BelajarTani.com Holtikultura Cara Menghitung Jumlah Bibit/Populasi Padi dan Buah-Buahan

Cara Menghitung Jumlah Bibit/Populasi Padi dan Buah-Buahan

Cara Menghitung Jumlah Bibit/Populasi Padi dan Buah-Buahan – Hallo sobat BT, tentang cara menghitung kebutuhan bibit atau jumlah populasi, sebelumnya pernah kita bahas sudah cukup lama.

Anda bisa membaca link berikut ini >> Cara Efektif Menghitung Kebutuhan Benih (Jumlah Tanaman).

Ada sobat BT yang menanyakan : “apakah rumus atau cara di atas bisa dipakai untuk menghitung jumlah bibit/jumlah populasi tanaman yang lain, misalnya tanaman padi”?

Jawabannya tentu saja sangat bisa ! Rumus tersebut tidak hanya untuk menghitung kebutuhan bibit/jumlah populasi tanaman horti saja, tapi tanaman apapun (termasuk tanaman buah).

Yang perlu disiapkan untuk menghitung jumlah bibit/populasi

Yang perlu sobat siapkan adalah data tentang ukuran atau luas lahan. Kemudian anda juga perlu menentukan jarak tanam yang akan digunakan. Baru kemudian kita bisa menghitung kebutuhan bibit atau jumlah populasi.

Dengan mengetahui jumlah populasi di suatu lahan, kita bisa mengestimasi atau menghitung kebutuhan saprodi yang lain misal pupuk, agrochem serta perkiraan hasil panennya.

Oke sobat BT, langsung saja kita masuk ke bahasan kita mengenai cara menghitung jumlah bibit/populasi padi dan buah-buahan.

1. Menghitung kebutuhan bibit pada tanaman padi 

Misal kita punya lahan sawah 1 hektar, mau kita tanami padi dengan sistem jajar legowo 2;1. Berapa jumlah kebutuhan bibit/jumlah populasi padi pada lahan 1 hektar tersebut ?

Pada sistem tanam jajar legowo 2:1 (biasanya diterapkan pada lahan subur), jarak tanam yang digunakan biasanya 25 cm x 12,5 cm x 50 cm.

menghitung jumlah populasi padi

Berdasarkan data Balitbangtan, dengan tanam padi sistem tanam jajar legowo 2:1 maka jumlah populasi tanaman per hektar adalah 213.300 rumpun padi. 33,31% lebih banyak dibanding sistem tanam konvensional/tegel yang menggunakan jarak tanam 25 cm x 25 cm.

Biar mudah dipahami, kita asumsikan kita punya lahan 1 hektar dengan dimensi 100 m x 100 m. Berikut langkah-langkahnya.

1. Menghitung jumlah bedengan pada lahan 1 hektar (kisah sebut area warna abu-abu sebagai bedengan plus got-nya) 

= 100 m/(25 cm + 50 cm)

= 10.000 cm/75 cm

= 133 bedengan

2. Menghitung jumlah tanaman per-bedengan 

= 100 m/12, 5 cm x 2

= 10.000 cm/12,5 cm x 2

= 1600 tanaman padi

3. Menghitung total jumlah tanaman

= 133 x 1600

= 212. 800 tanaman/hektar

Sementara untuk menghitung jumlah tanaman pada sistem tegel (jarak 25 cm x 25 cm) cukup mudah, yakni sebagai berikut :

= (100 m/25 cm) x (100 m/25 cm)

= (10.000 cm /25 cm) x (10.000 cm/25 cm)

= 400 x 400

= 160.000 tanaman padi/hektar

Dari perhitungan di atas kita dapat angka 212.800 rumpun dan untuk tegel 160.000 rumpun. Ga jauh beda bukan dengan data Balitbangtan?

2. Pada tanaman buah kita buah contoh alpukad.

Misal kita mau pakai jarak tanam alpukadnya 3 m x 3 m. Maka layoutnya seperti ini.

= 100 m x 100 m / 3 m x 3 m

= 1.111 tanaman

Untuk realisasi tanam di lahan mungkin bisa jadi lebih kecil dari angka 1.111 pohon alpukad. Karena biasanya di lahan/kebun yang luas itu diberi pondok istirahat atau gudang obat di tengah-tengahnya.

Jadi, tinggal dikurangi luasan pondok atau gudang obatnya saja. Perhitungan selesai.

Penutup

Oke, sampai disini dulu ya bahasan kita tentang cara menghitung kebutuhan bibit atau jumlah populasi bibit padi dan tanaman buah. Semoga penjelasannya bisa dipahami.

Anda bisa menerapkan cara yang sama untuk menghitung jumlah populasi tanaman lain misal jambu atau durian, atau pada tanaman padi dengan sistem tanam jajar legowo versi lain misal jajar legowo 3:1 atau 4:1.

Semoga bermanfaat ya, jangan lupa untuk like dan share ke saudara, sahabat atau teman anda yang lain. Terimakasih^^

Bagikan Artikel Ini Ya Boskuh ! Trims.
29 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

1 Comment