Jenis Pupuk Berdasarkan Sifat/Cara Pelepasan Unsur Haranya [Fast Release dan Slow Release]

6408 View

Jenis Pupuk Berdasarkan Sifat/Cara Pelepasan Unsur Haranya [Fast Release dan Slow Release] – Hallo sobat BT, pernah mendengar istilah pupuk fast release atau slow release? Saya yakin satu dua dari anda pernah. Ya, pupuk berdasarkan sifat atau cara pelepasannya dibedakan menjadi 2 jenis yaitu pupuk fast release dan pupuk slow release.

Nah pada artikel kali ini saya akan membahas apa saja sih jenis pupuk yang tergolong fast release dan slow release beserta contohnya, serta bagaimana cara pemupukan pupuk tersebut.

Sebagai salah satu sajian utama di blog belajartani.com, pupuk merupakan tema atau bahasan yang cukup menarik dibicarakan. Karena pupuk dan pemupukan adalah salah satu kunci utama budidaya pertanian.

Sobat bisa membaca artikel sebelumnya tentang pupuk, misal jenis pupuk kimia, rumus pupuk kimia, jenis pupuk organik, jenis pupuk cabai, fase penggunaan pupuk, tipe gerakan pupuk, pupuk kalium, kalsium, nitrogen, kebutuhan pupuk cabai, pupuk panas/dingin, cara pemupukan, cara aplikasi pupuk daun dan lainnya bisa anda cari di blog ini ya.

Jenis PupukOke balik lagi ke pembahasan tentang pupuk fast release dan slow release.

#Pupuk Fast Release

Pupuk fast release berasal dari kata fast=cepat, release=pelepasan, maka pupuk fast release adalah pupuk yang proses pelepasan/pelarutan unsur haranya terjadi dalam waktu cepat setelah pupuk tersebut diaplikasikan ke lahan misalnya ditebarkan.

Selanjutnya unsur hara tersebut dapat segera diserap akar dan dimanfaatkan langsung oleh tanaman. Contoh dari pupuk fast release antara lain urea, ZA dan KCl.

Selain kelebihannya yang mudah larut, pupuk fast release juga memiliki kelemahan yaitu ia mudah menguap dan tercuci oleh air (leaching).

Kapan dan bagaimana cara aplikasi pupuk fast release yang tepat?

Karena pupuk fast release sifat unsur haranya mudah terlarut/mobile, maka pemberiannya sebaiknya dilakukan secara bertahap (split application) atau sedikit demi sedikit. Hal ini dilakukan untuk mencegah banyaknya pupuk yang menguap atau tercuci.

Waktu pemberiannya didasarkan pada fase tanaman baik pada fase pertumbuhan maupun pembungaaan/pembuahan.

#Pupuk Slow Release

Pupuk slow release berasal dari kata slow=lambat, release=pelepasan, maka pupuk slow release adalah pupuk yang proses pelepasan/pelarutan unsur haranya terjadi dalam waktu yang lama/lambat setelah pupuk tersebut diaplikasikan/ditebarkan ke lahan.

Cara kerja pupuk slow release merupakan kebalikan dari pupuk fast release, yaitu unsur hara dilepaskan secara sedikit demi sedikit. Oleh sebab itu efek daripada pupuk tersebut tidak lah secepat pupuk fast release. Contoh pupuk slow release antara lain SP36, dan pupuk organik/pupuk kandang.

Karena sifat pelepasannya yang lambat tersebut, maka cara aplikasi pupuk slow release dilakukan sekaligus sebagaimana kebutuhan lahan. Waktu pemberian pupuk slow release biasanya (pada tanaman hortikultura) dilakukan saat proses oleh tanah yaitu sebagai pupuk dasaran.

Mungkin dalam hati anda bertanya, kenapa sih pupuk slow release lambat pelarutannya?

Hal tersebut disebabkan karena pada pupuk slow release (buatan pabrik) terdapat bahan pembungkus berupa selaput polimer (mohon koreksinya kalau salah ya).

Sedangkan pada pupuk kandang atau organik karena adanya proses mikrobiologis/pengomposan, yaitu proses bahan organik diubah/diurai menjadi unsur hara yang bisa diserap tanaman.

Baca juga : Inilah Beberapa Mikroorganisme yang Berperan sebagai Agen Hayati Pelarut Fosfat

Nah, sobat BT itulah pembahasan singkat mengenai jenis pupuk berdasarkan sifat atau cara pelarutannya yaitu pupuk fast release dan pupuk slow release.

Sekarang anda sudah tahu apa perbedaan dari pupuk fast release dengan slow release. Mudah-mudahan bisa bermanfaat bagi anda yaa. Terimakasih^^

Bagikan Artikel Ini. Trims !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *