Cara Efektif Menghitung Kebutuhan Benih (Jumlah Tanaman)

Cara Efektif Menghitung Kebutuhan Benih (Jumlah Tanaman) – Pada suatu pagi saya melakukan kunjungan kerja ke petani mitra saya, saya mengunjungi petani saya yang sedang menanam tanaman cabai.

Saat itu beliau mengalami sedikit masalah dimana beliau mengalami kebingungan menentukan jumlah benih atau tanaman yang akan ditanam. Penyebabnya adalah lahan yang beliau hendak tanami adalah lahan baru yang didapatkan dari menyewa.

Kebanyakan petani pada umumnya belum memiliki cara efektif dalam menentukan kebutuhan benih, sebagian besar berdasarkan tanam periode sebelumnya.

Memang awalnya hal ini adalah dianggap hal yang sepele namun ternyata setelah dilakukan penanaman, tanaman yang sebenarnya dibutuhkan masih kurang dikarenakan masih banyak lubang yang belum ditanami.

Sehingga harus dilakukan semai lagi untuk menutupi kekurangan dan ini berakibat pada tingkat keseragaman tanaman.

Nah sobat belajartani.com pernah tidak mengalami pengalaman sebagaimana petani tersebut? Adakalanya benih yang disediakan kekurangan banyak, adakalanya berlebihan.

Lalu adakah cara untuk meminimalisir hal tersebut sehingga walau tidak akurat 100% atau paling tidak mendekati?

Memang untuk akurasi 100% cara yang dilakukan petani konvensional yaitu menghitung jumlah lubang dari toal luasan, secara akurasi hal tersebut memang baik dilakukan tapi ingat hal ini hanya berlaku jika lahan yang disiapkan tidak luas.

Coba bayangkan jika lahan yang akan ditanami luasannya berhektar-hektar? Apa tidak pusing ya kalo harus menghitungnya satu persatu lubang? hehehe

Nah sobat belajartani.com jangan khawatir pada posting kali ini saya akan sedikit membagikan cara efektif menghitung kebutuhan benih atau jumlah tanaman dalam satu luasan.

Tapi sebelumnya siapkan peralatan yang dibutuhkan antara lain kertas, pensil dan kalkulator. Sebagai contoh saya akan menghitung jumlah tanaman dalam luasan lahan 1000 m2.

Ilustrasi lahan luas 1000 m2

luas lahan
ilustrasi lahan….

Keterangan :

>> lahan memakai jarak tanam 50×60 cm

>> lebar bedengan 1 meter sistem double rows (dua baris) dan lebar parit/got 0,5 meter, jadi lebar bedengan+parit =150 cm

Langkah 1. Menghitung jumlah bedengan

jumlah bedengan
ilustrasi gambar : langkah 1

=20 m/150 cm

=2000cm/150cm

=13.33 bedengan

Langkah 2. menghitung jumlah tanaman per bedengan

jumlah tanaman per gulud
ilustrasi gambar : langkah 2

=50 m/50 cm x 2

=5000 cm/50 cm x 2

=200 tanaman/bedengan

Langkah terakhir adalah menghitung jumlah tanaman

=13.33 bedengan x 200 tanaman/bedengan

=2.666 tanaman

Nah bagaimana sobat belajartani.com, cukup mudah kan? Anda dapat mencobanya dengan luasan yang berbeda.

Demikianlah tip dari saya, mudah-mudahan artikel ini bermanfaat, kalau sobat belajartani.com memiliki tips dan teknis lain bisa membaginya di kolom komentar, terimakasih.

Jangan Lupa Share Ya !

6 Comments

  1. Izin nanyak
    Pada lebar bandengan + parit itu bukannya 90 cm ya?
    1m =60 cm, 0,5 m = 30 cm

    1. insan cita says:

      kita pake contoh bedengan saja 1 meter, parit 50 cm jadi totalnya 150 cm. untuk 60 cm itu jarak antar tanaman saja. gitu gan

      1. langkah kedua itu tolong dijelasin lagi kak, 50m/50cmx2 = 200????

        1. Insan Cita says:

          50m kan 5000 cm, jadi 5000/50*2 =200, gitu kak

      2. oh kurungnya blm dicantumin

        1. Insan Cita says:

          iya2..maksutnya (5000/50)*2..hehe. Makasih koreksinya ya kak…^^

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *