Cara Menanam Padi Panduan Lengkap Untuk Pemula [Update 2021]

79555 View

Cara Menanam Padi Panduan Lengkap Untuk Pemula – Di antara banyak topik tentang pertanian, topik cara menanam padi yang baik adalah salah satu topik yang banyak yang sekali tingkat pencariannya di internet.

Oleh sebab itu belajartani.com, kali ini akan ulas artikel panduan lengkap cara menanam padi yang baik dan benar, step by step langkahnya, dan diharapkan ini bisa membantu para petani, khususnya petani muda pemula yang baru/akan praktek menanam padi.

Menanam atau budidaya padi banyak sekali caranya. Di era teknologi pertanian yang makin maju teknologi budidaya padi sudah sangat beragam jenisnya.

Misalnya saja dari teknologi benih unggul yang memangkas masa panen (umur lebih pendek atau genjah), atau teknik tanam SRI yang bisa menghemat penggunaan air dan meningkatkan produktivitas tanaman.

Selain itu teknologi modern itu juga berkaitan dengan alat-alat pertanian (farm machinery) yang sangat canggih dan membantu sekali proses budidaya padi seperti alat/mesin penanam padi, alat/mesin pengolah tanah, alat/mesin pemanen padi serta alat/mesin alat perontok padi.

Baca juga :

Namun sebelum kita masuk ke dalam pembahasan bagaimana cara budidaya atau menanam padi, terlebih dahulu kita akan urai secara singkat dan padat aspek-aspek lain dalam dunia per-padian, yang saya pikir, penting juga kita ketahui.

Aspek-aspek tersebut seperti klasifikasi padi, varietas benih unggul padi, fase pertumbuhan padi, serta syarat tumbuh padi.

Petani padi muda di Jepang. image source: modernfarmer.com

Jadi, biar informasi yang sobat BT dapatkan banyak, saya harap sobat BT bisa kerasan di halaman ini. Membaca dan scroll-nya pelan-pelan saja yaa…! hehe

Well firstly,  kita langsung saja masuk ke topic “apa itu padi?”

Padi dan jenisnya

Padi (paddy) dalam sistem klasifikasi tanaman adalah masuk famili Graminae (tanaman butir-butiran), genus Oryza dan spesies Oryza sativa.

Padi berdasarkan tempat tumbuhnya dibedakan menjadi 2 jenis yakni :

  1. Padi sawah yakni padi yang tumbuh dan ditanam di tempat cukup air seperti sawah
  2. Padi kering yakni padi yang bisa tumbuh dan ditanam ditempat minim air seperti tegalan contoh padi gogo yang ditanam di lahan tadah hujan

Dalam menanam padi, agar mampu meningkatkan produksi, hendaknya menerapkan program intensifikasi tanaman yaitu :

  1. pengelolaan tanah
  2. penggunaan varietas benih unggul
  3. pengelolaan irigasi yang benar
  4. pemupukan tepat dan berimbang
  5. pengendalian hama penyakit

Nah kelima unsur di atas dikenal sebagai konsep panca usaha tani. Seperti apa itu detil konsep usaha tani? Anda bisa baca pada artikel berikut ini >> Masih Ingat Gak Nih Sama Konsep Panca Usaha Tani?

Penggunaan Varietas Padi Unggul

Penggunaan varietas benih padi unggul sangat berdampak nyata dalam upaya peningkatan produksi dan produktivitas tanaman padi. Oleh sebab itu, memilih varietas benih unggul adalah salah satu point penting untuk menunjang keberhasilan usahatani padi.

Varietas benih unggul ini berperan selain untuk peningkatan hasil, juga mengurangi potensi kehilangan hasil akibat hama penyakit dan cekaman lingkungan.

Paling tidak sebuah varietas padi bisa dikatakan sebagai varietas benih unggul adalah mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Potensi hasil/produktivitas yang tinggi
  2. Daya daptasi yang luas terhadap tipe iklim dan jenis tanah
  3. Toleran terhadap hama penyakit
  4. Vigor tanaman lebih kuat
  5. Genjah (berumur pendek)
  6. Dan yang terpenting adalah rasa disukai oleh konsumen

Syarat Tumbuh/karakteristik Tanaman Padi

  1. Padi dapat tumbuh dengan baik di daerah ber-iklim tropis dan subtropis, dengan rata-rata curah hujan 1500-2000 mm/tahun.
  2. Padi bisa ditanam pada musim kemarau maupun musim hujan. Pada saat musim kemarau, produksinya cenderung meningkat karena proses penyerbukan berlangsung sempurna tanpa gangguan hujan. Hanya saja air harus tersedia.
  3. Pada musim hujan padi tumbuh subur namun hasil cenderung menurun karena penyerbukan terganggu oleh hujan.
  4. Padi dapat tumbuh dengan baik pada ketinggian (altitude) 0-650 mdpl (dataran rendah-menengah) dengan suhu 22-27 C, dan pada ketinggian 650-1500 mdpl (dataran tinggi) dengan kisaran suhu 19-23 C.
  5. Pengaruh suhu terhadap tanaman adalah mempengaruhi jadi tidaknya penyerbukan dan saat pengisian biji (bernas atau hampa)
  6. Lokasi/lahan dengan penyiran matahari penuh tanpa naungan. Sinar matahri berguna dalam proses ftosintesis (khususnya saat pembungaan dan pemasakan biji)
  7. Kondisi angin tidak terlalu kencang, karena berguna untuk proses polinasi (penyerbukan/pembuahan). Namun jika terlalu kencang bisa merusak tanaman padi.
  8. Tanah yang cocok untuk padi adalah jenis tanah lumpur dengan ketebalan kurang lebih 20 cm. Atau bisa juga di tanah lempung (liat). Tidak cocok pada tanah pasir karena sifatnya poros (tidak mengikat air).
  9. Indek keasaman tanah (pH) tanah untuk padi berkisar skala 4-7

 Mengenal Fase-fase Pertumbuhan Padi

Padi mempunyai 3 fase proses pertumbuhan, mulai dari semai sampai panen antara lain :

  1. Fase vegetatif/pertumbuhan : yakni fase pembentukan akar, batang dan daun, mulai dari perkecambahan sampai terbentuknya malai (rangkaian bulir padi). Lama fase ini berkisar 50-60 hari.
  2. Fase generatif/pembungaan : yakni fase pembentukan bulir sampai dengan pembungaan. Lama fase ini berkisar 30-35 hari.
  3. Fase pembentukan gabah/biji : yakni fase pembungaan sampai pemasakan biji padi.

    Fase pengisian bulir/gabah

LANGKAH-LANGKAH CARA MENANAM/BUDIDAYA PADI

1.Pembuatan bedengan untuk persemaian/pembibitan padi

Cara menanam padi pada umumnya bukan dengan benih langsung tanam, namun dengan bibit yang sebelumnya disemai terlebih dahulu. Penyemaian padi dilakukan dengan membuat bedengan semai yang dilakukan bersamaan saat olah tanah.

Bedengan semai dibuat rata dengan ukuran lebar 1-1,5 m (lebar got 40-50cm), panjangnya menyesuaikan ukuran lahan. Luas bedengan semai biasanya 1/20 luas penanaman.

Agar bibit bisa tumbuh dengan baik, pilih lahan untuk bedengan semai yang mudah pengairannya, dan bebas hama penyakit

Untuk menambah kesuburan tanah tempat persemaian, tambahkan bahan organik (kompos atau pupuk kandang 1kg/m2).Tebarkan juga pupuk NPK 10 gram/m2, serta insektisida karbofuran 10 gram/m2.

Bagikan Artikel Ini Bosque, Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *