5 Cara Meningkatkan Hasil Produksi Pertanian

2612 View

Cara Meningkatkan Hasil Pertanian – Hallo sobat BT, Perserikan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam laporan bertajuk World Population Prospects tahun 2019 memprediksi bahwa jumlah penduduk dunia pada tahun 2050 akan mencapai 10 miyar jiwa, naik kurang lebih 2 miyar saat ini.

Populasi manusia cenderung selalu meningkat karena memang manusia senantiasa berkembang biak sehingga jumlahnya menjadi banyak.

Masalahnya apakah dengan penambahan jumlah manusia di bumi ini dapat dicukupi semua kebutuhan mereka, utamanya kebutuhan pangan ?

Lalu apakah jumlah lahan yang ada dapat memenuhi kebutuhan pangan semua orang ? Padahal saat ini banyak sekali lahan produktif yang beralih fungsi jadi lahan pabrik, perumahan dan lain-lain.

Untuk mengatasi masalah tersebut, mau tak mau manusia perlu memikirkan bagaimana cara mencukupi kebutuhan pangan semua orang, salah satunya dengan meningkatkan hasil produksi pertanian.

Nah sobat BT, berikut ini mari kita ulas beberapa cara meningkatkan hasil produksi pertanian.

1. Intensifikasi Pertanian

Intensifikasi pertanian adalah cara meningkatkan hasil pertanian dengan mengoptimalkan input produksi antara lain berupa penggunaan bibit unggul, irigasi yang baik, pemupukan tepat berimbang, pengolahan tanah yang baik, serta pengendalian hama penyakit yang baik.

Upaya intensifikasi tersebut banyak dikenal dengan Panca Usahatani. Panca usahatani hingga kini masih sangat relevan untuk diterapkan utamanya di Pulau Jawa mengingat luas lahan pertanian semakin berkurang. Pada komoditas horti, petani bisa mengusahakan Greenhouse agar hasil produksi semakin optimal.

2. Ekstensifikasi Pertanian

Ekstensifikasi pertanian adalah cara meningkatkan hasil pertanian dengan memperluas areal penanaman. caranya adalah dengan membuka lahan pertanian baru.

Ekstensifikasi bisa dilakukan dengan mengelola lahan kosong/tidur yang belum termanfaatkan, dan jalan terakhir dengan cara membuka hutan secara bijak.

Cara ekstensifikasi identic dilakukan di luar Pulau Jawa yang lahan pertaniannya masih belum optimal. Namun tidak menutup kemungkinan di Jawa pun masih bisa dikembangkan.

Contohnya dengan mengoptimalkan lahan sempit di pekarangan, bisa dengan konsep urban farming. Paling tidak bisa memenuhi kebutuhan pangan bagi keluarga, lingkungan sekitar bahkan sedikit membantu menghambat inflasi.

3. Mekanisasi Pertanian

Mekanisasi pertanian adalah cara meningkatkan hasil pertanian dengan menggunakaan alat dan mesin untuk mempercepat pengerjaan sehingga efektif dan efisien di waktu dan biaya serta meminimalkan potensi kehilangan panen.

Mekanisasi pertanian saat ini bisa jadi salah satu solusi di tengah sulitnya mencari tenaga kerja di bidang pertanian. Jadi, dengan mekanisasi peran tenaga hewan dan manusia sudah sangat berkurang, apa-apa dilakukan oleh mesin ataupun alat.

Lebih-lebih saat ini, dimana perkembangan teknologi yang semakin canggih, alat dan mesin juga semakin berkembang. bahkan banyak mesin yang bekerja secara autonom (tanpa dikendalikan manusia) seperti drone, atau autonomous tractor.

Mekanisasi pertanian sekilas akan mengantarkan sector pertanian ke arah industrialisasi pertanian. Entah mekanisasi yang membuat tenaga kerja jadi berkurang (tidak dibutuhkan) atau memang benar mekanisasi dibutuhkan karena berkurangnya tenaga kerja manusia.

4. Diversifikasi Pertanian

Diversifikasi pertanian adalah cara meningkatkan hasil pertanian dengan cara mengusahakan lebih dari 1 jenis tanaman atau jenis kegiatan pada areal tertentu.

Misalnya menerapkan system tumpangsari yang dalam 1 lahan 2 jenis tanaman, atau mina padi di mana dalam suatu areal sawah terdapat 2 jenis kegiatan sekaligus yaitu budidaya padi sekaligus budidaya ikan.

Baca juga : Tips dan Cara Tumpangsari Cabai dan Tomat, Strategi Cegah Resiko Kegagalan Usahatani

Tujuan dari diversifikasi pertanian adalah untuk meningkatkan pendapatan petani sehingga petani jadi happy. Selain itu, upaya tersebut juga untuk menghindari resiko kegagalan pada salah satu jenis usaha/komoditas tanaman.

Dan yang tak kalah penting adalah menghindari ketergantungan petani dalam budidaya komoditas tanaman tertentu. Jadi petani tidak hanya ahli menanam cabai, tapi bisa juga jenis lainnya. Suatu saat misal jika cabai tidak prospek lagi, petani bisa menanam jenis lain yang juga dikuasainya dengan baik.

5. Rehabilitasi Pertanian

Rehabilitasi pertanian adalah cara meningkatkan hasil pertanian dengan cara memperbaiki (merehab) kondisi yang saat ini tidak baik, menjadi baik seperti kondisi sebelumnya.

Misalnya merevisi kebijakan-kebijakan yang kurang menguntungkan bagi petani, misanya mengenai tata niaga pertanian, kebijakan alih fungsi lahan atau kebijakan impor yang pastinya berpengaruh bagi eksistensi petani dalam negeri.

Selain di ranah kebijakan, upaya perbaikan juga bisa dilakukan pada ranah teknis di lapangan. Misalnya memperbaiki lahan pertanian yang tidak produktif menjadi produktif atau memperbaiki saluran irigasi yang sudah rusak.

Bagikan Artikel Ini Bosque ! Trims.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *