanter), bajak (rotary tiller, rotavator), pemanen (harvester), agar lebih cepat dan irit biaya.

Penerapan teknologi budidaya modern

Penerapan teknologi mulai dari olah tanah, tanam, perawatan (pemupukan, pengairan dan pengendalian hama penyakit), menggunakan teknologi yang mampu meningkatkan profuktivitas dan efisiensi biaya operasional.

Teknologi pendukung

Selain pada proses budidaya di lapangan, penggunaan teknologi pendukung juga sangat penting, seperti penggunaan teknologi sensor, internet of thins (IOT), dapat membantu petani memantau kondisi cuaca, dan kondisi tanaman secara real time, serta memprediksi hasil panen.

# Kesimpulan

Dari uraian di atas, kita akan dengan mudah menyimpulkan apa perbedaan agribisnis, agroindustri dan agroteknologi.

Ya, kesimpulannya adalah agroindustri dan agroteknologi adalah bagian dari agribisnis. Agribisnis adalah sebuah sistem-nya, sementara agroindustri dan agroteknologi adalah subsistem-nya.

Secara umum, ketiga konsep ini saling terkait dan memainkan peran penting dalam memastikan ketersediaan pangan yang cukup dan memajukan sektor pertanian.

Karena peran pentingnya itu juga, membuat agribisnis, agroindustri dan agroteknologi dijadikan sebagai nama dari jurusan kuliah di universitas.

Share, jika konten ini bermanfaat !

Artikel Terkait

About the Author: Insan Cita

Insan Cita, founder & owner BelajarTani.com - Alumnus FP - Bekerja di agriculture corp - Hobi ngeblog & berkebun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *