Dormansi Benih [Saat Benih Istirahat, Tak Tumbuh Tak Juga Mati]

Dormansi BenihHallo sobat BT, sebelum menanam atau menumbuhkan benih biasanya kita merendamnya terlebih dahulu selama beberapa waktu.

Kemudian terkadang kita dapati juga bahwa ternyata benih yang akan kita semai itu tak tumbuh. Mengapa hal tersebut terjadi ?

Nah, apa yang anda alami tersebut akan berkaitan dengan topik yang akan kita bahas dalam tulisan kali ini, yaitu dormansi benih.

Apa itu Dormansi Benih?

Benih dalam fase dormansi, tak tumbuh tapi tak mati

Menurut KBBI, dormansi berarti keadaan terhambatnya pertumbuhan untuk sementara waktu meskipun keadaan lingkungan sebenarnya mendukung (air dan cahaya cukup).

Dengan kata lain dormansi adalah masa istirahat bagi calon tanaman. Istilah dormansi sangat khas untuk tanaman.

Sementara padanannya adalah hibernasi pada hewan, yaitu kondisi dimana hewan tidak melakukan aktivitas apapun seperti makan, dan minum kecuali tidur.

Namun mesti tidak melakukan apapun, bukan berarti dia mati. Karena dia akan keluar pada saat yang tepat yakni saat musim dingin sudah usai, dimana fase perburuan makanan akan dimulai.

Bisa dikatakan hibernasi adalah fase untuk menghemat energi di tengah cuaca ekstrim (dingin), karena tidak adanya asupan makanan atau air.

Hewan seperti beruang kutub akan tetap bertahan hidup meski tanpa makan selama berbulan-bulan dengan hanya mengandalkan cadangan lemak dalam tubuhnya.

Kembali lagi soal dormansi. Dormansi kurang lebih sama dengan hibernasi. Dormansi adalah fase istirahat bagi benih sehingga tidak tumbuh menjadi tanaman baru.

Apa yang terjadi dengan benih dormansi?

Dalam kondisi dormans, benih tidak akan berkecambah sampai waktu tertentu. Walaupun dikatakan sebenarnya kondisi lingkungan mendukung (air dan cahaya tersedia), tapi tidak mampu mencapai lapisan dalam benih karena terhalang lapisan luar/kulit benih.

Manfaat dan hikmah dari adanya fenomena dormansi

Dormansi bisa dibilang menjadi penghalang petani yang akan menanam suatu benih. Karena  benih bisa saja tak tumbuh untuk jangka waktu tertentu.

Tentu saja akan sulit memastikan kapan benih tersebut akan tumbuh jika membiarkannya secara alami. Namun hal tersebut tak terlalu masalah karena dormansi bisa dipatahkan.

Bagi petani atau perusahaan benih, yang ingin benih tersebut disimpan lama untuk ditanam pada waktu tertentu, dormansi sangat menguntungan.

Petani bisa memilih menanam di waktu yang dianggap paling tepat, saat musim yang tepat dimana ketersediaan air cukup atau saat potensi mendapatkan harga jual yang tinggi.

Bagi pedagang atau konsumen, dormansi menguntungkan karena bahan makanan, baik yang berupa umbi seperti singkong atau kentang, biji-bijian seperti jagung, dan kacang-kacangan bisa disimpan lama dan tak perlu khawatir tumbuh dan jadi pohon.

Coba bayangkan jika cadangan makanan berupa biji-bijian, kacang-kacangan serta umbi-umbian tadi cepat sekali berkecambah tentu umat manusia seluruh dunia akan kekurangan cadangan makanan yang sangat dibutuhkan saat musim paceklik.

Cara Mematahkan Dormansi

Benih jadi bibit setelah lewati masa dormansi (masa istirahat)

Dormansi akan hilang sendiri secara alami apabila lapisan kulit benih rusak atau menipis sehingga air bisa masuk yang akhirnya merangsang akar tumbuh.

Namun jika menunggu dormansi hilang secara alami, maka proses produksi tanaman akan terganggu karena benih tidak tahu kapan akan tumbuh secara serempak.

Karena untuk produksi secara komersial, penanaman membutuhkan bibit dalam kondisi seragam agar nanti panennya juga seragam.

Nah, oleh karena itu dormansi perlu dipatahkan dengan cara mempercepat benih berkecambah. Ada beberapa cara mematahkan dormansi benih antara lain :

  • Direndam air hangat

Merendam di air hangat selama semalam untuk merangsang pembentukan calon akar (radikula). Air akan memicu Hormon Giberelin untuk memproduksi Enzim Amilase yaitu zat yang akan mengubah endosperma (cadangan makanan) berupa pati menjadi gula sebagai sumber energi bagi calon tanaman baru.

  • Dibuka kulit bijinya

Untuk beberapa jenis benih seperti semangka atau pare, untuk membantu agar air cepat masuk ke lapisan dalam benih, benih tersebut diberi perlakuan tambahan yaitu di cracking sehingga lapisan luar benih menjadi terbuka.

  • Direndam dalam larutan ZPT

Salah satu cara mempercepat perkecambahan, adalah perendaman dalam larutan ZPT. Contoh ZPT yang biasa dipakai untuk mempercepat perkecambahan yaitu Rootone F.

  • Diletakkan di tempat lembab

Benih yang akan disemai sebaiknya diletakkan pada tempat yang lembab. Biasanya benih yang sudah direndam di air diletakkan di kertas atau kain basah atau disebut juga pemeraman. Selanjutnya setelah benih mulai keluar calon akar barulah benih dipindah ke persemaian.

  • Memberi cahaya saat pemeraman (dibungkus di kain atau kertas basah)

Sebagian perkecambahan benih jadi cepat, jika dibantu cahaya hangat, sebagian ada justru cepat berkecambah dalam kondisi gelap misal kacang hijau.

Baca juga : Inilah 7 Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Tanaman

Nah sobat BT, itulah bahasan kita mengenai apa itu dormansi dan bagaimana cara mematahkannya. Saat benih mengalami dormansi atau dorman atau istirahat, maka ia tidak akan tumbuh atau berkecambah sekalipun ditanam pada kondisi yang optimum (mendukung).

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.

About the Author: Insan Cita

Insan Cita, sebuah nama pena dari founder, owner sekaligus admin BelajarTani.com. Menyukai pertanian, berkebun, camping, membaca dan menulis. Best quote "bermanfaatlah dengan caramu sendiri !".

Leave a Reply

Your email address will not be published.