Mengenal Beragam Jenis Sistem Tanam Pertanian

103 View

Jenis Sistem Tanam Pertanian – Apa itu sistem tanam? Sistem tanam berasal gabungan dua kata yaitu sistem dan tanam. Saat saya mencoba mencari arti kata sistem tanam di KBBI saya tidak menemukanya. Yang ada hanya arti masing-masing dari frasa tersebut, yaitu sistem dan tanam, itu sendiri.

Menurut KBBI, sistem berarti perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan atau berarti juga metode. Sementara kata tanam atau menanam berarti menaruh bibit atau benih di dalam tanah supaya tumbuh.

Sehingga sistem tanam itu bisa berarti metode tanam, yang artinya cara bagaimana menanam bibit atau benih yang tentu saja agar nanti dapat menghasilkan panen.

Banyak juga yang menyebut sistem tanam itu dengan pola tanam. Itu juga benar. Karena kalau kita cek arti kata “pola” di KBBI disitu ada sistem atau cara kerja.

Sehingga kita akan dapat banyak persamaan dari sistem tanam antara lain metode atau cara tanam, dan pola tanam.

Dalam bidang pertanian, ada beragam jenis sistem tanam yang sudah banyak diterapkan di berbagai belahan dunia. Yuk, kita bahas satu persatu sob.

Sistem Tanam Tunggal (Mono Cropping) atau Monokultur

Sistem tanam tunggal pada jagung

Sistem tanam monokutur adalah penanaman satu jenis tanaman pada suatu luasan lahan tertentu, dan pada musim tertentu. Misal pada lahan 1 hektar hanya ditanami padi saja atau jagung saja. Selain tanaman musiman berupa pangan dan horti, pada tanaman tahunan seperti sengon atau karet.

Sistem Tanam Ganda (Multiple Cropping) atau Polikultur

Sistem tanam ganda adalah sistem penanaman dengan mengusahakan, membudidayakan atau menanam dua jenis atau lebih tanaman budidaya pada suatu luasan lahan tertentu dan pada musim tertentu.

Tujuan dan alasan banyak petani melakukan tanam ganda adalah

  1. Untuk menigkatkan produktivitas lahan, misal di lahan yang sama ditanam jagung dan kedelai sekaligus (sesama tanaman pangan), atau bawang merah dengan kubis (sesame horti). Dengan menignkatkanya produktivitas lahan berarti peningkatan pendapatan petani.
  2. Menjaga kesuburan tanah, hal ini jika salah satu tanaman adalah dari jenis legum. Seperti kedelai, kacang hijau atau kacang tanah. Seperti yang kita ketahui tanaman tersebut dapat membantu penyediaan dan serapan unsur nitrogen dalam tanah.
  3. Menurunkan resiko gagal panen. Dengan menanam 2 jenis tanaman yang berbeda famili, misal antara jenis terong-terongan dengan kubis-kubisan, bisa mencegah kegagalan panen akibat hama yang sama. Misal saat terjadi ledakan hama kutu-kutuan pada cabai, hama kubis atau selada misalnya cenderung aman. Selain itu juga mengatisipasi kerugian akibat fluktuasi harga, misal saat panen harga salah satu tanaman anjlok, maka kerugian masih bisa tertutupi oleh panen dari tanaman yang lain.

Berdasarkan waktu tanamnya, sistem tanam ganda di lapangan dibagi lagi menjadi 2 jenis yaitu sistem tanam tumpang sari dan tumpang gilir.

1. Sistem Tanam Tumpang Sari (Inter Cropping)

Sistem tanam tumpang sari antara bawang daun dengan lettuce

Sistem tanam tumpangsari adalah menanam 2 jenis tanaman berbeda, secara serentak dengan membentuk barisan bedengan secara berseling antar jenis tanaman pada suatu luasan lahan tertentu.

Dalam penerapannya di lapangan ada 2 jenis, yaitu, dalam satu barisan bedengan terdiri dari 2 atau lebih jenis tanaman, misal tomat dan cabai. Ada juga yang dalam satu barisan bedengan terdiri dari satu jenis tanaman saja, misal hanya ada kubis, dan di bedengan lain ada tomat atau cabai.

Baca juga : Tips dan Cara Tumpangsari Cabai dan Tomat, Strategi Cegah Resiko Kegagalan Usahatani

Walaupun umumnya penanaman dilakukan serentak, ada juga yang tidak. Sebab persiapan bibit kedua jenis tanaman bisa saja mengalami kendala sehingga tidak siap bersamaan.

Namun hal tersebut tidak masalah selama tidak lebih dari 1 bulan setelah tanam tanaman pertama. Kalo lebih dari itu khawatir tanaman kedua bisa tertutupi oleh daun tanaman pertama sehingga tidak dapat akses sinar matahari.

Itu jika dalam satu bedengan ada 2 jenis tanaman, jika dalam satu bedegan 1 jenis, tentu lebih tak massalah lagi.

Gambaran di atas adalah untuk tumpang sari pada tanaman horti yang menggunakan sistem bedengan dan got yang lebar dalam pengelolaan lahannya.

Sementara jika pada tumpang sari jagung kedelai, alangkah baiknya jika pada 1 atau 2 barisan tanaman jagung, tanaman kedelainya terdapat 4-5 barisan. Agar kedelai mendapatkan akses air, udara dan sinar matahari yang cukup.

2. Sistem Tanam Tumpang Gilir (Relay Cropping)

Sistem tanam tumpang gilir antara sawi putih dengan tomat

Sistem tanam tumpang gilir adalah bercocok tanam selama semusim atau lebih yang terdiri atas beberapa jenis tanaman yang ditanam secara bergiliran dan bersisipan untuk meningkatkan produktivitas tanah tiap satuan luas dan waktu;

Jadi bedanya dengan tumpangsari adalah masalah waktu saja. Jadi di sistem tanam tumpang gilir petani terlebih dulu menanam satu tanaman tertentu, baru kemudian menanam tanaman kedua, ketiga, di sela-sela ruang kosong, pada saat tanaman pertama masuk fase awal panen hingga menjelang panen habis.

Contohnya gini, saat tanaman tomat sudah memasuki panen terakhir, dilakukan penanaman cabai atau jagung. Jadi nanti saat tanaman tomat sudah habis/bongkar, tanaman cabai atau jagung sudah besar.

Selanjutnya bisa lanjut misalnya menyisipkan tanaman sawi-sawian pada tanaman cabai yang sudah masuk umur tua dan mau habis. Begitulah seterusnya sampai dirasa kualitas panen menurun dan perlu dilakukan pengolahan tanah kembali.

Hal yang perlu diperhatikan dengan sistem tanam ganda

Meski sistem tanam ganda memiliki kelebihan seperti yang kita bahas di atas, ada hal yag perlu diperhatikan dalam menerapkan sistem tanam ganda :

  1. Pemberian nutrisi musti cukup sesuai dengan jumlah tanaman, terutama saat pemberian pupuk dasaran. Tentu saja bisa 2x lipat daripada sistem tanam tunggal.
  2. Karena dalam satu waktu, perlu diperhatikan jenis tanamannya, sebaiknya jangan yang satu famili, misal cabai dengan terong. Karena kedua jenis tanaman di atas memiliki jenis hama penyakit utama yang hampir sama, sehingga jika terjadi serangan keduanya bisa rusak bersamaan. Namun jika tujuannya hanya sekedar antisipasi harga panen, maka hal tersebut tak jadi masalah.

Sistem Tanam Jajar Legowo

Sistem tanam jajar legowo adalah cara menanam padi dengan mengatur jarak antar barisan tanaman padi serta memberi baris pemisah sehingga tanaman padi mendapatkan efek tanaman pinggir seperti mendapatkan sinar matahari secara merata.

Ada beberapa jenis jajar legowo yang biasa digunakan petani yaitu jajar legowo 2:1, jajar legowo 3:1, dan jajar legowo 4:1. Namun jajar legowo 2:1 lah yang dianggap yang paling baik. Mengapa ?

Pada sistem tanam jajar legowo misal jajar legowo 2:1 jarak tanam yang digunakan 25×12,5 cm dan baris pemisah selebar 40-50 cm antara satu baris tanaman dengan tanaman lain.

Jarak pemisah tadi berguna untuk mencegah terbentuknya iklim mikro (kelembapan dan suhu berada pada kondisi yang optimal).

Selain dapat mencegah terjadinya iklim mikro (menurunkan serangan OPT), intensitas cahaya/sinar matahari yang masuk juga lebih merata sehingga pertumbuhan padi juga lebih optimal.

Karena ada baris pemisah berupa baris kosong tadi, perawatan tanaman jadi lebih mudah. Baik saat anda hendak melakukan pemupukan, penyiangan, atau penyemprotan, bisa dilakukan di area baris kosong.

Bagikan Artikel Ini. Trims !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *