Tips dan Cara Agar Buah Cabai Awet Segar

448 View

Cara Agar Buah Cabai Awet Segar – Cabai adalah salah satu komoditas pertanian yang cukup sering bikin gonjang ganjing dunia pertanian. Cabai bukan sekedar komoditas pertanian, namun bagian dari budaya atau cara hidup kebanyakan orang Indonesia.

Sebagian besar masyarakat Indonesia memang sangat menyukai masakan pedas yang ada cabai sebagai salah satu bahan bumbunya.

Oleh karena itu muncul berbagai macam jenis kuliner berbahan utama cabai seperti berbagai jenis sambal dengan berbagai jenis cita rasa yang khas pula.

Sebagaimana produk pertanian lain, cabai juga memiliki sifat yang khas yaitu mudah rusak atau mudah busuk. Ya, buah cabai sebagai sebuah produk pertanian memang mengandung banyak air dalam dagingnya.

Serta karena masih adanya proses fisiologis sel-sel dalam buah menyebabkan buah cabai jadi tidak tahan lama dan mudah busuk.

Proses pembusukan cabai seringkali dipercepat adanya faktor biologis yaitu adanya interaksi atau infeksi mikroorganisme berupa bakteri atau jamur.

Oleh karena itu, masalah cabai cepat busuk musti diatasi, mengingat buah cabai yang diproduksi di pedesaan akan dikirim ke tempat yang jauh yang membutuhkan waktu yang lama.

Sementara itu konsumen atau pasar hanya mau membeli produk buah cabai yang masih segar untuk dikonsumsi atau diolah menjadi berbagai jenis masakan.

Ada beberapa cara mencegah buah cabai agar tidak cepat busuk dengan kata lain agar cabai awet segar yaitu dengan penanganan pasca panen yang baik.

Penanganan Pasca Panen Yang Baik

Tips dan Cara Agar Buah Cabai Awet Segar
  • Penyortiran buah cabai, yaitu memisahkan buah yang baik dengan buah yang busuk dan juga kotoran yang mungkin ikut terbawa seperti daun. Kegiatan penyortiran bisa dimulai sejak saat mulai petik panen di lahan.
  • Pengangkutan buah cabai, pengangkutan yang dimaksud yaitu dari lahan menuju tempat penyimpanan atau dari lahan menuju ke pasar. Agar buah tidak rusak, sebaiknya buah diletakkan di krat/kardus kering dan pastikan buah tidak rusak, patah dan memar saat di perjalanan.
  • Pengemasan buah cabai, kemasan bauh cabai yang biasa dipakai yaitu plastik wrapping dan plastik polietilen yang kedap air.
  • Penyimpanan buah cabai, buah cabai sebaiknya diletakkan di lemari pendingin dengan suhu 10 derajar celsius sehingga lebih tahan lama dibanding jika disimpan di tempat terbuka dengan suhu kamar.

Langkah penanganan pasca panen di atas bisa dianggap sebagai penanganan pasca panen standar yang sudah banyak dilakukan oleh petani ataupun pedagang cabai.

Namun ada satu tambahan lagi yang bisa dilakukan jika ingin cabai anda awet segar jauh lebih lama lagi. Caranya dengan aplikasi Larutan Giberelin (GA2).

Disebutkan bahwa perendaman buah cabai pada larutan Giberelin bisa memperlambat proses pematangan buah cabai, sehingga buah cabai akan tetap segar, tetap keras dagingnya dan bobotnya tak banyak susut.

Cara Aplikasi Larutan Giberelin

Siapkan buah cabai segar sebanyak 500 kilogram untuk larutan Giberelin sebanyak 0,5 – 1 liter kemudian larutkan pada air secukupnya kemudian rendam selama 30-60 detik, kemudian tiriskan.

Dengan perlakuan perendaman pada larutan Giberelin buah cabai segar bisa tahan dari busuk hingga 14 hari lamanya.

Tentu saja ini sangat menguntungkan khususnya bagi anda yang hendak mengirim buah cabai tadi ke tempat yang jauh yang membutuhkan waktu berhari-hari lamanya.

Namun perlu diingat walau buah cabai sudah direndam dalam larutan Giberelien, jangan lupa tetap memperhatikan point lainnya seperti pengemasan dan penyimpanan, agar buah tetap segar saat sampai di tangan konsumen akhir.

Baca juga : 8 Langkah Mencegah Kebusukan pada Sayuran

Nah sobat BT, itulah tips dan cara membuat buah cabai tidak cepat busuk. Intinya adalah dengan penanganan pasca panen yang baik. Penanganan pasca panen yang tidak baik, akan mempercepat laju kerusakan dan pembusukan buah.

Bagikan Artikel Ini Bosque, Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *