Teknologi Top Working Pada Tanaman Jeruk serta Caranya

Top Working Jeruk  – Teknologi top working adalah teknologi mengganti varietas tanaman jeruk yang sudah ada di lahan dengan varietas baru yang dinginkan pasar dengan cepat tanpa harus membongkar tanaman.

Selera pasar sering kali berubah-ubah. Termasuk pada buah jeruk, kadang trending kadang sepi. Tergantung daripada permintaan pasar.

Benarkah suatu varietas jeruk mengalami penurunan permintaan? Mengapa suatu varietas jeruk itu pada suatu waktu dinginkan masyarakat tapi setelah itu ia tidak diminati?

Misal saat ini yang lagi viral itu jeruk siam sementara kebanyakan orang punya jeruk keprok. Akibatnya permintaan jeruk siam tidak dapat terpenuhi oleh petani.

Di satu sisi petani jika harus menanam jeruk siam membutuhkan waktu yang lama dan biaya bongkar nya juga mahal.

Harga jeruk murah bisa karena beberapa hal seperti banyaknya petani yang menanam, namun permintaan juga menurun. Ya bisa jadi karena pasar mengalami pergeseran selera.

Namun bagi anda yang ingin berusahatani jeruk tak perlu khawatir, karena dengan teknologi top working, kemungkinan masalah pergeseran pasar di waktu yang akan datang dapat diatasi.

Cara Top Working 

Bagaimana sih cara top working ini pada tanaman jeruk?

Teknologi top working sebagaimana penjelasan di paragraf pertama merupakan teknik mengganti varietas tanaman jeruk yang sudah ada di lahan dengan varietas baru yang dinginkan pasar dengan cepat tanpa harus membongkar tanaman.

Cara top working yakni tanaman jeruk lama yang tidak dibongkar tadi dipotong bagian atasnya, sisakan batang bawahnya.

Pilih batang bawah yang diameternya 5-30 cm. Selanjutnya tinggal pilih varietas jeruk apa yang diinginkan.

Kemudian lakukan top working dengan beberapa metode berikut :

  • okulasi (penempelan),
  • sambung kulit (bark grafting),
  • sambung tunas (shoot grafting),
  • sambung celah (cleft grafting).

Keberhasilan Top Working

Contoh hasil top working pada jeruk. Sumber : rawabibit,com

Metode top working mana yang sudah berhasil? Berdasarkan informasi dari Balitjestro, tingkat keberhasilan  okulasi cukup tinggi yaitu mencapai 95%.

Tingkat keberhasilan top working apapun caranya ditentukan oleh waktu yang tepat, bisa di akhir musim hujan, yang penting kelembapan di kisaran 60-70%.

Kebersihan alat serta keterampilan pelaksana juga menjadi penentu keberhasilan teknik tersebut.

Gimana sobat belajartani.com, teknik di atas cukup mudah bukan? Yap daripada anda membongkar tanaman jeruk lama anda dan itu perlu waktu dan biaya.

Teknik Top Working juga Work untuk tanaman buah lain

Selain itu, anda bisa mengganti varietas jeruk lama anda dengan yang baru, dengan kualitas yang jauh lebih baik dan tentunya sesuai selera pasar.

Tanaman jeruk anda hanya butuh waktu 1-2 tahun untuk berbuah seragam setelah dilakukan top working.

Baca juga : 7 Jenis Jeruk yang Paling Banyak Ditanam Di Indonesia (Plus Gambar)

Teknologi top working sebenarnya tidak hanya untuk tanaman jeruk saja, sudah banyak tanaman buah yang sukses seperti durian, jambu dan alpukat. 

Dan tidak menutup kemungkinan bisa diterapkan pada semua jenis tanaman buah. Selamat mencoba sobat BT, semoga berhasil !

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.

About the Author: Insan Cita

Insan Cita, sebuah nama pena dari founder, owner sekaligus admin BelajarTani.com. Alumnus Fakultas Pertanian. Bekerja di perusahaan pertanian, mengelola farm produksi. Gardening, Farming & Hiking !

Leave a Reply

Your email address will not be published.