bt
Menu

Tambak Pun Butuh Pengapuran, Agar Produktivitas Meningkat. Begini Caranya…!

Belajartani.com – Permasalahan tanah asam tak hanya berpengaruh pada lahan pertanian, tapi juga berdampak pada produktivitas perikanan. Ya, pada perikanan tambak misalnya.

Arti tambak menurut KBBI antara lain (1) kolam di tepi laut yang diberi pematang untuk memelihara ikan (terutama ikan bandeng; udang), (2) pematang untuk menahan air;  tanggul; bendung. Contoh jenis ikan yang biasa dibudidayakan di tambak di indonesia antara lain lele, patin, mujaer, bandeng dan udang.

Sebagaimana tanah asam pada lahan pertanian, solusi untuk mengatasi tanah asam adalah dengan cara pengapuran. Pengapuran bertujuan untuk meningkatkan ph tanah yang semula asam menjadi pH netral. Terkait dengan pengapuran bisa anda baca artikel berikut ini :

pH asam pada tanah membuat penyerapan unsur hara kurang baik. Unsur hara seperti fosfor menjadi terikat, sehingga tidak dapat diserap saat dibutuhkan tanaman. Tanah asam cenderung beracun bagi kebanyakan tanaman hal ini karena ketersediaan unsur aluminium cukup tinggi.

Gambar tambak di Lamongan. Image source : kabarone.com

Pada aktivitas budidaya tambak ikan atau ikan pun demikian, kondisi dasar tanah pada kolam sangat mempengaruhi kualitas air. Kualitas air yang kurang baik (asam) sangat mempengaruhi produktivitas tambak.

Oleh karena itulah untuk memperbaiki kualitas air tambak maka perlu dilakukan pengapuran. Pengapuran pada perikanan tambak mempunyai manfaat yang banyak antara lain :

  1. Meningkatkan kualitas air tambak (ph air menjadi netral, bahan organik terurai)
  2. Unsur Ca (kalsium) dan Mg (Magnesium) pada kapur dibutuhkan untuk pembentukan kulit pada udang
  3. Meningkatkan ketersedian unsur P (fosfor) yang berguna bagi perkembangan plankton (sumber makanan penting hewan tambak)
  4. Kondisi pH air yang nyaman, selain menekan perkembangan hama penyakit juga mempercepat perkembangan hewan tambak yang pada akhirnya dapat meningkatkan produktivitas hewan tambak.

Cara pengapuran pada tambak

1. Pemberian kapur pertanian baik itu berupa kalsium karbonat (CaCO3), kapur tohor (CaO), dan kapur hidroksida (CaOH), dilakukan dengan cara ditabur di atas tanah pada saat pengolahan tanah terakhir.

Waktu aplikasinya kira-kira 2 minggu sebelum air masuk ke dalam tambak (berfungsi sebagai kapur dasaran). Dosis yang digunakan berkisar 1 ton – 2 ton/hektar.

2. Selain pengapuran saat olah tanah, adakalanya pengapuran diberikan sebagai pengapuran susulan, manakala kualitas air tambak selama periode pertumbuhan dan perkembangan hewan tambak mengalami penurunan.

Pengapuran susulan dilakukan setiap 1 minggu sekali dengan dosis 50-100 kg/hektar luasan tambak, sampai masa panen tiba. Pemberiannya direkomendasikan pada saat sore atau malam hari.

Bagikan ke teman anda :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Follow our IG

Instagram.com/PertanianKini

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! ♥