BelajarTani.com Holtikultura [Terbukti] Inilah Buah-buah Penurun Hipertensi/Darah Tinggi

[Terbukti] Inilah Buah-buah Penurun Hipertensi/Darah Tinggi

Inilah Buah-buah Penurun Hipertensi/Darah Tinggi – Hallo sobat BT, jika pada artikel sebelumnya kita membahas tentang daun ubi jalar yang ternyata bisa atasi diabetes/kencing manis, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang buah-buah penurun hipertensi atau darah tinggi.

Penting bagi kami untuk membahas tentang tema tersebut, karena hipertensi adalah salah satu penyakit yang banyak diderita oleh orang Indonesia. Selain itu, sebagaimana penyakit diabetes, penderita hipertensi ternyata rawan dan rentan terhadap infeksi covid19.

Penyakit hipertensi apabila tidak diobati dan ditangani bisa menimbulkan komplikasi penyakit lain seperti jantung, ginjal, diabetes, stroke yang bahkan terkadang berpotensi menyebabkan kematian.

Hipertensi atau biasa dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah kondisi dimana tekanan darah sistolik seseorang berada di atas 140 mmHg dan tekanan diastolik-nya lebih dari 90 mmHg. Sementara tekanan darah normal berada dibawah 120 mmHg dan 80 mmHg.

Selama ini kebanyakan orang yang mendeerita tekanan darah tinggi atau hipertensi akan merasakan gejala-gejala seperti sakit kepala, sesak nafas, lemas, nyeri dada serta adanya gangguan pada penglihatan (penglihatan kabur).

Untuk mengatasi hipertensi, para penderitanya harus mengkonsumsi obat yang diberikan oleh dokter. pada sebagaian penderitanya, bahkan obat tersebut harus dikonsumsi seumur hidup untuk menstabilkan tekanan darah.

Rasa-rasanya membayangkan saja sangat tidak mengenakkan bukan menderita hipertensi itu. Oleh karenanya bagi anda khususnya yang berusia 40 tahun sudah ke atas sudah mulai harus menjaga pola hidup sehat, agar terhindar dari penyakit hipertensi.

Pola hidup sehat tersebut antara lain olahraga cukup, mengelola tekanan pikiran atau stress, mengurangi makanan ber-natrium tinggi (biasanya rasa asin), mengurangi konsumsi makanan berlemak, sebaliknya banyak mengkonsumsi sayur dan buah-buahan.

Mengkonsumsi buah-buahan itu sangat baik bagi kesehatan tubuh, apalagi buah-buahan yang secara khusus telah terbukti sejak lama dapat menurunkan hipertensi seperti semangka, melon, belimbing dan pepaya.

[su_note note_color=”#cecece”]Bagaimana cara buah tersebut dapat mengobati hipertensi?[/su_note]

Dari berbagai sumber yang saya baca, buah semangka, melon, belimbing atau pepaya itu terbukti efektif mengatasi hipertensi karena mengandung nutrisi berupa kalium yang tinggi.

Kalium itu berperan menurunkan tekanan darah dengan cara menghambat pelepasan hormon renin pada ginjal sehingga terjadi peningkatan ekskresi natrium.

Kadar natrium yang tinggi dalam darah penderita hipertensi akhirnya terbuang bersama dengan urine. Dengan berkurangnya natrium dalam darah maka tekanan darah berangsur normal.

[su_quote]Dari mekanisme di atas, maka dapat disimpulkan bahwa kinerja kalium berkebalikan dengan natrium. Artinya dengan meningkatnya kadar kalium dalam darah maka akan menurunkan kadar natrium.[/su_quote]

Selain membantu menurunkan kadar natrium ternyata kalium juga membantu melebarkan pembuluh darah sehingga peredaran darah menjadi lebih lancar.

Jadi, sangat disarankan bagi kita semua (baik yang sehat maupun yang sudah ada gejala) untuk mengkonsumsi buah semangka, melon, belimbing atau pepaya sebagai upaya mencegah dan mengobati penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Konsumsi buah-buahan tersebut setiap hari, baik itu dimakan secara langsung maupun diolah menjadi jus atau salad buah. Selain buah tersebut, bisa juga buah lain asalkan kaya kalium! Kalau dari sayuran ada tomat yang juga mengandung kalium tinggi.

Namun jangan salah paham ya sobat, untuk mencukupi nutrisi kalium dalam tubuh bukan dengan mengkonsumsi pupuk kalium tinggi misalnya KCl, ZK atau KP ya sobat. Mentang-mentang kita orang pertanian sudah sudah akrab dengan pupuk tersebut..haha

Kenapa? Hal tersebut karena tubuh manusia membutuhkan kalium organik yang berasal buah atau sayuran yang mana dapat dicerna, diurai secara sempurna untuk kemudian dapat diserap oleh tubuh manusia.

Mungkin bisa juga mengkonsumsi kalium anorganik (sebagaimana konsumsi obat sintetik/kimia), tapi pasti akan ada efek samping yang bisa jadi akan membahayakan tubuh manusia. Jadi lebih baik jangan ya.

Jangan Lupa Share Ya !
1 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *