4 Jenis Tanaman Hortikultura

Jenis Tanaman Hortikultura – Sektor pertanian merupakan salah satu sektor penopang perekonomian nasional. Hal ini karena sebagian besar masyarakat Indonesia berprofesi sebagai petani, baik itu petani pemilik lahan, penyewa atau buruh tani.

Definisi pertanian secara luas tidak hanya meliputi pertanian bercocok tanam, namun dibagi ke dalam 6 subsektor yakni :

1. Subsektor pertanian pangan dan palawija (foods)

2. Subsektor perkebunan (plantation)

3. Subsektor hortikultura (horticulture)

4. Subsektor peternakan (livestock)

5. Subsektor perikanan (fisheries)

6. Subsektor kehutanan (forestry)

Nah, pada posting kali akan kita bahas tentang subsektor hortikultura, yakni mengenal jenis-jenis tanaman yang tergolong tanaman hortikultura.

Arti Hortikultura (horticulture)

Hortikultura berasal dari bahasa latin yakni Hortus berarti kebun, Culture berarti bercocok tanam.

Rekomendasi :  Pembagian Komoditas Pertanian Berdasarkan Daya Simpannya

Hortikultura menurut KBBI berarti seluk beluk kegiatan atau seni bercocok tanam sayur-sayuran, buah-buahan dan tanaman hias.

Namun dalam perkembangannya tanaman hortikultura dikelompokkan menjadi 4 jenis yakni :

1. Tanaman Sayur (Olerikultura): merupakan jenis tanaman yang dimanfaatkan dalam keadaan segar atau setelah diolah secara minimal. Tanaman sayur relatif berumur singkat (umur panen) dan dikategorikan sebagai tanaman semusim.

Baca juga : Inilah Daftar Umur Panen Tanaman Sayur

Tanaman semusim adalah jenis tanaman yang siklus hidupnya hanya beberapa bulan, dari awal kecambah, panen lalu mati membutuhkan waktu beberapa bulan hingga maksimal satu tahun.

Contoh tanaman sayur : cabai, tomat, sawi, wortel, brokoli dan lain-lain. Berdasarkan bagian yang bisa dimakan tanaman sayur dibagi menjadi 9 jenis tanaman, anda bisa membaca pada artikel berikut ini >> 9 Jenis Sayuran Berdasarkan Bagian yang Bisa Dimakan.

2. Tanaman Buah (Frutikultura) : merupakan jenis tanaman yang dimanfaatkan bagian buahnya untuk dikonsumsi sebagai sumber nutrisi dan vitamin. Tanaman buah berdasarkan bentuknya terdiri dari tanaman buah pohon dan tanaman buah semak.

Rekomendasi :  Macam-macam Pupuk Untuk Tanaman Cabai dan Contohnya

Contoh tanaman buah pohon misalnya buah mangga, buah tin (figs), buah apel, buah jeruk, buah anggur dan lain-lain. Contoh tanaman buah semak misalnya markisa.

Kebanyakan tanaman buah dikategorikan sebagai jenis tanaman tahunan, namun ada tanaman buah yang bersifat semusim seperti buah melon, dan semangka.

Tanaman tahunan berarti tanaman yang mampu berproduksi (panen) berkali-kali, dalam jangka waktu bertahun-tahun.

Semangka, contoh tanaman buah semusim.

3. Tanaman Hias/bunga (Florikultura) : merupakan jenis tanaman yang dimanfaatkan untuk dinikmati keindahannya, digunakan untuk memperindah taman, pekarangan rumah, hiasan acara, hadiah/bunga potong atau keperluan upacara.

Bunga Krisan, contoh dari tanaman hias/bunga (florikultura) yang tergolong tanaman hortikultura.

Contoh tanaman hias untuk memperindah taman atau pekarangan rumah, hiasan acara: bunga mawar, melati, kamboja, bunga bougenville, bunga anggrek, bunga matahari, bunga marigold/kenikir.

Contoh tanaman hiasa untuk hadiah (bunga potong) atau untuk keperluan upacara misalnya bunga tulip, anyelir, bunga lili, bunga dahlia, bunga gerbera, bunga krisan (Chrysanthemum), serta bunga marigold yang biasa digunakan upacara oleh masyarakat di Bali atau India.

4. Tanaman Obat (Biofarmaka) : merupakan jenis tanaman yang dimanfaatkan untuk keperluan pembuatan obat atau jamu herbal. Jamu, yang biasanya dikaitkan dengan pengobatan traditional, cukup populer di Indonesia bahkan dunia.

Rekomendasi :  10 Jenis Melon yang Paling Banyak Ditanam Di Dunia

Selain Indonesia, ada China, India dan Korea yang masih menjadikan tanaman obat atau jamu traditional (traditional medicine) sebagai salah satu alternatif penyembuhan segala jenis penyakit.

Walaupun banyak jenis tanamn obat yang masih belum teruji secara ilmiah, saat ini semakin banyak orang yang lebih tertarik dengan pengonatan herbal, dibandingkan dengan pengobatan kimia. Hal ini dikarenakan obat herbal tidak memiliki efek samping/komplikasi yang berbahaya.

Ada banyak jenis tanaman obat, tercatat tidak kurang dari 30.000 jenis tanaman obat yang tumbuh di Indonesia.

Beberapa yang sangat populer antara lain kunyit, temulawak, jahe, kencur, kumis kucing, ginseng, bidara, sambiloto, sirih, serai, pegagan, dan lain-lain.

Share, jika konten ini bermanfaat !

Artikel Terkait

About the Author: Insan Cita

Insan Cita, founder & owner BelajarTani.com | Alumnus FP | Bekerja di agriculture corp | Hobi ngeblog & berkebun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *