bt
Menu

Panduan Lengkap Cara Menanam Padi Untuk Petani Pemula

18/10/2018 | Pangan

Belajartani.comDi antara banyak topik tentang pertanian, topik cara menanam padi yang baik adalah salah satu topik yang banyak yang sekali tingkat pencariannya di internet.

Oleh sebab itu belajartani.com, kali ini akan ulas artikel panduan lengkap cara menanam padi yang baik dan benar, step by step langkahnya, dan diharapkan ini bisa membantu para petani, khususnya petani muda pemula yang baru/akan praktek menanam padi.

Menanam atau budidaya padi banyak sekali caranya. Di era teknologi pertanian yang makin maju teknologi budidaya padi sudah sangat beragam jenisnya.

Misalnya saja dari teknologi benih unggul yang memangkas masa panen (umur lebih pendek atau genjah), atau teknik tanam SRI yang bisa menghemat penggunaan air dan meningkatkan produktivitas tanaman.

Selain itu teknologi modern itu juga berkaitan dengan alat-alat pertanian (farm machinery) yang sangat canggih dan membantu sekali proses budidaya padi seperti alat/mesin penanam padi, alat/mesin pengolah tanah, alat/mesin pemanen padi serta alat/mesin alat perontok padi.

Baca juga : Teknologi Pertanian Modern, Jawaban untuk Krisis Pangan Dunia

Namun sebelum kita masuk ke dalam pembahasan bagaimana cara budidaya atau menanam padi, terlebih dahulu kita akan urai secara singkat dan padat aspek-aspek lain dalam dunia per-padian, yang saya pikir, penting juga kita ketahui.

Aspek-aspek tersebut seperti klasifikasi padi, varietas benih unggul padi, fase pertumbuhan padi, serta syarat tumbuh padi.

Petani padi muda di Jepang. image source: modernfarmer.com

Jadi, biar informasi yang sobat BT dapatkan banyak, saya harap sobat BT bisa kerasan di halaman ini. Membaca dan scroll-nya pelan-pelan saja yaa…! hehe

Well firstly,  kita langsung saja masuk ke topic “apa itu padi?”

Padi dan jenisnya

Padi (paddy) dalam sistem klasifikasi tanaman adalah masuk famili Graminae (tanaman butir-butiran), genus Oryza dan spesies Oryza sativa.

Padi berdasarkan tempat tumbuhnya dibedakan menjadi 2 jenis yakni :

  1. Padi sawah yakni padi yang tumbuh dan ditanam di tempat cukup air seperti sawah
  2. Padi kering yakni padi yang bisa tumbuh dan ditanam ditempat minim air seperti tegalan contoh padi gogo yang ditanam di lahan tadah hujan

Dalam menanam padi, agar mampu meningkatkan produksi, hendaknya menerapkan program intensifikasi tanaman yaitu :

  1. pengelolaan tanah
  2. penggunaan varietas benih unggul
  3. pengelolaan irigasi yang benar
  4. pemupukan tepat dan berimbang
  5. pengendalian hama penyakit

Nah kelima unsur di atas dikenal sebagai konsep panca usaha tani. Seperti apa itu detil konsep usaha tani? Anda bisa baca pada artikel berikut ini >> Masih Ingat Gak Nih Sama Konsep Panca Usaha Tani?

Penggunaan Varietas Padi Unggul

Penggunaan varietas benih padi unggul sangat berdampak nyata dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman padi. Oleh sebab itu, memilih varietas benih unggul adalah salah satu point penting untuk menunjang keberhasilan usahatani padi.

Varietas benih unggul ini berperan selain untuk peningkatan hasil, juga mengurangi potensi kehilangan hasil akibat hama penyakit dan cekaman lingkungan.

Paling tidak sebuah varietas padi bisa dikatakan sebagai varietas benih unggul adalah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Potensi hasil/produktivitas yang tinggi
  2. Daya daptasi yang luas terhadap tipe iklim dan jenis tanah
  3. Toleran terhadap hama penyakit
  4. Vigor tanaman lebih kuat
  5. Genjah (berumur pendek)
  6. Dan yang terpenting adalah rasa disukai oleh konsumen

Syarat Tumbuh/karakteristik Tanaman Padi

  1. Padi dapat tumbuh dengan baik di daerah ber-iklim tropis dan subtropis, dengan rata-rata curah hujan 1500-2000 mm/tahun.
  2. Padi bisa ditanam pada musim kemarau maupun musim hujan. Pada saat musim kemarau, produksinya cenderung meningkat karena proses penyerbukan berlangsung sempurna tanpa gangguan hujan. Hanya saja air harus tersedia.
  3. Pada musim hujan padi tumbuh subur namun hasil cenderung menurun karena penyerbukan terganggu oleh hujan.
  4. Padi dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian (altitude) 0-650 mdpl (dataran rendah-menengah) dengan suhu 22-27 C, dan pada ketinggian 650-1500 mdpl (dataran tinggi) dengan kisaran suhu 19-23 C.
  5. Pengaruh suhu terhadap tanaman adalah mempengaruhi jadi tidaknya penyerbukan dan saat pengisian biji (bernas atau hampa)
  6. Lokasi/lahan dengan penyiran matahari penuh tanpa naungan. Sinar matahri berguna dalam proses ftosintesis (khususnya saat pembungaan dan pemasakan biji)
  7. Kondisi angin tidak terlalu kencang, karena berguna untuk proses polinasi (penyerbukan/pembuahan). Namun jika terlalu kencang bisa merusak tanaman padi.
  8. Tanah yang cocok untuk padi adalah jenis tanah lumpur dengan ketebalan kurang lebih 20 cm. Atau bisa juga di tanah lempung (liat). Tidak cocok pada tanah pasir karena sifatnya poros (tidak mengikat air).
  9. Indek keasaman tanah (pH) tanah untuk padi berkisar skala 4-7

 Mengenal Fase-fase Pertumbuhan Padi

Padi mempunyai 3 fase proses pertumbuhan, mulai dari semai sampai panen antara lain :

  1. Fase vegetatif/pertumbuhan : yakni fase pembentukan akar, batang dan daun, mulai dari perkecambahan sampai terbentuknya malai (rangkaian bulir padi). Lama fase ini berkisar 50-60 hari.
  2. Fase generatif/pembungaan : yakni fase pembentukan bulir sampai dengan pembungaan. Lama fase ini berkisar 30-35 hari.
  3. Fase pembentukan gabah/biji : yakni fase pembungaan sampai pemasakan biji padi.

    Fase pengisian bulir/gabah

LANGKAH-LANGKAH CARA MENANAM/BUDIDAYA PADI

1.Pembuatan bedengan untuk persemaian/pembibitan padi

Cara menanam padi pada umumnya bukan dengan benih langsung tanam, namun dengan bibit yang sebelumnya disemai terlebih dahulu. Penyemaian padi dilakukan dengan membuat bedengan semai yang dilakukan bersamaan saat olah tanah.

Bedengan semai dibuat rata dengan ukuran lebar 1-1,5 m (lebar got 40-50cm), panjangnya menyesuaikan ukuran lahan. Luas bedengan semai biasanya 1/20 luas penanaman.

Agar bibit bisa tumbuh dengan baik, pilih lahan untuk bedengan semai yang mudah pengairannya, dan bebas hama penyakit

Untuk menambah kesuburan tanah tempat persemaian, tambahkan bahan organik (kompos atau pupuk kandang 1kg/m2).Tebarkan juga pupuk NPK 10 gram/m2, serta insektisida karbofuran 10 gram/m2.

2.Persiapan benih dan cara menyemai benih padi

a. Di waktu bedengan semai dibuat, siapkan benih padi yang akan disemai (biji yang bernas)

Baca juga : Tips Memilih Benih Padi yang Berkualitas

b. Rendam benih padi kurang lebih 24 jam, dan ganti air rendaman setiap 6 jam sekali.

c. Kemudian peram selama 1-3 hari sampai benih berkecambah semua.

d. Setelah diperam 1-3 hari dan benih berkecambah (muncul radikula/akar baru), benih sudah bisa disebar pada bedengan yang telah dibuat dengan kerapatan 50 gram untuk 1 m2.

e. Setelah benih padi berkecambah disebar, genangi selama 2-3 hari dengan air secara macak-macak.

3.Penyiapan lahan padi

Penyiapan lahan terdiri atas beberapa langkah antara lain : pembersihan lahan dari gulma atau bekas tanaman lama, penggenangan lahan, olah tanah (bajak) serta penggaruan.

a.Pembersihan lahan dilakukan dengan aplikasi herbisida baik kontak atau sistemik sehingga lahan bersih dari gulma atau rumput.

Baca juga : Teknik Aplikasi Herbisida Efektif dan Efisien untuk Pengendalian Gulma

b.Penggenangan lahan bertujuan agar hama penyakit yang ada dalam tanah bisa mati, dan stuktur tanah menjadi lebih lunak. Dilakukan selama kurang lebih 1 minggu.

Pembajakan sawah padi

c.Olah tanah atau bajak, sebelum lahan dibajak sebarkan pupuk kandang atau kompos kurang lebih 5-10 ton/ha. Kemudian lakukan bajak untuk membolak balik tanah dan menghancurkan bongkahan tanah.

d.Penggaruan bertujuan untuk untuk meratakan lahan. Lakukan penggaruan serata  mungkin sehingga tanaman padi dapat tumbuh dengan baik. Penggaruan dilakukan setidaknya 1 hari menjelang penanaman. Dan jangan lupa untuk mengurangi air saat penggaruan.

4.Pindah tanam dan perawatan masa vegetatif padi

Pindah tanam bibit padi adalah saat berusia 3-4 minggu (kurang lebih 5-7 daun). Cara penanamannya yakni bibit padi jangan ditanam terlalu dalam karena berakibat pertumbuhan tanaman menjadi lambat.

Penanaman bibit padi dengan transplanter di Jepang

Jarak tanam yang direkomendasikan 20-25×20-25 cm atau sistem tanam jajar legowo. Jarak tanam jangan terlalu rapat dikarenakan pertumbuhan akan memanjang, tanaman saling menaungi, sehingga berpotensi menyebabkan anakan sedikit.

Sistem tanam padi SRI

Setelah 2-4 hari setelah pindah tanam akar-akar baru akan terbentuk, dan pada umur 5-10 hari akan terjadi pertumbuhan anakan.

5.Pengairan/irigasi tanaman padi

  • Pengairan dilakukan dengan pola irigasi berselang yaitu tanah dialiri air dalam kondisi macak-macak
  • Urutannya adalah setelah tanam samapai umur 10 hari tanah diairi setinggi 2-5 cm
  • Saat umur 11 hari, pengairan dihentikan sampai air dipetak sawah habis dengan sendirinya
  • Kemudian lakukan penggenangan lagi setinggi 5 cm selama 5 hari

    Pengairan lahan padi dengan teknik penggenangan

  • Ulangi kegiatan pengeringan dan penggenangan sampai masuk fase pembungaan
  • Pada fase pembungaan, lakukan penggenangan lagi setinggi 5 cm sampai menjelang panen
  • Setelah itu lahan dikeringkan untuk proses pemasakan gabah

6.Pemupukan padi

Bagaimana cara pemupukan padi, kapan waktu pemupukan padi, serta apa jenis pupuk dan berapa dosis pemupukan padi?

Mengutip dari laman Balai Besar Penelitian Tanaman Padi (BBPADI), Tanaman padi memerlukan banyak unsur hara N dibandingkan P dan K.

Unsur hara N berfungsi untuk pertumbuhan tanaman, pembentukan anakan, pembentukan klorofil yang penting untuk fotosintesis, serta untuk merangsang pembentukan gabah.

Unsur hara P berfungsi sebagai sumber tenaga (ATP) untuk membentuk tanaman yang seragam tumbuh dan masaknya.

Unsur hara K berfungsi sebagai pendukung berlangsungnya reaksi enzim dalam tanaman padi, memperbaiki rendemen gabah, ketahanan terhadap cekaman lingkungan seperti kekeringan serta ketahanan terhadap hama penyakit.

Lebih lanjut disebutkan bahwa untuk menghasilkan 1 ton gabah dibutuhkan unsur hara sebagai berikut :

  • N sebanyak 17,5 kg (setara 39 kg Urea)
  • P sebanyak 3 kg (setara 9 kg SP36)
  • K sebanyak 17 kg (setara 34 kg KCl)

Pemupukan padi sendiri disarankan untuk mengkombinasikan pupuk anorganik (kimia) dengan pupuk organik agar selain produktivitas bisa tinggi tapi kesuburan tanah tetap terjaga.

Baca juga : 3 Jenis Pupuk Organik yang Sering Digunakan Oleh Petani

Pemupukan pada padi harus berdasarkan fase pertumbuhan, dengan dosis yang berbeda-beda pula untuk masing-masing jenis pupuk yaitu :

  1. Pemupukan 1 saat umur 7-10 hst (Urea 50-75 kg/ha, SP36 100-150 kg/ha, KCl 50 kg/ha)
  2. Pemupukan 2 saat umur 21 hst (Urea 100-150 kg/ha)
  3. Pemupukan 3 saat umur 40 hst (Urea 50-100 kg/ha, KCl 50-100 kg/ha)

Berdasarkan data di atas, kita bisa lihat bahwa pemberian pupuk Urea dilakukan sebanyak 3 kali, pupuk KCl sebanyak 2 kali dan pupuk SP36 hanyak sekali saja.

7.Pengendalian gulma pada tanaman padi

Gulma pada tanaman padi perlu dikendalikan agar tidak mengganggu pertumbuhan tanaman padi. Di lahan, gulma berebut unsur ara, air, ruang tumbuh dan sinar matahari dengan tanaman padi.

Pengendalian hama penyakit padi dengan aplikasi pestisida

Penyiangan bisa dilakukan secara manual yakni dengan cara mencabut gulma satu persatu, namun hal ini tidak efektif dan efisien.

Penyiangan gulma padi secara manual di Jogjakarta Indonesia

Saat ini ada teknik dan cara pengendalian gulma dengan aplikasi herbisida selektif. Uraiannya bisa anda baca pada artikel berikut ini >> Teknik Aplikasi Herbisida Efektif dan Efisien untuk Pengendalian Gulma

8.Panen padi

Masa/umur panen padi biasanya dilakukan setelah umur 30 hari setelah masa pembungaan atau bisa dilihat dari kondisi fisik gabah yakni gabah sudah mengalami masak fisiologis 90% yang artinya 90% gabah telah berubah warna menjadi kuning.

Kegiatan panen padi di Bali Indonesia

Panen yang terlalu awal yakni saat banyak bulir hijau maka akan banyak terbentuk bulir patah pucuk sehingga dapat menurunkan kualitas beras.

Panen padi di JEpang dengan mesin harvester

Begitu pula jika panen terlambat, maka akan terjadi potensi kehilangan karena banyak gabah yang rontok di sawah.

HAMA DAN PENYAKIT UTAMA TANAMAN PADI

Hama Utama Tanaman Padi

1.Wereng Coklat (Nilavarpata lugens)

Hama wereng coklat(brown planthopper) merupakan hama utama padi yang paling sulit dibasmi dibanding hama yang lain. Hal ini dikarenakan dampak serangan yang ditimbulkan serta penyebarannya cepat dan luas. Dan makin sulit lagi dibasmi saat terjadi ledakan.

Wereng coklat bekerja merusak tanaman padi dengan 2 cara antara lain serangan langsung (menghisap cairan sel tanaman sehingga tanaman kering seperti terbakar/hopperburn) serta sebagai vektor virus (virus kerdil hampa dan virus kerdil rumput).

Wereng coklat menyerang tanaman padi pada saat memasuki fase pertumbuhan (tanaman muda) hingga fase keluarnya malai. Gejala serangan wereng coklat yakni tanaman menguning dan mengering seperti terbakar.

Dampak dan kerugian yang ditimbulkan oleh serangan wereng coklat ini bisa menurunkan produktivitas panen 10-50%. Untuk lebih detil tentang hama wereng coklat bisa anda baca artikel berikut >> Hama Wereng Coklat, Gejala Serangan Dan Cara Pengendaliannya Pada Tanaman Padi

2.Penggerek Batang Padi (Paddy Stem Borer)

Penggerek batang  disebabkan oleh serangan larva ngengat di dalam batang padi. Waktu serangan hama penggerek batang padi ini dimulai saat tanaman di persemaian sampai pembentukan malai.

Gejala serangannya antara lain anakan padi menjadi kerdil atau mati (disebut sundep) dan malai hampa (disebut beluk).

a. Sundep (deadheart symptom)

Sundep (deadheart symptom) adalah kondisi dimana larva ngengat merusak tanaman padi sebelum memasuki masa pembungaan (masa vegetatif).

Biasanya gejala sundep muncul pada tanaman padi saat berumur 21 HSPT (hari setelah pindah tanam). Gejala serangannya pucuk batang padi menjadi kering, bewarna kuning dan  mudah dicabut.

b. Beluk (whitehead symptom)

Merupakan gejala serangan hama penggerek batang pada saat masa pembungaan dan pembentukan malai (masa generatif).

Serangan hama penggerek batang pada fase pembentukan malai, mengakibatkan bulir padi akan hampa karena proses pengisian biji nya tidak berlangsung sempurna (pembuluh pada batang  nya telah rusak).

Untuk mengetahui lebih detil jenis-jenis hama penggerek padi seperi beluk dan sundep serta cara pengendaliannya anda bisa membaca artikel berikut ini >> Waspadai Serangan Hama Penggerek Batang Padi (Rice Stem Borer), Penyebab Gejala Sundep dan Beluk..!

3.Hama Putih

Hama putih biasanya menyerang tanaman padi saat usia kurang lebih 1bulan. Cara kerja hama putih adalah larva hama putih merusak dan memotong-motong daun.

Kemudian potongan daun tadi akan digunakan oleh larva hama putih untuk membungkus diri. Untuk pengendalian hama putih dilakukan sebelum serangan dan ketika masuk waktu serangan yakni saat padi masuk umur 10-30 hari setelah tanam.

4.Hama Putih Palsu

Sebagaimana hama putih, hama putih palsu menyerang tanaman padi saat stadia/fase vegetatif yakni saat usia 10-30 hari setelah tanam.

Hama puith palsu menyerang tanaman padi dengan cara memakan jaringan hijau daun dari dalam gulungan daun sehingga permukaan daun bawah menjadi bergaris-garis putih.

5.Hama Wereng Hijau (Nephotettix)

Wereng hijau dikenal sebaga vektor virus tungro. Oleh karena itu hama wereng hijau harus dikendalikan dan dicegah sejak dini.

Mengingat dampak yang ditimbulkan oleh hama wereng hijau yakni dapat menyebabkan tanaman padi kerdil, jumlah anakan berkurang, serta daun bisa berubah menjadi kuning.

6.Hama Walang Sangit (Leptocoryza acuta)

Walang sangit adalah hama yang menyerang tanaman padi saat memasuk fase masak susu yakni kira-kira saat padi berumur 70-80 hari setelah tanam.

Walang sangit menyerang padi dengan cara mengisap cairan dalam bulir. Akibat serangannya yakni beras menjadi hampa atau tak berisi.

7. Hama Burung

Hama burung menyerang tanaman padi dengan cara memakan biji padi dari masak susu sampai masak biji. Akibatnya panen menurun. Pada umumnya hama burung dikendalikan dengan dijaga dan diberikan orang-orangan.

8.Hama Tikus

Tikus mudah sekali ditemukan di sawah, tegalan, rumah, dan gudang. Tikus tergolong hama utama padi karena tingkat serangannya tinggi. Tikus bisa menyerang tanaman padi dengan cara memakan habis batang padi atau gabah.

Dampak yang ditimbulkan serangan tikus seringkali menyebabkan gagal panen. Lalu bagaimana cara pengendalian hama ini? Anda bisa klik artikel berikut ini : [Terbukti] 7 Strategi dan Cara Pengendalian Hama Tikus

Penyakit Utama Tanaman Padi

1.Blas (Blast)

Penyakit blas disebabkan oleh infeksi atau serangan jamur Pyricularia grisea. Pyricularia grisea berkembang pesat pada kelembaban yang tinggi atau curah hujan tinggi. Kondisi iklim yang basah dan berembun adalah kondisi yang sangat mendukung perkembangan penyakit blas.

Penyakit blas menyerang tanaman padi pada fase vegetatif disebut blas daun (leaf blast), sedang pada fase generatif disebut blas leher (neck blast).

Pada tingkat serangan yang parah, berpotensi puso. Karena proses pengisian biji/bulir menjadi terganggu, sehingga banyak bulir yang kosong/hampa.

Tentang bagaimana gejala penyakit blas serta cara pengendaliannya anda bisa membaca artikel berikut ini >> Cara Pengendalian Penyakit Blas pada Tanaman Padi

2.Hawar Pelepah Daun

Penyakit hawar pelepah daun disebabkan oleh jamur Rhizoctonia solani. Menyerang tanaman padi saat stadia pembentukan anakan sampai stadia masak susu.

Gejala yang ditimbulkan antara lain muncul bercak ke-abuan yang bentuknya memanjang pada pelepah daun.

Cara pencegahannya yakni saat terbentuk anakan maksimum lakukan pengeringan sawah, sedangkan untuk pengendaliannya yakni bisa aplikasi fungisida bahan aktif triadimefon atau difenokonazol.

3.Bercak Daun

Bercak daun padi disebabkan oleh jamur cercospora sehingga menyebabkan daun nampak menguning dan terdapat banyak bercak hitam.

Sebagaimana penyakit hawar pelepah daun, penyakit bercak daun umumnya menyerang saat fase primordia/bunting (40-45 hst) dan saat keluar malai.

4.Penyakit Virus Tungro

Virus tungro istilah bagi penyakit yang disebarkan oleh hama wereng hijau. Penyakit tungro biasanya menyerang saat fase/stadia pembibitan sampai stadia primordia (usia rentan serangan).

Tanaman yang terserang penyakit virus tungro ini memiliki beberapa gejala yaitu tanaman kerdil dengan jumlah anakan sedikit. Selain itu daun mengalami perubahan warna dari hijau menjadi kuning atau orange.

Cara pencegahan penyakit virus tungro adalah dengan membasmi atau mengendalikan vektornya yakni wereng hijau. Selain itu untuk mencegah terserang virus tungro, disarankan untuk menggunakan varietas benih padi tahan tungro.

Bagikan ke teman anda :
  • 7
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    7
    Shares

Follow our IG

Instagram.com/PertanianKini

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! ♥