Mengenal Cara Membuat Cocopeat, Media Tanam Terbaik untuk Semua Tanaman!

Cara Membuat Cocopeat – Media tanam menjadi salah satu hal paling penting untuk mulai menanam baik itu sayuran ataupun tanaman hias.

Saat ini, ada beragam bahan yang bisa dijadikan sebagai media tanam, tidak hanya tanah lagi.

Cocopeat adalah salah satu jenis media tanam yang kerap digunakan saat ini mengingat keberadaannya di Indonesia yang melimpah dan kualitasnya.

Penggunaan cocopeat sendiri tidak jarang dicampurkan pada berbagai media tanam lain seperti tanah atau pupuk kandang, tetapi juga bisa digunakan tanpa campuran.

Berikut penjelasan lengkapnya mengenai bagaimana cara membuat cocopeat secara detil step by step-nya !

cara membuat cocopeatMengenal apa itu Cocopeat ?

Cocopeat adalah produk olahan dari limbah industri kelapa, tepatnya dari bagian serabut kelapa.

Serabut kelapa ini kemudian akan masuk ke bagian pengolahan hingga kemudian dihancurkan dan siap digunakan.

Ciri khas cocopeat sebagai media tanam adalah kemampuannya untuk menahan air dalam jumlah besar karena porinya yang cukup banyak serta besar.

Kemampuan menahan air ini juga dibarengi dengan drainase yang lebih baik, tidak mampu menahan kelembaban dalam waktu lama.

Media ini juga diketahui ramah untuk pertumbuhan akar sehingga akar bisa tumbuh panjang dan baik.

Karakteristik Cocopeat

Sebagai media yang punya pori-pori besar, cocopeat menjadi media yang memudahkan terjadinya pertukaran udara pada akar.

Cahaya matahari juga lebih mudah masuk ke media tanam satu ini sehingga menghambat terjadinya pertumbuhan jamur dan bakteri.

Cocopeat dikenal memiliki kandungan Trichoderma molds yang bisa mengurangi pertumbuhan penyakit.

Kemampuan cocopeat dalam menyerap air juga dapat menjadi salah satu bahan campuran untuk meningkatkan porositas tanah.

Media tanam cocopeat merupakan media tanam yang cocok untuk beberapa tanaman sayuran daun seperti sawi atau pakcoy.

Selain itu, media tanam satu ini juga bisa kamu gunakan di dalam sistem hidroponik sebagai alternatif media tanam.

Cocopeat merupakan media tanam yang ramah lingkungan serta cocok untuk digunakan seorang pemula karena perawatannya yang lebih mudah.

Meski punya berbagai kelebihan, sayangnya cocopeat memiliki kandungan unsur hara yang kurang baik jika dibandingkan dengan tanah, jadi selama penggunaan harus benar-benar memperhatikan pemberian hara pada tanaman.

Cara Membuat Cocopeat

Pembuatan cocopeat terbilang sangat mudah selama memiliki bahan baku sabut kelapa dalam jumlah tertentu.

Sabut kelapa terlebih dahulu perlu melewati proses sebagai berikut untuk menjadi cocopeat yang siap digunakan.

1.   Mempersiapkan Sabut Kelapa

Langkah pertama yang perlu kamu siapkan adalah mempersiapkan terlebih dahulu sabut kelapa.

Kamu bisa memisahkan bagian sabut kelapa dengan tempurung kelapa dan juga bagian terluar kulit kelapa.

Uraikan dan potong pendek terlebih dahulu serabut kelapa hingga membentuk seperti helai-helai rambut.

Sabut kelapa mengandung zat tanin yang bisa membunuh tanaman, karena itu pertama-tama harus menghilangkan terlebih dulu zat tanin ini.

Ada beberapa cara menghilangkan zat tanin salah satunya yaitu dengan merendam sabut kelapa di air yang mengalir seperti di sungai selama 24 jam atau menggunakan campuran air dan tawas selama 1 hari penuh kemudian keringkan.

2.   Menggiling Sabut Kelapa

Setelah menjadi bagian serabut pendek serta sudah benar-benar dikeringkan, selanjutnya sabut kelapa perlu digiling.

Giling sabut kelapa hingga benar-benar halus menggunakan mixer atau mesin penghalus hingga menjadi serbuk-serbuk kecil.

3.   Pisahkan dari Serat Besar

Beberapa serat sabut kelapa tidak bisa langsung hilang ketika digiling, karena itu masih perlu melalui proses pemisahan lagi.

Sabut kelapa yang masih berukuran panjang dan besar perlu kamu pisahkan dari serbuk yang sudah halus.

Kamu bisa menggunakan saringan atau memisahkan secara manual bergantung pada keinginan.

4.   Cuci Kembali dan Keringkan

Untuk memastikan tidak ada lagi kandungan tanin, kalium, natrium, atau klorida yang berbahaya bagi tanaman, serbuk halus perlu dicuci lagi terlebih dahulu.

Cukup cuci dengan menggunakan air bersih sebanyak 2-3 kali pencucian lagi.

5.   Penambahan MOL

Beberapa pihak akan menambahkan MOL ke sabur kelapa yang sudah dicuci tadi untuk membantu menguraikan sabut kelapa menjadi unsur lebih sederhana yang siap diserap tanaman.

Mikroorganisme ini juga berfungsi untuk memperkaya media dan mencegah adanya penyakit seperti jamur pada cocopeat.

Campurkan sebanyak 2 tutup botol MOL ke dalam 1 liter air kemudian siramkan pada kurang lebih 10 kg cocopeat.

Letakkan di tempat tertutup seperti timba tertutup atau tong supaya terjadi proses fermentasi yang memcah hara pada cocopeat.

6.   Keringkan dan Simpan

Satu hal paling penting dalam pembuatan cocopeat adalah proses penyimpanan yang rentan terkena serangan jamur.

Cocopeat sendiri adalah bahan yang mampu menahan air dalam jumlah banyak dan dalam waktu yang cukup lama, menjadi media yang cocok untuk perkembangan jamur.

Cocopeat yang sudah diberikan MOL tadi kemudian perlu dikeringkan secara sempurna menggunakan cahaya matahari atau bisa juga dengan oven.

Cairan yang ada di tempat pembuatan MOL bisa langsung digunakan sebagai pupuk cair pada tanaman.

Cocopeat yang sudah kering bisa langsung kamu pakai untuk media tanam di area kebun kamu.

Mencampurkan cocopeat dengan beberapa media lain seperti kompos dan serbuk kayu bisa membuat sebuah media yang memiliki aerasi yang baik sekaligus penuh nutrisi bagi tanaman.

Kontributor : Ahlan Anwari (Mahasiswa Pertanian Universitas Jember/UNEJ)

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published.