bt
Menu

Apalah Arti Kemerdekaan Bagi Petani, Jika…

18/08/2018 | Kolom Opini

Belajartani.com – Dalam suasana hari kemerdekaan Indonesia, belajartani.com mengucapkan DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA yang ke-73. Hari di mana kita bisa lihat bendera merah putih berkibar di berbagai sudut negeri. Menjadi bukti tegaknya republik ini. Merdeka..!!!

Kemerdekaan Indonesia tidaklah didapat cuma-cuma, bukan pula dari belas kasihan penjajah, namun dengan pengorbanan yang sangat besar, tenaga, air mata, harta benda bahkan nyawa.

Kemerdekaan bangsa Indonesia, sejatinya milik semua elemen Bangsa Indonesia, termasuk petani. Karena petani sebagai bagian terbesar dari negara ini. Dengan merdekanya petani, berarti merdeka pula-lah bangsa ini.

Tapi benarkah petani kita sudah benar-benar merdeka? Jika kini petani belum merasakan kesejahteraan maka apalah arti kemerdekaan ini…!

Maka apalah arti kemerdekaan ini, jika petani masih hidup dalam kemiskinan. Kebanyakan petani Indonesia adalah petani berlahan sempit dengan penghasilan yang kecil. Bahkan akhirnya banyak yang berhenti bertani lalu menjual lahannya dan menjadi buruh pabrik atau tenaga kerja di kota/luar negeri.

Kedaulatan Indonesia

Maka apalah arti kemerdekaan ini, jika tingkat pendidikan keluarga petani masih rendah. Kehidupan petani di pedesaan umumnya masih jauh dari pendidikan, sehingga berpengaruh terhadap daya serap teknologi dan inovasi pertanian. Pun dengan anak petani yang kebanyakan hanya tamat SD, padahal pendidikan adalah salah satu upaya meningkatkan pendapatan.

Kalo kita miskin maka anak kita tidak boleh miskin. Seperti etnis tionghoa di negara kita dalam waktu 3 generasi sudah menjadi kaya. Dulu jika kakeknya berdagang dengan gerobak, kemudian ayahnya mempunyai restoran, kini anaknya sudah punya perusahaan besar.

Maka apalah arti kemerdekaan ini, jika petani hanya menjadi objek kebijakan politik, dimanfaatkan saat kampanye saja, dan ditinggal begitu pesta demokrasi selesai. Seringkali kebijakan politik pemerintah masih belum berpihak pada petani, misal kebijakan tata niaga pertanian yang menyerahkan sepenuhnya pada mekanisme pasar bebas.

Maka apalah arti kemerdekaan ini, jika suku bunga tinggi, modal usaha susah didapat. Akibatnya petani tidak bisa mengembangkan usahatani mereka. Kalo kita lihat perputaran uang hanya di pasar modal di kota-kota besar saja. Desa masih sangat tertinggal dan jauh dari pembangunan

Maka apalah arti kemerdekaan ini, jika harga input produksi seperti, pupuk, pestisida dan benih harganya tinggi. Sebaliknya jika herga jual hasil panennya sangat rendah, sudah tentu petani merugi.

Saat harga komoditas pertanian, naik semua pihak, masyarakat teriak dan menjerit, sebaliknya saat harga jatuh, tak ada satu pun pihak yang membela dan peduli dengan nasib petani. Petani mau untung, mau mati sapa peduli..!

Maka apalah arti kemerdekaan ini, jika…

Maka apalah arti kemerdekaan ini, jika…

Maka apalah arti kemerdekaan ini, jika…(masih banyak yang lain. Anda bisa menambahkan sendiri).

Saya pikir belumlah kita merdeka sepenuhnya selama ketimpangan ekonomi tinggi. Belumlah kita merdeka selama nasib petani hidup dibawah garis kemiskinan. Belumlah merdeka jika kita masih impor barang yang diproduksi petani kita sendiri.

Itulah saya pikir renungan para petani di tengah suasana hari kemerdekaan ini. Semoga saja, kedepan nasib petani kita jauh lebih baik hari ini, dari petani negara lain. Aamiiin.

Semoga bermanfaat, jangan lupa klik tombol bagikan, agar artikel ini bisa memberikan informasi dan inspirasi bagi saudara, sahabat dan teman anda. Sekian terimaksih ^^

Salam hangat 🙂

BelajarTani.com

Bagikan ke teman anda :
  • 20
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
    20
    Shares

Follow our IG

Instagram.com/PertanianKini

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]