Teknologi Pertanian Modern, Jawaban untuk Krisis Pangan Dunia

52595 View

Teknologi Pertanian Modern, Jawaban untuk Krisis Pangan DuniaWelcome to August, sobat BT. Kali ini saya ingin posting tentang teknologi pertanian modern (modern farming technology) yang kini sedang menjadi tren di berbagai negara termasuk di Indonesia.

Nah, seperti yang kita ketahui sobat BT, jumlah penduduk dunia tiap tahun mengalami kenaikan seara eksponensial. Dampak dari kenaikan ini otomatis kebutuhan akan bahan pangan pun juga mengalami kenaikan.

Sayangnya dengan meningkatnya kebutuhan pangan ini, justru terjadi penurunan lahan-lahan produktif pertanian. Baik itu karena kebijakan alih fungsi lahan, jumlah petani yang menurun ataupun tantangan alam yang kian sulit ditebak dan berpengaruh nyata terhadap kegiatan produksi pertanian.

Maka dari sanalah manusia dituntut untuk meningkatkan efektifitas produksinya, baik itu efektivitas waktu maupun efektivitas lahan.

Banyak terobosan teknologi modern di bidang pertanian yang nyatanya sangat bermanfaat. Penggunaan teknologi pertanian modern (modern farming technology) biasanya identik dengan penggunaan alat-alat dan mesin canggih, serta penemuan-penemuan lain di bidang pertanian.

Baca juga : Mengenal Teknologi-teknologi Canggih Di Era Pertanian 4.0

Jika dulu pertanian dikerjakan secara manual oleh petani dan memakan waktu yang lama, kini lahan yang luas bisa dikelola oleh beberapa orang saja.

Selain efektif di waktu, juga efisien di biaya tenaga kerja yang proporsinya selalu paling besar dibandingkan biaya yang lain.

Petani Kece. Source: istockphoto.com

Program intensifikasi pertanian atau panca usaha tani yang selama ini diterapkan akan lebih baik lagi apabila didukung oleh teknologi modern untuk mengatasi krisis pangan dunia.

Penggunaan teknologi modern, atau modernisasi pertanian sepertinya menjadi pilihan yang tepat di tengah tekanan untuk mengatasi krisis pangan dunia.

Apa saja teknologi pertanian modern (modernisasi pertanian) yang digunakan di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia?

Ok kita bahas secara singkat saja ya sob, yakni mulai dari teknologi olah tanah hingga panen. Check it out ya guys..!

a. Traktor/Tractor (kendaraan pertanian)

Traktor (tractor) secara bahasa berasal dari kata traction dan motor, yang berarti motor yang menarik.

Secara istilah traktor merupakan kendaraan yang digunakan untuk mendorong atau menarik trailer (mesin pertanian) dimana mesin-mesin tersebut mempunyai fungsi beragam antara lain untuk membajak (plow), untuk membuat bedengan, menanam, penyiangan, aplikasi pestisida hingga memanen.

Sebagai salah satu bagian dari mekanisaasi pertanian, traktor membuat pekerjaan lebih cepat dan hemat biaya, waktu serta tenaga (efisien) bahkan berperan dalam meningkatkan hasil produksi pertanian.

Bayangkan saja lahan berpuluh hektar jika dikerjakan oleh tenaga manusia akan membutuhkan puluhan orang, dengan traktor hanya dikerjakan oleh beberapa orang saja.

*Dari jenis roda, traktor dikelompokkan menjadi 2 tipe yakni tipe roda (wheel tractor) dan tipe rantai (track tractor).

wheel tractortrack tractor (source: finninf.com)

*Dari tipe roda traktor dikelompokkan menjadi 2 tipe yakni traktor 2 roda dan traktor 4 roda

  • Traktor 2 roda (hand tractor), umumnya digunakan pada lahan yang sempit (garden tractor). Mudahnya dalam mengeoperasikan membuat traktor ini banyak digunakan petani di indonesia, selain karena lahan yang dimiliki tidaklah luas. Traktor ini cukup efektif digunakan untuk mengolah tanah yang memiliki struktur tanah yang gembur dan remah.
  • Traktor 4 roda, sangat cocok dioperasikan pada areal lahan yang luas dengan kondisi tanah yang bervariasi (seperti di Amerika Serikat, Kanada atau Australia). Traktor roda 4 berfungsi untuk membantu menarik atau mendorong alat/mesin pengolah tanah seperti rotavator, cultivator dan lain-lain.

b. Alat/Mesin Pengolah Tanah (Soil cultivators)

Tanah yang baik adalah tanah yang memenuhi syarat tumbuh bagi tanaman. Secara umum pengolahan tanah dibagi menjadi 2 fase yakni olah tanah 1 dan olah tanah 2.

Fase Olah tanah 1  adalah membolak balik tanah dan membuat struktur nya menjadi halus dan lembut, sedang fase olah tanah 2 yakni saat mengaduk pupuk dasaran, merapikan bedengan, hingga bedengan siap ditanami.

Alat pengolah tanah banyak jenis macamnya. Dilihat dari segi ukuran ada yang ukurannya besar dan ada yang ukurannya kecil.

Dari segi fungsinya antara mesin penghancur tanah, mesin pembuat bedengan, mesin pembuat parit, mesin perata tanah dan lain-lain.

1. Rotavator

Rotavator

Rotavator adalah jenis traktor yang berguna untuk menghancurkan bongkahan tanah menjadi bentuk yang lembut. Rotavator mempunyai 2 jenis yakni hand rotavator dan rotary tiller.

2. Cultivator

Cultivator (source: agriexpo.online)

Cultivator mempunyai fungsi utama yakni untuk menyiapkan persemaian (seedbed) dengan cara menciptakan aerasi tanah yang baik, serta melakukan penyiangan (kontrol gulma) sekaligus mencampurnya dengan tanah.

3. Bajak (moldboard plow)

Bajak (plow)

Bajak, istilah yang tidak asing, merupakan kegiatan membolak-balik lapisan tanah sehingga lapisan bawah yang masih subur (banyak mengandung unsur hara) bias terangkat ke atas. Sebaliknya lapisan atas yang banyak mengandung gulma dapat tertimbun dan terurai menjadi pupuk kompos.

Bagikan Artikel Ini Bosque, Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *