6 Penyebab Mahalnya Harga Pangan atau Produk Pertanian

158 View

3. Jumlah Petani Terbatas

Apa korelasi jumlah petani yang menanam dengan harga jual nya yang mahal? Ini berkaitan erat dengan pasokan barang.

Semakin sedikit petani yang menanam maka sedikit hasil panen yang dihasilkan begitu pula sebaliknya, dampaknya jika sedikit yang menanam maka stoknya akan terbatas juga, sehingga harganya akan cenderung turun.

Sedikitnya petani yang menanam bisa jadi karena memang komoditas tersebut masih belum banyak dikenal, bisa juga karena tingkat kesulitan yang tinggi, atau memang komoditas tersebut hanya bisa diproduksi di daerah tertentu saja dan tak bisa jika ditanam di daerah lain.

4. Terjadi Kegagalan Panen

Kegagalan panen berpengaruh pada pasokan barang di pasar. Petani mengalami gagal panen biasanya karena adanya bencana alam seperti gunung Meletus, banjir atau kekeringan, serta serangan hama penyakit.

Kegagalan panen pada areal yang luas, akan berdampak secara luas pula. Muaranya akan kembali pada pasokan barang, dimana barang yang dibutuhkan jadi langka, menyebabkan harganya melambung.

5. Momen-momen Hari Besar

Pada hari besar tertentu seperti Hari Raya Idul Fitri, harga biasanya mengalami kenaikan. harga sembako seketika meroket dan menjadi mehal.

Penyebabnya klasik, saat hari raya terjadi peningkatan permintaan oleh konsumen, di saat yang sama terkadang penawaran atau suplai barang tidak mencukupi atau memang tidak tersedia.

Biasanya untuk menstabilkan harga pemerintah melakukan operasi pasar. Jika stok atau cadangan pangan nasional tidak aman biasanya pemerintah melakukan impor.

6. Rantai Distribusi Panjang

Bisa jadi harga beli dari petani tidaklah mahal namun karena melalui rantai distribusi yang panjang menyebabkan harga saat sampai di konsumen menjadi mahal.

Hal ini disebabkan pada setiap rantai distribusi ada berbagai macam biaya yaitu biaya angkut, biaya pengemasan, biaya penyusutan dan yang tak ketinggalan adalah marjin atau keutungan untuk masing-masing saluran distribusi/pemasaran.

Selain berdasarkan harga pasar, harga komoditas pertanian bisa saja dibuat oleh petani, artinya petani sebagai price maker. Acuan harga petani tentu dari HPP (harga patokan produksi) plus marjin keuntungan yang diperoleh.

Saat hasil panen mengalami banyak kerusakan tentu membuat biaya produksi naik, maka agar petani tidak mengalami kerugian besar, petani bisa menaikkan harga jual mereka kepada para pedagang pemasok atau konsumen akhir.

Jika alurnya seperti ini maka petani akan jauh lebih Berjaya. Berapapun harga yang sampai di konsumen atau pasar, petani sudah mendapatkan keutungannya lebih dulu.

Baca juga : Pantas Saja Harga Cabai Mahal, Rantai Pemasarannya Aja Begini

Nah sobat BT itulah penyebab mahalnya harga pangan atau produk pertanian versi belajartani.com. Semoga bermanfaat. Khususnya bagi anda yang hendak serius menekuni usaha bidang pertanian.

Bagikan Artikel Ini Bosque, Thanks.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *