bt
Menu

4 Jenis Cabai Yang Paling Banyak Ditanam di Indonesia

06/11/2018 | Holtikultura

Belajartani.com – Salah satu komoditas hortikultura di Indonesia yang tinggi permintaanya adalah cabai. Hal ini tak lepas dari kegemaran masyarakat Indonesia yang menyukai masakan pedas, termasuk saya.

Produksi cabai saat ini tak hanya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sebagai bahan masakan, namun juga untuk memenuhi kebutuhan industri antara lain bahan saos, sambal kemasan, serta cabai kering untuk industri mie instan nasional.

Cabai banyak sekali tipe atau jenisnya, sangatlah variatif mulai dari bentuk buah (bulat, lonjong, panjang), ukuran (besar, kecil dan sedang) dan warna cabai  (hijau, merah, kuning, orange, putih dan ungu).

Sedangkan berdasarkan klasifikasi taksonomi, dibagi menjadi beberapa spesies antara lain yang terkenal Capsicum annuum, Capsicum frutescens dan Capsicum chinense.

Saat ini Capsicum chinense dan Capsicum frutescens (cabai putih dengan diameter lebih tebal) banyak ditanam di wilayah tropis Amerika (sekitar amazon).

Sedang Capsicum annuum, meski asalnya dari meksiko, saat ini tersebar luas ke daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia, seperti amerika selatan, amerika tengah, eropa dan asia.

Berdasarkan dari areal penyebarannya Capsicum annuum lebih luas daripada Capsicum chinense dan Capsicum frutescens. Hal ini berarti tingkat konsumsi atau permintaan pasarnya juga besar.

Demikian juga di Indonesia Spesies cabai Capsicum annuum adalah jenis cabai paling banyak ditanam petani.

Nah, berdasarkan bentuk dan ukurannya jenis cabai capsicum annuum yang paling ditanam di Indonesia adalah cabai keriting (curly pepper), cabai besar (chili pepper), cabat rawit (cayenne pepper) dan paprika (sweet pepper).

1. CABAI RAWIT (CAYENNE PEPPER)

Cabai rawit adalah cabai yang berukuran kecil, bewarna hijau atau putih kekuningan dan rasanya pedas. Cabai rawit banyak digunakan sebagai sambal atau pun sebagai bumbu masakan.

Jenis cabai rawit berdasarkan sumber gen nya dibagi menjadi 2 yakni jenis rawit lokal dan jenis cabe rawit hibrida. Berdasarkan arah buah, dibagi menjadi arah buah ke atas dan arah buah ke bawah.

Baca juga : 37 Varietas Cabai Rawit Unggul yang Telah Dilepas oleh KEMENTAN RI

Luas penanaman cabai rawit di Indonesia adalah sekitar 135.000 hektar yang tersebar di seluruh nusantara. Namun sentra penanaman terbesar ada di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, NTB, Aceh, Bali, Sumatera Utara dan Sulawesi Selatan.

2. CABAI KERITING (CURLY PEPPER)

Cabai keriting adalah cabai yang permukaan buahnya bergelombang, berdaging tipis serta yang memiliki rasa pedas. Cabai keriting mempunyai daya simpan yang relatif lebih lama.

Baca juga : Panduan Lengkap Cara Menanam Cabai [Petani Pemula Masuk]

Cabai keriting biasanya digunakan sebagai sambal dan bumbu masakan baik itu petik hijau maupun petik merah. Sentra penanaman terbesar cabai keriting ada di Jawa Barat dan hampir seluruh wilayah Sumatera.

3. CABAI BESAR (CHILI PEPPER)

Cabai besar dibanding cabai rawit dan cabai keriting memiliki rasa yang tidak pedas. Lalu digunakan untuk apa cabai besar? Sama seperti cabai yang lain digunakan sebagai bumbu dan bahan masakan.

Baca juga : 107 Varietas Cabai Besar Unggul yang Telah Dilepas oleh KEMENTAN RI

Luas penanaman cabai besar di Indonesia adalah sekitar 120.000 hektar yang tersebar di seluruh nusantara. Namun sentra penanaman terbesar ada di Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Utara, Jawa Timur, Sumatera Barat, Aceh dan hampir seluruh wilayah Sumatera.

4. PAPRIKA (SWEET/BELL PEPPER)

Paprika atau sweet pepper, adalah jenis cabai yang biasa digunakan sebagai bahan masakan seperti salad, chinese food serta masakan restoran ala Eropa Amerika.

Bentuk paprika berbentuk segi empat dan rasanya tidak pedas. Jenis paprika berdasar warna buah masak yakni, bewarna merah, hijau, kuning, ungu, ataupun orange.

Paprika dibandingkan cabai lain cenderung lebih rentan dari serangan hama penyakit maupun cekaman lingkungan. Oleh sebab itu masih jarang petani Indonesia yang membudidayakannya.

Selain itu paprika umumnya hanya ditanam di dataran tinggi di greenhouse dengan teknologi irigasi tetes (fertigasi) yakni pengairan plus pupuk yakni biasa menggunakan pupuk AB MIX.

Luas penanaman paprika di Indonesia berkisar 110 hektar. Wilayah sentranya ada di Jawa Barat (Lembang, Bandung), Jawa Tengah (Dieng dan Purwokerto), Jawa Timur (Pasuruan dan Probolinggo).

Baca juga : Inilah Carolina Reaper, Cabai Terpedas Di Dunia Saat Ini

Bagikan ke teman anda :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Follow our IG

Instagram.com/PertanianKini

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]