bt
Menu

Bisa Jadi Karena Ini, Aplikasi Pestisida Anda Tidak Ngefek..!

20/10/2018 | Pupuk dan Pestisida

Belajartani.com – Halo sobat BT, sebagai petani yang selalu bergelut dengan pestisida, pernah nggak anda merasa aplikasi pestisida yang anda lakukan tidak ngefek sama sekali?

Pasti pernah kan? Setelah susah payah anda lakukan penyemprotan, namun sayangnya hama dan penyakit masih saja membandel.  “Ini kenapa ya? Bahan aktif dan dosis sesuai anjuran, tapi kok trip dan kutu daun ini sehat?”

Anda pernah mengalami itu? Haha, saya rasa hampir semua petani pernah mengalaminya. Termasuk saya jugak. Dan termasuk petani yang baru belajar tani..ehehe

Sampai-sampai ada juga yang menyimpulkan “Ah ini jangan jangan  hamanya udah kebal (resisten)”

Analisa anda bisa jadi benar, bisa jadi salah. Bisa jadi karena dosis dan bahan aktifnya yang kurang tepat. Tapi kalo itu sudah sesuai anjuran, apa dong kalo bukan hama nya yang resisten…!

Tenang kawan woles dulu,,hehe. Sebelum anda menyimpulkan hama tersebut resisten dengan bahan aktif atau merk tententu, bisa jadi karena ini aplikasi pestisida anda tidak ngefek..!

Salah satu hal yang saya pikir belum terlintas oleh kebanyakan petani adalah dari kondisi pH air yang digunakan. Catat ya karena kondisi pH air yang digunakan.

Benarkah pH air berpengaruh terhadap efektifitas penyemprotan pestisida? Bagaimana pengaruhnya?

Baiklah kita bahas soal pengaruh pH air terhadap efektif tidaknya penyemprotan pestisida. OK kita anggap bahan aktif dan dosis serta teknik yang lain, sudah sesuai.

Pestisida, pada umumnya bersifat asam. Sehingga pH air yang dibutuhkan untuk membuat larutan semprot, menurut BALITSA (2014) adalah 4,5-5.

pH 4,5 – 5 adalah kondisi asam. Bisa jadi air yang digunakan untuk membuat larutan semprot pestisida pH nya lebih dari 5. Terutama pada daerah yang kondisi kapur pada air irigasinya tinggi seperti Gresik, Lamongan, Tuban, dan Grobogan (CMIIW).

Inilah masalah sebenarnya. Larutan yang pH-nya lebih dari 5 atau lebih (basa), menyebabkan umur larutan semprot menurun.

Biar gak bingung berikut ini data umur larutan semprot yang saya kutip dari web BALITSA :

No Nilai pH air Umur larutan semprot
1 3,5 – 6 12 jam
2 6,1 – 7 2 jam

Nah, berdasarkan tabel di atas, pada kondisi pH air asam, umur larutan semprot akan jauh lebih lama, sehingga apabila sudah diaplikasikan/disemprotkan di tanaman akan bertahan lama pula efektifitasnya.

Kalo umur larutan semprot cuman 2 jam, maka setelah 2 jam pestisida yang melekat di daun tanaman akan tidak efektif lagi.

Bagaimana solusinya, agar penyemprotan menjadi efektif lagi?

Caranya adalah menurunkan pH air dengan Asam Nitrat (HNO3) sehingga nilai pH turun dari 6 atau 7 menjadi kisaran 4,5 – 5. Merk dagang larutan penurun pH yang beredar di pasaran contohnya Biosoft.

Langkah-langkah untuk menurunkan pH larutan semprot antara lain :

  1. Ambil air bersih yang akan dicek pH nya, secukupnya saja
  2. Ukur dengan pH meter
  3. jika pH>5, tambahkan asam nitrat, lalu ukur kembali pH nya
  4. jika pH<5, maka air tersebut sudah bisa digunakan untuk membuat larutan pestisida

Kesimpulannya adalah, aplikasi pestisida akan efektif jika dibuat dengan larutan semprot yang reaksinya asam (pH 4,5 – 5).

Bisa jadi karena ini aplikasi pestisida anda tidak ngefek selama ini. Maksutnya karena air yang digunakan pH nya lebih dari 5, sehingga mempengaruhi umur larutan semprot, yang juga mempengaruhi kinerja dari suatu pestisida.

Baca juga : Strategi Aplikasi Fungisida pada Tanaman Cabai

Demikian, artikel singkat ini semoga bisa bermanfaat buat anda semua. Jangan lupa bagikan ke saudara, sahabat dan teman anda yang lain agar bisa mendapatkan manfaat pula. Sekian terimaksih ^^

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 2
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    2
    Shares

Follow our IG

Instagram.com/PertanianKini

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]