Seberapa Pentingkah Sistem Pertanian Terpadu bagi Para Petani ?

Sistem Pertanian Terpadu – Indonesia dikenal dengan negara agraris, yang artinya sebagian besar masyarakat Indonesia, khususnya di daerah pedesaan menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian.

Pertanian merupakan sektor yang berperan penting dalam penyediaan pangan nasional dan berkontribusi besar pada pendapatan PDB (Produk Domestik Bruto) Indonesia.

Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) tercatat bahwa, selama 2018-2021 usaha sektor pertanian menyumbang sekitar 13,22% terhadap PDB Indonesia.

Perolehan tersebut mendudukkan sektor pertanian pada peringkat kedua sebagai penyumbang PDB Indonesia terbesar setelah sektor industri pengolahan.

Jumlah penduduk pada setiap tahunnya selalu meningkat. Hal ini menjadikan kebutuhan akan pangan juga meningkat. Sedangkan luas lahan pertanian semakin berkurang akibat banyaknya alih fungsi lahan.

Berdasarkan skema KSA (Kerangka Sampel Area), luas lahan baku sawah di Indonesia saat ini terus mengalami penurunan.

Mengacu pada data BPS, tercatat pada tahun 2013 luas lahan baku sawah di Indonesia seluas 7,75 juta hektar, namun saat ini luas lahan baku tersebut mengalami penurunan menjadi 7,1 juta hektar.

Lahan pertanian yang terus berkurang dapat mengancam kesediaan pangan nasional dan PDB. Pendapatan rumah tangga para petani juga ikut terancam.

Rekomendasi :  Mau Buat Instalasi Irigasi Tetes atau Drip Irrigation Sederhana ? Inilah Komponen Yang Perlu Anda Siapkan

Hal ini mendorong tercetusnya suatu sistem yang tepat guna untuk para petani. Sistem tersebut adalah sistem pertanian terpadu. Sistem tersebut digadang-gadang mampu meningkatkan pendapatan melalui diversifikasi pangan.

Namun, apakah kehadiran sistem pertanian terpadu dapat menjadi solusi yang tepat bagi para petani untuk mengatasi berbagai permasalahan pertanian yang ada ? .

Sistem Pertanian Terpadu

Ilustrasi sistem pertanian terpadu. Image source : fusi.co.id

Sistem pertanian terpadu disebut juga dengan Integrated Farming System. Sistem ini merupakan sistem pertanian yang memadukan beberapa sub sektor pertanian, seperti, perkebunan, peternakan, perikanan dan lain sebagainya.

Tujuan dari sistem ini adalah untuk memaksimalkan produktivitas lahan pertanian. Selain itu, pertanian terpadu juga turut serta dalam upaya konservasi lingkungan untuk mewujudkan pertanian berkelanjutan.

Dewasa ini, konservasi lingkungan telah menjadi perhatian khusus bagi masyarakat dunia. Hal itu, dibuktikan dengan disepakatinya misi konservasi lingkungan yang tercantum dalam tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Develpoment Goals.

Penerapan sistem pertanian terpadu menjadi salah satu upaya konservasi. Menurut FAO (Food and Agriculture Organization), pertanian terpadu mempunyai 3 prinsip utama konservasi, yakni prinsip rotasi tanaman, pengolahan lahan secara ekologi dan penutupan permukaan tanah.

Selain prinsip tesebut, pertanian terpadu menggunakan prinsip Zero Waste Agriculture. Prinsip Zero Waste Agriculture merupakan prinsip yang digunakan untuk pertanian tanpa limbah.

Konsep ini berangkat dari banyaknya pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh berbagai kegiatan dari sektor pertanian.

Dengan adanya konsep ini, diharapkan seorang petani mampu mengelola dan mengubah limbah pertanian menjadi hal-hal yang lebih bermanfaat dan tidak terbuang sia-sia.

Rekomendasi :  Manfaat Pemangkasan (Pruning) Terhadap Pertumbuhan Dan Perkembangan Tanaman

Sistem pertanian terpadu sangatlah erat kaitannya dengan prinsip zero waste. Sebab, sistem pertanian ini mengintegrasikan beberapa sub sektor pertanian dengan memanfaatkan secara optimal sumber daya hayati yang dihasilkan, baik hasil panennya maupun limbahnya.

Prinsip pertanian tanpa limbah, dapat meningkatkan efisiensi pengeluaran serta meningkatkan pendapatan para petani. Sehingga, prinsip pertanian zero waste tidak hanya sebagai bentuk upaya konservasi lingkungan, namun juga menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan produk-produk yang dihasilkan dari sistem pertanian terpadu.

Produk Utama Pertanian Terpadu

Limbah peternakan dimanfaatkan untuk pupuk tanaman

Secara umum, pertanian terpadu mampu menghasilkan 4 produk utama. Produk utama pertanian terpadu dikenal dengan F4, yakni, Food, Feed, Fuel, dan Fertilizer.

1. Food

Food menjadi sumber pangan bagi manusia seperti, beras, jagung, dan berbagai tanaman hortikultura. Dari sektor peternakan, produk food dapat berupa daging, susu, telur, dan lain sebagainya, sedangkan dari bidang perikanan, produk pangan yang dihasilkan adalah berbagai jenis ikan konsumsi.

2. Feed

Produk ini akan menghasilkan pakan untuk berbagai macam hewan ternak, seperti sapi, kambing, kelinci, ayam, itik, burung dara, serta berbagai macam ikan budidaya.

3. Fuel

Fuel atau bahan bakar juga menjadi salah satu produk pertanian terpadu. Salah satu bahan bakar yang dapat dihasilkan dari pertanian terpadu adalah produk biogas. Produk biogas ini dapat dimanfaatkan dalam berbagai bentuk, baik untuk kebutuhan listrik, memasak, dan lain sebagainya.

4. Fertilizer

Fertilizer atau pupuk. Produk pupuk berasal dari sisa-sisa berbagai produk pertanian dan telah mengalami proses dekomposisi. Dari pernyataan tersebut, dapat diketahui bahwa penerapan sistem pertanian terpadu memiliki berbagai keuntungan.

Rekomendasi :  [Fakta] Potret Kemajuan Pertanian Jepang
Limbah rumah tangga dimanfaatkan untuk pupuk tanaman

Selain keuntungan produk, penerapan sistem pertanian terpadu juga memiliki berbagai keuntungan lain. Terlebih keuntungan bagi para petani sebagai pelaku usaha dalam bidang pertanian.

Setidaknya ada 5 poin utama keuntungan yang akan diperoleh, yakni :

1. Meningkatkan diversifikasi atau keragaman pangan.

2. Meningkatkan pendapatan rumah tangga petani.

3. Dengan memanfaatkan bahan organik dari ternak ataupun penggunaan limbah pertanian sebagai penyubur tanah, akan menurunkan biaya produksi.

4. Mengoptimalkan pemanfaatan lahan, dengan memperhatikan aspek ekologi dan konservasi.

5. Membangun kelembagaan terpadu yang dapat memberikan penyuluhan serta pelatihan hal teknis guna peningkatan sumber daya manusia.

Kesimpulan

Integrasi peternakan dengan pertanian

Sehingga dapat disimpulkan bahwa hadirnya sistem pertanian terpadu menjadi salah satu solusi bagi para petani untuk mengatasi keterbatasan lahan pertanian dan meningkatnya kebutuhan pangan. Sistem ini akan meningkatkan diversifikasi atau keragaman pangan yang dihasilkan pada tingkat petani.

Baca juga : Punya Lahan Sempit Ingin Untung Besar? Cobalah Menanam Melon Premium !

Selain itu, penerapan sistem pertanian terpadu mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya hayati yang ada di lahan pertanian secara berkesinambungan. Sehingga dapat bernilai ekonomis, dengan tetap mempertimbangkan sisi ekologisnya.

Oleh karena itu, bagi para petani penerapan sistem pertanian terpadu menjadi sangat penting karena dapat meningkatkan pendapatan dengan tetap menjaga kualitas dan kesuburan lahan.

Share, jika konten ini bermanfaat !

Artikel Terkait

About the Author: Insan Cita

Insan Cita, founder & owner BelajarTani.com | Alumnus FP | Bekerja di agriculture corp | Hobi ngeblog & berkebun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *