Pemasaran Agribisnis : Begini Cara dan Strateginya !

Pemasaran Agribisnis – Membahas pertanian khususnya agribisnis, sebagian dari anda mungkin tak asing dengan istilah pemasaran agribisnis. Yang belum tahu mungkin bertanya apa itu pemasaran agribisnis ?

Pemasaran agribisnis adalah sebuah proses aktivitas menjual produk pertanian yang dihasilkan petani kepada pembeli atau konsumen.

Jadi, pemasaran agribisnis itu sama dengan juga dengan pemasaran produk pertanian dan turunannya.

Oleh karena itu sebelum anda mulai memasarkan produk, hal terlebih dulu harus anda miliki adalah produk itu sendiri.

Sebelum anda memutuskan untuk memproduksi barang tersebut, tentu anda sudah memiliki gambaran bagaimana market yang akan anda tuju.

Sebagaimana pemasaran produk lainnya, pemasaran aribisnis juga memerlukan banyak strategi agar produk yang anda hasilkan bisa terserap oleh pasar.

Tapi sebelum membahas strategi apa saja yang perlu dilakukan oleh petani produsen, anda sebaiknya mengetahui cara pemasaran produk pertanian.

2 Cara Pemasaran Agribisnis/Produk Hasil Pertanian

Pemasaran Agribisnis#1. Pemasaran Langsung

Rekomendasi :  Sektor Pertanian Ditinggalkan Generasi Muda? Ini Nih Solusi Mentan Amran...!

Menjual produk pertanian langsung kepada konsumen melalui pasar tradisional, pasar car free day, pameran agribisnis, bazar pertanian atau toko online marketplace seperti facebook marketplace, tokopedia atau shopee.

#2. Pemasaran Tidak Langsung

Menjual produk pertanian kepada pihak perantara yang kemudian akan dijual lagi ke konsumen akhir misalnya pedagang pengepul, pedagang besar (grosir) atau pedagang pengecer, serta melalui pasar modern/ritel.

Pemasaran ke pasar ritel (supermarket) yang biasanya dijual secara ecer, dan memiliki grade kualitas yang baik (untuk target pasar premium).

Nah, dari 2 cara pemasaran di atas mana yang cocok dengan produk anda, mana yang mudah anda kerjakan, tentu anda sendiri yang jauh lebih mengerti.

Umumnya para petani menjual hasil panen mereka kepada pedagang penebas atau pedagang pengepul, atau pedagang besar yang biasanya dijual lagi ke luar kota, ke pasar induk atau pun ke luar pulau.

Namun tak ada salahnya jika anda menjual langsung ke konsumen. Dengan cara pemasaran langsung, marjin yang ada peroleh tentu akan jauh lebih besar karena anda memotong beberapa rantai atau saluran pemasaran sekaligus.

Biasanya dilakukan oleh petani yang memiliki armada transportasi sendiri serta akses ke pasar tradisional. Jadi, disini anda selain petani sekaligus jadi pedagang.

Untuk memudahkan proses pemasaran produk hasil pertanian anda, anda perlu menerapkan strategi pemasaran. Ini berlaku bagi anda yang melakukan pemasaran secara langsung maupun tidak langsung.

Rekomendasi :  31 Fakta Kelapa Sawit Indonesia

Strategi Pemasaran Produk Hasil Pertanian/Agribisnis

Berikut ini beberapa strategi pemasaran yang perlu anda lakukan agar bisnis pertanian anda berjalan dengan baik dan berkelanjutan.

#1. Melakukan branding, membuat merk atau label produk pertanian. Bisa anda gunakan untuk meningkatkan image usaha anda sehingga usaha anda cepat dikenal luas.

Di era sekarang hamper semua pengusaha sayur sudah membuat brand nya masing-masing, biasanya dimunculkan kemasan produk, di topi, di kaos, kemeja atau di kaca mobil.

#2. Membuat media informasi dan promosi, membuat website, brosur yang berisi tentang produk yang dijual, serta yang paling penting adalah membuat akun media social popular seperti Instagram dan Tiktok.

#3. Membentuk komunitas, misal anda pengusaha hidroponik yang masih skala kecil. Bisa membentuk komunitas agar dapat mensuplai pasar yang permitaan nya besar. Dengan banyaknya personal yang ada di komunitas diharapkan tak hanya ikut membantu produksi namun juga pemasarannya (mengembangkan link atau jaringan pemasarannya).

#4. Melakukan diversifikasi produk, menjual beragam produk pertanian untuk mengurangi resiko jika harga salah satu produk turun atau mengalami kerugian.

#5. Melakukan grading dan segmentasi pasar, menjual di beberapa jenis pasar. Anda perlu menentukan market anda (segmentasi) apakah konsumen umum/tradisional atau konsumen premium (menengah ke atas). Untuk pasar premium atau supermarket produk yang diminta biasanya produk yang berkualitas tinggi.

Rekomendasi :  Perbedaan Kopi Arabika dan Robusta Apa Saja Sih?

Pada awalnya fokuskan pada jenis 1 segmen pasar dulu. Seiring besarnya skala usaha anda, anda bisa menarget semua pasar. Jadi semua grade/kualitas barang bisa terjual.

Banyak informasi dari petani bahwa banyak petani kesulitan menjual hasil panennya. Ternyata begitu dicek memang yang ditanam petani tidak sesuai dengan keinginan pasar.

Jadi, sebelum menanam petani harus jeli produk mana yang permintaannya tinggi. Tidak ada salahnya petani melalukan survei terlebih dulu.

#6. Menjalin Kemitraan, yaitu bekerja sama dengan orang atau perusahan lain untuk meningkatkan pemasaran produk. Jadi pihak tersebut menjadi bagian dari jaringan distribusi atau pemasaran produk pertanian anda.

Cara yang dilakukan yaitu membuka open reseller atau menawarkan orang lain untuk membantu menjualkan di wilayah tertentu.

Pilihlah orang bisa dipercaya terutama dalam hal pembayaran. Sebagai permulaan pilihlah teman dekat atau dari keluarga anda sendiri yang berada di luar kota.

Nah sobat BT, itulah ulasan sekilas mengenai cara dan strategi pemasaran agribisnis. Semoga bermanfaat dan sukses selalu !

Share, jika konten ini bermanfaat !

Artikel Terkait

About the Author: Della SIP, SP

MaasyaaAllah Tabarokallah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *