Cara Membuat Biochar : Bahan Utama Terra Preta

Cara Membuat Biochar – Hallo sobat BT, membahas terra preta tentu tak akan lepas dari pembahasan bahan utamanya yaitu biochar.

Sebelumnya pernah kita bahas tentang apa itu terra preta berikut linknya > Terra Preta : Teknologi Murah untuk Suburkan Tanah.

Terra preta merupakan salah satu teknologi untuk soil amendment (perbaikan tanah), yang dari banyak sumber dikatakan resep turun menurun dari Bangsa Amazon.

Terra preta yang berasal dari Bahasa Portugis ini mempunyai arti tanah hitam. Hitamnya tanah tersebut ternyata adanya kandungan arang hidup (biocharcoal).

Ulasan singkat terra preta

Aplikasi biochar. Image source : growingformarket.com

Sebelum menjadi sesuatu yang bisa dibuat, istilah terra preta sebenarnya adalah sebutan untuk jenis tanah yang ditemukan di hutan Amazon, yang memiliki warna hitam.

Warna hitam pada tanah tersebut ternyata disebabkan kandungan karbonnya yang sangat tinggi. Selain itu, tanah terra preta kandungan nutrisinya juga tinggi, serta mampu menahan air lebih baik.

Rekomendasi :  Mengenal Mikroorganisme Pelarut Fosfat

Bagaimana tanah terra preta itu terbentuk ? Banyak peneliti yang menduga bahwa terra preta terbentuk secara alami sebagai hasil dari interaksi alam dan manusia selama berabad-abad.

Mungkin secara tak sengaja, arang hasil pembakaran kayu untuk perapian terkubur dalam tanah bersama hasil limbah organik penduduk di masa lalu, lalu membentuk tanah yang subur dan produktif.

Tak disangka ternyata arang biocharcoal (sebut biochar saja), merupakan bahan utama penyusun terra preta dan menjadi pembeda dengan pupuk organik seperti pupuk kompos, atau pupuk kandang.

Jika dulu terra preta terbentuk secara alami, kini bisa direplikasi (dibuat sendiri) oleh petani sebagaimana pernah kita bahas di link berikut > Terra Preta : Teknologi Murah untuk Suburkan Tanah.

Manfaat biochar

Biochar yang jadi, siap dikemas dan dijual. Image source : heartwoodhof.org.uk

Biochar umumnya dimanfaatkan di pertanian untuk meningkatkan kualitas kesuburan dan struktur tanah, mampu menyimpan nutrisi dan mehanan air dalam pori-pori sehingga tanah menjadi produktif secara berkelanjutan.

Biochar bisa dihasilkan dengan cara pirolisis, yaitu proses pemanasan atau pembakaran biomassa berupa kayu, jerami, bambu atau limbah pertanian lain secara anaerobic (dengan sedikit oksigen atau tanpa oksigen sama sekali).

Kayu yang merupakan bahan organik, setelah dibakar dengan proses pirolisis akan menjadi arang yang tahan dekomposisi atau tidak mudah hancur.

Biasanya arang hasil pirolisis memiliki struktur yang padat dan keras dan ukuran yang jauh lebih besar. Namun kekuatan arang tergantung juga dari bahan organik yang digunakan, antara kayu dan jerami tentu beda sekali hasilnya.

Rekomendasi :  Inilah Sebabnya Kenapa Perangkap Hama Trips Dan Kutu-Kutuan Pakai Warna Kuning !

Jadi, sangat berbeda dengan pembakaran langsung (di tempat terbuka) di mana hasil pembakarannya lebih sempurna ditandai dengan arang yang bentuknya kecil-kecil, rapuh dan tak jarang yang jadi abu.

Cara membuat biochar

Cara Membuat Biochar
Proses pirolisis pembuatan biochar. Image source : jeffreyfunkmetalworker.com

Sekilas sudah kita bahas cara membuat biochar yaitu dengan cara pirolisis yaitu pembakaran bahan organik dengan tanpa oksigen atau sedikit oksigen.

Hal tersebut bertujuan agar terbentuk arang padat dan keras sehingga tidak mudah terdekomposisi, hancur atau terurai. Ok sobat BT, berikut ini cara dan langkah-langkah membuat biochar yang umum digunakan.

1. Memilih jenis biomassa atau bahan organik yang cocok

Umumnya bahan yang digunakan yaitu kayu, jerami, sekam padi, limbah kayu, cangkang sawit dan lain-lain. Pastikan bahan yang digunakan aman dari kontaminasi zat berbahaya.

2. Menyiapkan tungku pirolisis (retort)

Tungku pirolisis berguna untuk membakar bahan biochar seperti drum, atau tong. Pastikan retort yang digunakan memiliki ventilasi udara (lubang-lubang kecil) untuk mengontrol suhu dan menghindari gas berbahaya.

3. Mengisi bahan biochar ke tungku

Dalam mengisi bahan biochar ke tungku, lakukan secara hati-hati dan jangan terlalu padat agar ada sirkulasi udara selama proses pirolisis.

Rekomendasi :  Lanjaran atau Ajir Besi Ini Diklaim Tahan 10 Tahun. Pernah Coba ??

4. Memulai proses pirolisis

Memanaskan retort agar biomassa di dalamnya ikut terbakar. Suhu ideal berkisar 400-600 derajat Celsius, dengan kisaran waktu beberapa jam.

Setelah terbentuk arang, matikan api dan biarkan biochar dingin. Setelah dingin barulah biochar dikeluarkan dari tungku pembakaran untuk kemudian disimpan di wadah yang kedap udara.

Penutup

Cara Membuat Biochar
Biochar hasil dari pirolisis. Image source : jeffreyfunkmetalworker.com

Membuat biochar sangatlah mudah dilakukan. Namun dalam melakukan pirolisis harus dilakukan secara hati-hati dan sebaiknya dilakukan di tempat yang terbuka, dan bukan di dalam gedung yang minim ventilasi.

Dengan membuat biochar, maka sangatlah banyak keuntungan yang akan diperoleh petani misalnya mengurangi sekaligus memanfaatkan limbah pertanian, atau produk sampingan yang sebelumnya hanya terbuang percuma seperti jerami atau sekam padi.

Selain itu juga akan menghemat biaya produksi, utamanya untuk pupuk kimia. Karena dengan biochar dan terra preta, petani bisa menghemat penggunaan pupuk kimia yang kini makin langka dan sudah didapat.

Terakhir, yang terpenting adalah menjaga kondisi tanah tetap produktif secara berkelanjutan. Biochar dan terra preta terbukti aman dan ramah bagi lingkungan, dan sejalan dengan program pertanian berkelanjutan (suistainable agriculture).

Share, jika konten ini bermanfaat !

Artikel Terkait

About the Author: Insan Cita

Insan Cita, founder & owner BelajarTani.com - Alumnus FP - Bekerja di agriculture corp - Hobi ngeblog & berkebun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *