Inilah Tipe Petani yang Ada di Indonesia. Anda Tipe yang Mana?

18632 View

Inilah Tipe Petani yang Ada di Indonesia. Anda Tipe yang Mana? – Halluuw sobat BT, berbicara tipe petani di Indonesia sebenarnya tidak jauh berbeda saat kita berbicara tentang manusia itu sendiri. Bentuk dan karakteristiknya bermacam-macam tentunya. Banyak hal yang membentuk karakteristik petani baik itu faktor internal maupun eksternal.

Kondisi internal lingkungan dimana petani itu tinggal, sangat mempengaruhi perkembangan pola pikirnya, karena tiap lokasi dan daerah memiliki beragam budaya yang berbeda dengan daerah yang lainnya. Belum lagi adanya pengaruh informasi dari dunia luar juga bisa membentuk dan merubah pola pikir petani.

Karakter dan sikap mental petani menjadi salah satu penentu kesuksesan usaha taninya tanpa mengesampingkan faktor pengetahuan dan teknis yang petani gunakan. Tapi perlu diingat bahwa pilihan-pilihan teknis yang akan diterapkan di lapangan akan berakhir pada pengetahuan dan sikap mental petani itu sendiri.

Sangat menarik mengkaji tentang hal ini karena jika saya dan anda memahami tentang karakter petani maka anda akan dengan mudah menemukan solusi dan cara bagaimana melakukan penyuluhan, pedampingan sehingga informasi dan inovasi yang akan anda sampaikan akan bisa diterima dengan baik.

Nah sobat BT, setidaknya ada beberapa tipe atau jenis petani di Indonesia antara lain berdasarkan karakteristik luas lahan, orientasi atau tujuan bertani, teknologi, dan sifat individu petani. Simak selengkapnya di bawah ini :

petani-gurem
Ilustrasi petani gurem. Sumber gambar : pixabay.com

#1 Tipe Petani Berdasarkan Luas Lahan

Berdasarkan hasil ST2013, jumlah petani di Indonesia tercatat sebanyak 26,14 juta orang. Menurun sebesar 16,32 persen dari hasil Sensus Pertanian 2003 (ST2003) yang tercatat sebanyak 31,23 juta petani). Berdasarkan lahan petani dibagi dalam 2 kelompok besar yaitu petani gurem dan non gurem.

1. Petani Gurem, adalah petani yang menguasai lahan kurang dari 0,50 Ha. Hasil ST2013 oleh BPS menunjukkan bahwa sebesar 55,33 persen petani Indonesia (14,25 juta petani) merupakan petani kateori petani gurem. Dari hasil ST2013 dari kelompok petani gurem, paling banyak yang menguasai lahan dengan luas antara 0,20–0,49 Ha, yaitu sebanyak 6,73 juta petani. Berbeda hasil ST2003 jumlah petani terbanyak menguasai lahan dengan luas kurang dari 0,10 Ha, yaitu sebanyak 9,38 juta petani.

2. Petani Non Gurem, adalah petani yang memiliki atau menguasai lahan 0,50 Ha atau lebih. Petani non gurem dari hasil ST2013 jumlahnya sebesar 44,67 persen (11,50 juta petani).

petani-peasant
Ilustrasi petani yang tidak berorientasi bisnis. Sumber gambar : pixabay.com

# 2 Tipe Petani Berdasarkan Orientasi/Tujuan Bertani

1. Berorientasi Ekonomi, tipe petani yang berorientasi ekonomi adalah tipe petani yang menggunakan prinsip ekonomi dalam usaha taninya yakni biaya seefisien mungkin serta hasil yang maksimal. Petani tipe ini pada tiap usaha taninya selalu menghitung setiap biaya yang dikeluarkan, hasil panen, keuntungan atau kerugian yang diperoleh. Petani ini umumnya memiliki managemen tanam dan keuangan (tata kelola) yang baik.

Nah, apabila ternyata didapati bahwa usaha taninya tidak menguntungkan atau tidak efisien, petani ini akan mencari komoditas yang biaya nya kecil, proses on farm nya tidak membutuhkan waktu banyak tapi menghasilkan banyak rupiah.

Selain itu tipe petani ini akan lebih cenderung open terhadap perkembangan teknologi. Terutama teknologi yang bisa memangkas biaya operasional mereka, misal traktor untuk mengurangi biaya tenaga kerja bajak, teknologi rumah kaca untuk mengurangi biaya pestisida, serta teknologi drip tape untuk mengurangi biaya irigasi.

2. Berorientasi Non Ekonomi, tipe petani yang berorientasi non ekonomi adalah petani yang melakukan kegiatan pertanian hanya digunakan untuk sekedar memenuhi kebutuhan rumah tangganya dan tidak ada niat untuk dijual.

Walaupun tidak menghasilkan keuntungan, petani tipe ini tetap saja melakukan kegiatan tani karena baginya kegiatan bertani adalah sebuah cara hidup (way of life). Walaupun sebenarnya jika tak bertani pun mereka dapat membeli segala kebutuhan sembako nya tapi dengan bertani sendiri, mereka seperti mendapatkan ketenangan dan kepuasan batin yang lebih.

Petani tipe ini pada umumnya banyak di pedesaan yang sifat gotong royongnya masih tinggi, jadi sama sekali mereka tidak ada orientasi bisnis. Hal ini dibuktikan ketika mereka panen melimpah, mereka tidak lupa memberikan kepada tetangga-tetangga mereka walaupun sedikit. Sungguh sebuah fenomena kearifan lokal yang sangat mulia, bukan..?

petani-tradisionalis
Ilustrasi petani tradisionalis. Sumber gambar : pixabay.com

#3 Tipe Petani Berdasarkan Penggunaan Teknologi

1. Petani Tradisionalis, tipe petani yang dalam usaha taninya lebih banyak menggunakan peralatan yang sederhana, contohnya cangkul untuk membuat bedengan atau bajak sapi untuk olah tanah. Petani yang masuk tipe ini, bisa jadi mereka belum mengetahui perkembangan teknologi terbaru atau karena mereka tidak punya uang untuk membeli peralatan modern.

Bagikan Artikel Ini Bosque, Thanks.

2 comments

  1. kalau menurut saya sebaiknya navigasi blog ini di sederhanakan dan coba gunakan template yang sederhana atau bisa juga template bawaan dari blogger.

  2. kalau menurut saya sebaiknya navigasi blog ini di sederhanakan dan coba gunakan template yang sederhana atau bisa juga template bawaan dari blogger.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *