bt
Menu

Inilah Buah dan Sayur Yang Disebutkan Dalam Al-Qur’an

22/10/2018 | Review

Belajartani.com – Hallo sobat BT, kali ini saya akan posting artikel tentang buah dan sayur yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Buah dan sayur yang disebutkan dalam Al-Qur’an sebenarnya buah yang sering kita jumpai dan kita konsumsi.

Berdasarkan hasil penelitian modern, buah dan sayur dalam Al-Qur’an tersebut, merupakan buah dan sayur yang ternyata memiliki banyak manfaat untuk kesehatan.

Beberapa dalam bentuk ayat mutasyabihat (makna samar dan perlu penafsiran) dan beberapa lagi ayat muhkamat (yang jelas maknanya).

Well, apa saja buah dan sayur yang disebutkan dalam Al-Qur’an? Langsung saja, berikut ini daftarnya. Selamat membaca ya…!

Buah yang disebutkan dalam Al-Qur’an

1. Buah tin (tin/fig)

Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun” [QS. At-Tin : 1]

Dalam tafsir Syamil Quran, yang dimaksut dengan Tin oleh sebagian mufassir adalah tempat tinggal Nabi Nuh AS yang banyak tumbuh pohon Tin yakni Damaskus, Syiria.

2. Buah zaitun (zaitun/olive)

“Demi (buah) Tin dan (buah) Zaitun” [QS. At-Tin : 1]

Zaitun adalah mengarah pada tempat yang dikenal dengan Baitul Maqdis, Palestina yang banyak ditumbuhi pohon zaitun (olive).

Baitul Maqdis merupakan kiblat umat Islam pertama kali sebelum Ka’bah di Masjidil Haram, Mekah. Baitul Maqdis adalah nama lain dari Masjidil Aqsha yang saat ini sedang dijajah oleh Israel.

Dalam Surat Al-Isro’ ayat 1, Masjidil Aqsha disebutkan sebagai tempat Nabi Muhammad SAW bertolak saat mi’roj menuju Sidrotul Muntaha untuk menerima perintah sholat.

3. Buah kurma (ruthoban/dates)

Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu” [QS. Maryam : 25]

Dalam surat Maryam Allah, menjelaskan kisah kelahiran nabi isa dengan jelas dan lengkap yakni  Beliau dilahirkan di bawah pohon kurma yang sedang berbuah (bukan di kandang domba), yakni pada saat musim panas. Jenis kurma yang masak di musim panas adalah kurma jenis Ruthab.

4. Buah anggur (‘inabin/grape)

Dan sungguh, Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam Al-Qur’an ini dengan bermacam-macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia tidak menyukainya bahkan mengingkarinya” [QS. Al-Isro’ : 89]

Dan mereka berkata, “kami tidak akan percaya kepadamu (Muhammad) sebelum engkau memancarkan mata air dari bumi untuk kami” [QS. Al-Isro’ : 90]

Atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu engkau  alirkan di celah-celahnya sungai yang deras alirannya” [QS. Al-Isro’ : 91]

Atau Engkau jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana Engkau katakan, atau (sebelum) Engkau datangkan Allah dan para malaikat berhadapan muka dengan kami”  [QS. Al-Isro’ : 92]

Atau Engkau mempunyai sebuah rumah dari emas, atau Engkau naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu sebelum Engkau turunkan kepada kami sebuah kitab untuk kami baca. “Katakanlah (Muhammad): “Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia yang menjadi rasul?” [QS. Al-Isro’ : 93]

Anggur dalam konteks ayat tersebut, adalah bagian pengingkaran dari manusia atas kerosulan Nabi SAW, seperti dijelaskan di ayat 92, mereka meminta Nabi SAW mengalirkan sungai yang alirannya deras di bawah kebun kurma dan anggur.

Padahal Allah telah memberikan mukjizatnya yang terbesar yakni Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW, sebagai petunjuk keselamatan, dan peringatan bagi umat manusia, namun sayangnya kebanyakan manusia tidak suka bahkan ingkar kepadanya (Al-Quran).

5. Buah pisang (tholhim/banana)

Dan pohon pisang yang bersusun buahnya” [QS. Al-Waqiah : 29]

Konteks ayat tersebut menjelaskan tentang golongan kanan yakni yang menerima catatan amal dengan tangan kanan sebagai tanda ia adalah calon penghuni syurga.

Golongan kanan disebutkan akan berada di pohon bidara tak berduri, mendapati pohon pisang yang bersusun buahnya, dan naungan yang terbentang luas.

Air yang mengalir terus-menerus serta buah-buahan yang banyak. Dan kenikmatan-kenikmatan lain yang tak terbatas jumlahnya dan tak terbayangkan sebelumnya.

6. Buah delima (rumman/pomegranate)

Dan Dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan maka Kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman” [QS. Al-An’am : 99]

Delima dan buah-buah yang Allah tumbuhkan di atas adalah salah satu dari tanda kekuasan Allah agar manusia tidak ingkar dan menyekutukannya.

Lihatlah bagaimana buah kurma, zaitun dan delima dapat tumbuh subur pada daerah yang kering dan tandus seperti di Jazirah Arab kalo bukan tanda kekuasaanNya?

Sayur yang disebutkan dalam Al-Qur’an

“Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: “Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. Sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar Dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya”. Musa berkata: “Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik? Pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta”. Lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. Hal itu (terjadi) karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para Nabi yang memang tidak dibenarkan. Demikian itu (terjadi) karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas” [QS. Al-Baqoroh : 61]

Sayuran yang disebut di Al-Quran disebutkan berurutan dalam QS. Al-Baqoroh ayat 61 yaitu mentimun (qitssaai), bawang putih (fumi), kacang adas (‘adas), bawang merah (bashol).

Lentils atau kacang adas. image source : pixabay.com

Konteksnya yaitu menceritakan kaum Yahudi yang meminta Nabi Musa AS agar Allah SWT menumbuhkan sayuran tersebut, padahal Allah telah anugrahkan makanan yang baik dan lezat berupa Manna (madu) dan Salwa (burung puyuh).

Lebih lanjut kita bisa tahu bahwa permintaan kaum Yahudi di atas adalah bentuk kufur nikmat, karena meminta makanan yang mudah dijumpai di kota.

Baca juga :  Al-Quran pun Bicara Pertanian

Disebutkan di ayat tersebut Nabi Musa AS menyuruh mereka mencari di kota yang dipastikan akan menemukan mentimun, bawang putih, adas dan bawang merah.

Bagikan ke teman anda :
  • 1
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    1
    Share

Follow our IG

Instagram.com/PertanianKini

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! ♥