AeroFarms Pertanian Vertikal Terbesar di Dunia – Hallo sobat belajartani.com, pada postingan sebelumnya kita membahas tentang teknologi aquaponik di salah satu daerah gurun di Mesir.
Setelah itu, kita juga membahas pertanian dalam gedung (indoor farming) yang ada di Jepang, yang sebagian berupa pertanian vertikal dalam gedung (indoor vertical farming) yang menggunakan sistem atau teknologi aeroponik.
Nah, kali ini kita akan kembali mengulas tentang pertanian vertikal dalam gedung, tapi di AeroFarms yang merupakan perusahaan aeroponik terbesar di dunia yang berada di New Jersey, Amerika Serikat.
Seperti yang kita ketahui pertanian pada umumnya tak bisa lepas dari proses olah tanah, pH tanah dan sinar matahari agar dapat panen dengan optimal.

Nah di AeroFarms, tidaklah seperti itu. Di AeroFarms, tanaman seperti selada, kale atau sawi ditempatkan pada nampan yang ditumpuk hingga setinggi 30 kaki.
Dengan luas area yang mencapai 70.000 kaki persegi atau 6500 meter persegi (0,65 hektar), AeroFarms mampu memproduksi sayur sebanyak hampir 1 juta kilogram selama satu tahun.
Ada beberapa komponen yang mendukung kerja dari sistem pertanian vertikal aeroponik di AeroFarms antara lain :
#1. Perangkat mist (aeroponic mist)
Berfungsi menyemprotkan air, pupuk dan oksigen ke bagian akar tanaman pada tiap waktu tertentu. Kemudian air tersebut masuk kembali ke bagian tandon air untuk kemudian disemprotkan lagi ke bagian akar, begitu seterusnya (sistem loop tertutup).
#2. Lampu LED (LED lighting)

Budidaya sayuran di AeroFarms karena ada di dalam ruangan (indoor farming), maka tanaman tidak tumbuh subur di bawah sinar matahari, namun di bawah sinar LED yang menyala selama 24 jam.
Lampu LED direkayasa untuk memiliki spektrum, intensitas, dan frekuensi tertentu yang mengontrol komponen fisik dan rasa produk.
#3. Media yang terbuat dari kain (reusable cloth medium)
Media kain berfungsi sebagai media semai, sekaligus pertumbuhan tanaman. Selain itu media kain juga berfungsi sebagai penghalang antara kabut dengan tanaman, agar hasil panen tetap bersih, kering dan siap dimakan.

Media kain terbuat dari bahan plastik daun ulang yang dapat dibersihkan setelah panen. Kemudian dapat digunakan kembali untuk tanam berikutnya tanpa resiko adanya kontaminasi.
#4. Kipas angin (fan)
Kipas di setiap baris yang terus menerus-menerus berputar untuk menstabilkan suhu ruangan sehingga tanaman tidak mengalami stress.
#5. Ruang solusi (solution chamber)

Merupakan ruang yang terbentuk di antara media kain dan dasar nampan. Berfungsi sebagai tempat penampungan air nutrisi setelah disemprotkan oleh mist, kemudian larutan nutrisi tersebut dikembalikan ke tandon.
Teknologi aeroponik seperti yang diterapkan AeroFarms disebutkan memiliki banyak keunggulan dibandingkan dengan pertanian pada umumnya (pertanian tanah), antara lain :

Jadi berdasarkan penjabaran di atas, ada beberapa kata kunci untuk mendefinisikan kegiatan yang dilakukan AeroFarms antara lain pertanian vertikal (vertical farming), pertanian dalam gedung (indoor farming), pertanian aeroponik (aeroponics farming) dan pertanian perkotaan (urban farming).
Sistem dan teknologi di AeroFarms semakin canggih karena memadukan berbagai teknologi terbaru seperti teknologi automasi berbasis teknologi sensor dan internet of thing (IoT), serta teknologi AI (artificial intellegent) yang algoritma-nya dapat disesuaikan, misalnya untuk membuat rasa tanaman lebih manis.
Baca juga : Inilah Sweeper Robot Pemanen Paprika Berteknologi AI Pertama Di Dunia
Terlepas dari banyak keunggulannya itu, sistem aeroponik secara vertikal dalam ruangan tersebut dianggap kurang efisien energi karena membutuhkan energi sepanjang waktu agar LED terus bersinar dan kipas terus menerus berputar.
Kontributor : DSIP (Mahasiswi Pertanian Universitas Brawijaya/UB)
Editor : BelajarTani.com
Insan Cita, founder & owner BelajarTani.com - Alumnus FP - Bekerja di agriculture corp - Hobi ngeblog & berkebun