Cara Mengatasi Akar Gada Dengan Trichoderma , Begini Caranya….!

3702 View

Cara Mengatasi Akar Gada Dengan Trichoderma , Begini Caranya….! – Hallo sobat BT, bagi anda petani tanaman family kubis-kubisan (brassicae) tentu tidaklah asing dengan penyakit akar gada atau akar bengkak. Dinamakan akar gada karena akar tanaman membengkak tidak normal dan membentuk seperti alat pemukul yakni gada.

Penyakit akar gada pada tanaman kubis-kubisan disebabkan oleh serangan Plasmodiophora brassicae. Sebenarnya pembahasan tentang penyakit akar gada, antara lain mengenai gejala serangan, mekanisme serangan serta beberapa cara pengendaliannya pernah kita bahas pada artikel berikut >> Kubis Terserang Akar Gada (Club Root), Gimana Ya Solusinya?.

Namun pada artikel tersebut masih belum membahas kaitan akar gada dengan Trichoderma yang teknik aplikasi nya pernah kita bahas pada artikel berikut >> 3 Cara Aplikasi Agens Hayati Trichoderma Sp pada Tanaman Cabai, ternyata menurut beberapa petani kubis juga efektif untuk pengendalian akar gada.

Oleh karena itu pada artikel kali ini, kita akan bahas bagaimana cara mengatasi akar gada dengan Trichoderma. Trichoderma  sebagai sebuah mikroorganisme ini cukup unik karena ia tdak hanya berperan sebagai biofertiliser (agen hayati) tapi juga sebagai biopestisida atau pestisida nabati.

Atasi Akar Gada Dengan Trichoderma

Langsung saja, bagaimana atasi akar gada dengan Trichoderma ?

Aplikasikan Trichoderma  sejak perlakuan benih

Ini merupakan langkah pencegahan akar gada. Caranya adalah sebelum benih disemai atau ditaburkan pada bedeng semai, terlebih dahulu taburkan Trichoderma pada bedeng semai. Langkah tersebut sangat efektif sehingga bibit yang ditanam lebih tahan penyakit akar gada lebih dini.

Aplikasikan Trichoderma  pada saat pindah tanam

Selain mencegah pada saat pembibitan, Trichoderma  juga dapat digunakan untuk mengendalikan akar gada saat pindah tanam (tranplanting). Cara aplikasinya yaitu dengan cara ditaburkan pada lubang tanam.

Taburkan Trichoderma (apabila dia berbentuk serbuk/bubuk) pada lubang tanam dosisnya kira-kira sebutir kapsul obat. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya mengatasi penyakit akar gada di tanah, tapi mengatasi penyakit tular tanah (soil borne) yang lain seperti layu fusarium.

Hal lain yang perlu diperhatikan

Karena akar gada bersifat tular tanah, maka untuk mencegahnya tidak hanya dengan perlakuan Trichoderma saja. perlukan Trichoderma di atas akan efektif jika kondisi tanah sudah ideal. Maka dari itu perlu langkah komprehensif atau berlapis-lapis, antara lain :

  • Mulai dari pengolahan tanah perlu dilakukan pengolahan tanah yang baik. Percuma pakai banyak Trichoderma kalau olah tanahnya asal-asalan. Bagaimana itu olah tanah yang baik silahkan baca pada artikel berikut >> Cegah Layu Sejak Dini dengan Pengolahan Tanah yang Baik.
  • Perlunya penggunaan pupuk kandang atau pupuk kompos yang sudah benar-benar matang sehingga tanaman tidak mengalami layu. Sebagai referensi artikel ini bisa anda baca >> Waspadalah..Gara-gara Ini Tanaman Cabai Anda Layu Perlahan-lahan Lalu Mati…!!.
  • Terakhir perlunya sistem drainase yang baik, serta penggunaan air bersih yang digunakan untuk penyiraman, pemupukan maupun penyemprotan pestisida. Tujuannya agar mikroorganisme yang merugikan tidak ikut masuk ke lahan produksi.

Kesimpulan…!

Penggunaan Trichoderma  untuk mengendalikan akar gada, memberikan banyak keuntungan antara lain :

  1. Mengurangi penggunaan fungisida kimia, sehingga dapat menghemat biaya yang anda keluarkan.
  2. Selain itu penggunaan Trichoderma sebagai biopestisida juga baik untuk kesehatan tanah dan mencegah tanah mengalami kerusakan akibat endapan bahan kimia.
  3. Selain itu, karena sifat daripada Trichoderma itu selektif sasaran maka dia tidak membunuh makhluk hidup lain yang bukan sasaran seperti lebah polinator atau kupu-kupu.

Penggunaan Trichoderma bagi beberapa orang mungkin masih menjadi alternatif pilihan dan belum menjadi hal yang wajib dilakukan. Tapi berdasarkan pengalaman penggunaan Trichoderma sangat membantu mengatasi akar gada terlebih di lokasi sentra sayur yang sudah endemik penyakit.

Bagikan Artikel Ini. Trims !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *