Fakta Tanaman-pun Bertasbih pada Allah SWT

Fakta Tanaman-pun Bertasbih pada Allah SWT – Semua orang mungkin tahu bahwa tanaman adalah makhluk hidup. Seperti manusia dan hewan, tanaman atau tumbuhan juga makan, minum, bernafas.

Bahkan sebagai makhluk hidup tanaman juga dapat mendengar dan berbicara, hanya saja kita tidak mengetahui bagaimana cara mereka melakukannya.

Sebagai orang yang selalu bersinggungan langsung dengan tanaman, petani juga diupayakan agar selalu berkomunikasi dengan tanamannya. Perlu mendengar keinginan dan kebutuhan daripada tanaman budidayanya.

Gampangnya tanaman memberikan gejala-gejala yang khas bagaimana ia ingin diperlakukan oleh petani. Bagaimana saat ia kekurangan unsur hara maka tanaman merespon dengan berbagai jenis gejala.

Baca juga : Cara Mudah Mengukur Kekurangan Unsur Hara (Plant Deficiency Guide) dari Daun Tanaman

Selain faktor teknis budidaya, hendaklah petani juga tak mengesampingkan faktor etis atau akhlak saat bersinggungan langsung dengan tanaman.

Kembali lagi bahwa tanaman adalah makhluk hidup. Maka saat hendak masuk lahan, alangkah baiknya petani  mengucapkan salam, doa atau kata-kata yang baik dan menghindari mengeluarkan kata-kata kasar.

Kakek saya yang juga dulunya petani pernah mengatakan bahwa ‘tanaman itu sensitif”. Beliau bilang bahwa banyak kasus tanaman itu layu atau tiba-tiba mati setelah ada orang-orang yang mengeluarkan kata-kata umpatan di sekitar lahan, istilah orang Jawa “misuh-misuh”.

Percaya tidak tapi faktanya begitu. Tanaman bisa berbicara dan bisa mendengar. Lebih dari itu tanaman itu bertasbih kepada Allah SWT.

Cara tanaman bertasbih kepada Allah

Seorang ilmuwan biologi, Profesor William Brown dari Carnegie Mellon University, Amerika serikat, pada tahun 1981 menemukan bahwa tanaman mengeluarkan suara halus yang tidak bisa diengar oleh telinga manusia (karena dalam bentuk gelombang ultrasonik).

Profesor William Brown, penemu fakta bahwa tanaman bertasbih. Image source: radarislam.com

Diketahui bahwa suara yang dikeluarkan tanaman itu ada 1000 kali tiap detiknya. Lantas ia dan timnya, merekam suara itu dengan alat perekam suara ber-teknologi canggih sehingga gelombang ultrasonik tadi dapat diubah menjadi gelombang optik yang dapat ditampilkan pada layar komputer.

Hasilnya sungguh mengejutkan! Gelombang yang diubah menjadi grafis tadi ternyata membentuk lafadz Allah pada layar komputer. Kemudian mereka membawa hasil penemuan tersebut pada tim ilmuwan Inggris, dimana salah seorangnya Muslim.

Sungguh tim ilmuwan Inggris kagum dengan penemuan tersebut, termasuk ilmuwan muslim tadi. Bagaimana tidak bahwa penemuan tersebut sejatinya telah Allah abadikan dalam kitab suci Al-Quran sejak 14 abad silam.

“Langit yang tujuh dan bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada satupun melainkan bertasbih memuji kepada-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah maha penyantun lagi maha pengampun” (QS. Al-Isro’ ayat 44, terjemahan by iQuran Pro).

Mengutip dari sumber republika.co.id, dikatakan bahwa Profesor William Brown akhirnya memutuskan menjadi muallaf beberapa hari setelah kejadian tersebut.

“Dalam hidupku, aku belum pernah menemukan fenomena semacam ini selama 30 tahun menekuni pekerjaan ini, dan tidak ada seorang ilmuwan pun dari mereka yang melakukan pengkajian yang sanggup menafsirkan apa makna dari fenomena ini. Begitu pula tidak pernah ditemukan kejadian alam yang bisa menafsirinya. Akan tetapi, satu-satunya tafsir yang bisa kita temukan adalah dalam Alquran. Hal ini tidak memberikan pilihan lain buatku selain mengucapkan Syahadatain” kata Profesor William.

Jangan Lupa Share Ya !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *