Dengan Teknologi Near Infra Red (NIR) Mengukur Kematangan Buah Jadi Mudah, Cepat Dan Akurat

Teknologi Near Infra Red (NIR) – Hallo sobat belajartani.com, sebagai pembeli buah, mendapatkan buah yang berkualitas tinggi tentu menjadi keinginan bagi kita semua.

Walaupun terkadang dibanderol harga mahal asalkan buah yang kita beli sesuai tentu harga bukanlah menjadi soal. Tidak masalah harga mahal asalkan puas.

Terkadang yang kita alami sebagai konsumen saat kita beli buah, seringnya sih melon, mangga, dari luar tampilannya sih begitu menarik dan sudah berbau wangi.

Namun begitu kita pecah dan kita makan rasanya hambar dan jauh dari harga yang kita bayar. Rasanya menyebalkan sekali jika mengalami hal demikian. Sebel, marah dan kesal jadi satu. Buah sudah dibayar namun tidak sesuai harapan.

Bagaimana dengan anda sobat, pernahkah anda mengalami hal demikian? Kalau iya maka saya, anda semua mempunyai masalah yang sama.

Seandainya kita bisa memastikan buah yang akan kita beli itu benar-benar manis, tentu kita tidak akan mengalami kasus si atas. Kasus di atas mirip kata pepetah “membeli kucing dalam karung”.

Tapi kini dengan berkembangnya teknologi, masalah di atas dapat diatasi. Ya, matang tidaknya buah dapat diketahui menggunakan teknologi Near Infra Red (NIR) Spectroscopy atau teknologi infra merah dekat.

Apa itu teknologi Near Infra Red (NIR) ?

NIR spectrometer detector untuk mengukur kematangan atau kadar gula buah. Sumber : felixinstruments.com

Sebelum adanya penemuan alat atau teknologi infra merah untuk mendeteksi kematangan buah, ada beberapa cara atau teknik secara konvensional yang digunakan oleh para stakeholder pertanian, petani, pembeli maupun pedagang yaitu :

1. Dengan mengamati fisik buah khususnya warna kulit buah

2. Memijit buah secara lembut, jika buah dirasa sudah lunak maka buah dianggap sudah masak/matang

3. Dengan menghitung umur panen

Dengan menggunakan cara di atas hasilnya adalah 80-90% akurat untuk cara nomor 2 dan 3. Namun dengan cara nomor 1 terkadang banyak zonk-nya.

Hal itu terjadi karena terkadang warna luar/kulit belum tentu sesuai dengan warna daging buah. Warna luar bisa saja kuning tapi daging buah terkadang masih keras alias mentah.

Diketahui fakta bahwa tingkat kematangan buah hakikatnya ditentukan oleh kandungan senyawa karbohidrat/pati/gula buah. Semakin matang buah, maka semakin manis rasanya.

Masalahnya kadar pati tidak bisa dilihat secara kasat mata. Sehingga dibutuhkan alat deteksi (detector) atau teknologi yang dapat mendeteksi tingkat kematangan tanpa merusak fisik buah.

Teknologi Near Infra Red (NIR), bekerja dengan memanfaatkan gelombang elektromagnetik untuk mendeteksi kandungan senyawa dalam buah secara akurat.

Cara dan Mekanisme Kerja NIR

Teknologi Near Infra Red
NIR spectrometer untuk mengukur kematangan atau kadar gula buah. Sumber : koreaportal.com

Alat detector yang disematkan teknologi Near Infra Red (NIR) itu, mempunyai sensor yang dapat memancarkan gelombang elektromagnetik (dengan panjang gelombang 1100 – 2500 nm) yang kemudian diserap oleh ikatan molekul atau senyawa dalam daging buah.

Baca juga : Cara Mengetahui/Mengukur Kandungan Unsur Hara, N, P dan K di Tanah dengan Perangkat Uji Tanah Kering (PUTK)

Kemudian sisanya dipantulkan kembali dan diterima oleh sensor untuk kemudian dideteksi seperti apa ikatan molekul yang dalam daging buah tersebut.

Alat detector tingkat kematangan buah atau NIR Spectrometer itu sudah ada yang bentuknya portebel (bisa dibawa kemana-mana) yang besarnya kurang lebih sama dengan thermometer infrared. Bedanya ini dapat terkoneksi dengan smartphone.

Lalu pada smartphone terdapat aplikasi yang dapat menampilkan hasil pengukuran tingkat kematangan/kadar gula (brix) buah hanya dalam hitungan detik.

Selain itu, data hasil pengukuran juga tersimpan dalam cloud yang dapat diakses kapanpun di manapun selama perangkat smartphone terhubung dengan internet.

Manfaat dan Kegunaan Lain Teknologi NIR

Teknologi Near Infra Red (NIR), selain digunakan untuk mengukur kematangan buah, tapi digunakan juga untuk berbagai keperluan antara lain :

  • mengukur kemurnian susu,
  • mengetahui kualitas pakan ternak,
  • mengetahui kualitas telur ayam,
  • mengetahui kualitas minyak goreng,
  • mengetahui keaslian madu dan lain-lain.

Penggunaan teknologi Near Infra Red (NIR) untuk mengukur tingkat kematangan buah, sangat bermanfaat bagi para pelaku agribisnis, karena tingkat kematangan buah dengan cepat dan buah diketahui tanpa merusak bagian buah.

Petani buah seperti petani apel, pir, melon atau pepaya misalnya tentu akan sangat terbantu untuk mengetahui kualitas panen mereka. Khususnya bagi para petani buah yang punya target pasar supermarket bahkan pasar ekspor.

Begitu juga dengan pembeli atau konsumen akhir juga terbantu karena mendapatkan jaminan buah yang dibeli kualitasnya bagus (benar-benar matang dan rasanya manis).

Pedagang sebaiknya membeli alat tersebut, sehingga saat ada pembeli yang datang membeli buah, dapat dicek langsung ditempat, sehingga pedagang akan mendapatkan kepercayaan dari para pembelinya.

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.

About the Author: Insan Cita

Insan Cita, sebuah nama pena dari founder, owner sekaligus admin BelajarTani.com. Alumnus Fakultas Pertanian. Bekerja di perusahaan pertanian, mengelola farm produksi. Gardening, Farming & Hiking !

Leave a Reply

Your email address will not be published.