Mengenal Manfaat Unsur Hara Silika (SiO2) Untuk Tanaman

Mengenal Manfaat Unsur Hara Silika (SiO2) Untuk Tanaman – Unsur hara silika mungkin terdengar asing bagi sebagian petani, khususnya petani sayuran. Yap, unsur hara silika biasanya diaplikasikan pada tanaman padi atau tebu. Seberapa penting dan apa manfaat unsur hara silika bagi tanaman dan bagaimana cara pemanfaatannya akan kita ulas setelah ini.

Mengenal apa itu unsur hara silika ?

Silika merupakan istilah lain untuk Silikon dioksida atau SiO2. Secara peranan, silika bukanlah masuk dalam unsur essensial. Unsur essensial adalah unsur yang perannya tidak dapat digantikan oleh unsur lain, dibutuhkan oleh semua jenis tanaman untuk menyelesaikan satu siklus hidupnya.

Unsur essensial kita kenal dengan 13 unsur hara antara lain unsur hara makro: N, P, K, Ca, Mg, S dan unsur hara mikro seperti Fe, B, Mn, Cl, Mo, Cu dan Zn.

Nah, unsur silika tadi tergolong unsur fungsional, yaitu kebalikan unsur hara essensial, dimana unsur hara ini hanya dibutuhkan oleh jenis tanaman tertentu.

Unsur hara silika ini berguna untuk meningkatkan kualitas hasil saja. dengan kata lain, panen bisa ditingkatkan di atas rata-rata. Sehingga walaupun tanpa unsur silika, selama unsur essensial tercukupi maka tanaman tetap saja bisa tumbuh sampai panen.

Manfaat unsur hara silika

Tanaman yang diberi aplikasi silika cenderung lebih kuat dan tahan terhadap serangan hama penyakit. Namun perlu diingat bahwa penggunaanya hanya untuk tanaman tertentu seperti padi atau tebu. Silika terbukti meningkatkan kekuatan padi sehingga tidak mudah rebah/roboh.

Bagaimana dengan tanaman yang lain? Misalnya diaplikasikan ke tanaman tomat atau cabai bagaimana hasilnya? Karena kan saat ini masih belum banyak petani yang mencoba pada tanaman tersebut?

Aplikasi penyemprotan pada tanaman apel, menurut info petani apel dapat meningkatkan daya simpan apel serta tidak mudah busuk kulitnya. Jadi, mungkin perlu dicoba juga pada tanaman cabai atau tomat, namun dengan dosis kecil dulu untuk mencegah kemungkinan tanaman kearacunan.

Memanfatkan abu letusan gunung sebagai sumber unsur hara silika

Kita patut bersyukur karena negara kita khususnya di pulau Jawa terdapat banyak gunung berapi, yang saat sekali meletus mengeluarkan ribuan ton abu vulkanik.

Abu letusan gunung berapi (volcanic ash) atau abu vulkanik tadi, adalah sumber utama unsur hara silika (SiO2) yang mempunyai kandungan terbesar yaitu 45-60%. Selain itu menurut Badan Litbang Pertanian, setiap satu centimeter ketebalan tutupan abu mempunyai potensi cadangan unsur makro cukup besar yaitu:

  • Fosfor sebesar 240 kg/ha, atau setara dengan 1.5 ton pupuk SP36
  • Kalium sebesar 2.4 ton/ha, atau setara dengan 4.7 ton pupuk KCl
  • Kalsium 7.3 ton/ha, atau setara dengan 18 ton kapur
  • Sulfur 120 kg/ha, atau setara dengan 0.4 ton kiserit

Jadi abu letusan gunung, sangat baik diaplikasikan pada lahan sawah sehingga dapat meningkatkan ketahanan tanaman, yang selanjutnya dapat meningkatkan produktivitas beras nasional, dan pada akhirnya dapat meningkatkan ketahanan pangan nasional Bangsa Indonesia.

Bagaimana cara memanfaatkan abu letusan yang mengandung silika tadi?

Pada prinsipnya, abu letusan sangat berfungsi sebagai peremajaan tanah (soil rejuvination) sekaligus penambahan atau pengayaan unsur hara dalam tanah (enrichment). Itulah sebabnya tanah di daerah bekas letusan gunung jauh lebih subur dan mempunyai produktivitas tanaman yang jauh lebih tinggi.

Untuk memanfaatkan tanah atau abu letusan gunung berapi (abu vulkanik) cara atau teknik-nya cukup sederhana sekali yaitu dilakukan dengan mencampurkannya dengan tanah pada saat kegiatan olah tanah.

Baca juga : Penyebab Tanah Menjadi Tidak Produktif dan Cara Memulihkannya

Agar proses pelepasan unsur hara pada abu letusan berjalan lebih cepat, sebaiknya ditambahkan dengan pupuk organik seperti kompos, atau pupuk kandang. Bisa juga ditambahkan mikroorganisme lokal seperti EM4, agar proses penguraian bahan organik dalam tanah berlangsung jauh lebih cepat.

Jangan Lupa Share Ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *