31 Fakta Kelapa Sawit Indonesia

5352 View

31 Fakta Kelapa Sawit Indonesia – Kelapa Sawit (Elaeis guinensis jacq) merupakan tanaman dari family Palmae yang diambil minyak nabatinya. Selain dari sawit, minyak nabati diekstrak dari kelapa, kedelai, biji bunga matahari, kacang tanah dan lainnya.

Kelapa sawit (palm oil) adalah salah satu komoditas andalan bagi perekonomian Indonesia. Bagi Indonesia kelapa sawit adalah anugerah karena keberadaan kelapa sawit bisa bermanfaat membuka jutaan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan Bangsa Indonesia.

Dibanding komoditas perkebunan lainnya kelapa sawit memiliki daya saing paling tinggi. Saking berharganya sampai-sampai Presiden Jokowi menyebut kelapa sawit sebagai “emas hijau”, pada saat kunjungannya ke Serdang Bedagai, Sumatera Utara bulan November 2017 lalu.

Nah, membahas kelapa sawit memang tak ada habisnya, termasuk fakta-fakta yang tak banyak diketahui bahkan masyarakat Indonesia itu sendiri. Oleh karena itu pada posting kali ini, belajartani.com akan membagikan 31 fakta kelapa sawit Indonesia.

1. Kelapa sawit sebagai penghasil minyak tertinggi, yakni 3 kali lebih banyak dari minyak yang dihasilkan Kelapa/Coconut (700-1000kg daging/ha).

2. Kelapa sawit di Indonesia merupakan komoditas dengan daya saing paling tinggi dibandingkan dengan komoditas perkebunan lainnya seperti karet, kopi, dan kakao.

3. Tanaman kelapa sawit tergolong tanaman iklim tropis sehingga akan bisa tumbuh dengan baik di dataran rendah yang panas dan lembab.

4. Wilayah yang tergolong tropis dan optimal untuk pengembangan usaha perkebunan sawit adalah Afrika, Asia dan Amerika Latin.

5. Kelapa sawit tumbuh baik pada curah hujan 2500mm-3000mm per tahun.

6. Suhu optimum tumbuh kelapa sawit adalah 25-28 derajat celcius, namun bisa juga tumbuh pada suhu terendah 18 derajat celcius dan tertinggi 32 derajat celcius.

7. Kelapa sawit membutuhkan intensitas sinar matahari yang cukup lama terutama saat proses fotosintesis (pembentukan karbohidrat) serta pembentukan bunga dan buah.

8. Kelapa sawit membutuhkan kelembapan udara optimun 80-90%, berfungsi untuk mengurangi penguapan serta dan angin untuk membantu penyerbukan alami.

9. Kelapa sawit tumbuh baik pada berbagai jenis tanah seperti podsolik, latosol, alluvial atau regosol. Kelapa sawit kurang cocok ditanam pada tanah pantai berpasir dan tanah gambut tebal.

10. Kelapa sawit bisa tumbuh pada kadar keasaman (pH) kisaran pH 4-6, namun pH terbaik 5-5,5.

11. Kelapa sawit tergolong tanaman monokotil sehingga tidak memiliki kambium dan pada umumnya tidak bercabang.

12. Kelapa sawit memiliki panjang akar 8 meter yang menembus kedalaman tanah.

13. Tanaman sawit yang ditanam diperkebunan memiliki tinggi maksimal 15-18 meter, sedang yang tumbuh di alam bisa mencapai 30 meter.

14. Tingkat pertumbuhan tinggi batang sawit 45 cm/tahun.

15. Kelapa sawit yang dibudidayakan di perkebunan mempunyai 40-50 pelepah daun per 1 batang, dengan 250-400 helai daun per pelepah daun.

Tanaman kelapa sawit Indonesia (Indonesian Palm Oil Tree)

16. Secara umum kelapa sawit memiliki 2 bunga yakni bunga jantan (benang sari) dan bunga betina (putik) pada tandan yang terpisah, namun ada juga yang hanya memproduksi bunga jantan saja.

17. Pembentukan bunga pada tanaman sawit terjadi pada umur sekitar 2-3 tahun, sedangkan pembentukan buah terjadi 6 bulan sejak terjadinya penyerbukan (pollination).

18. Masa produktif tanaman sawit adalah sampai 40-50 tahun.

19. Jumlah tanaman per hektar adalah sekitar 130 pohon dengan jarak tanam standar 9 x 9 meter.

20. Tanaman sawit dewasa bisa menghasilkan buah sebanyak 20-30 ton/hektar/tahun, atau 150-230 kg/pohon/tahun.

21. Jumlah tandan buah yang dihasilkan tanaman usia produktif (dibawah 20 tahun) rata-rata 20-22 tandan/pohon/tahun.

22. Jumlah buah dalam 1 Tandan Buah Segar (TBS) dewasa bisa mencapai 2000 buah. (sumber data no 1-22 : Chairani Hanum, Teknik Budidaya Tanaman, DEPDIKNAS, 2008).

Buah kelapa sawit segar (fresh palm oil fruits of Indonesia)

23. Hama utama yang sering menyerang tanaman sawit adalah tungau merah (Oligonychus), ulat api (Setora nitens), kumbang badak (Oryctes rhinoceros), penggerek tandan buah, dan babi hutan.

24. Indonesia menjadi penghasil sawit terbesar dunia sebesar 34 juta ton/ tahun (data GAPKI tahun 2016), diikuti Malaysia 19juta ton/tahun, Thailand 2,18 juta ton/tahun, Kolombia 1,23juta ton/tahun, Nigeria 0,93 juta/ton).

25. Luasan lahan sawit Indonesia menurut KEMENTAN tahun 2018 adalah 14 Juta Hektar .

26. Di Indonesia sawit dikembangkan di Sumatra, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

27. Kelapa sawit Indonesia di ekspor dalam bentul Crude Palm Oil (CPO). CPO Sawit merupakan bahan industri sabun, minyak goreng, obat-obatan, biodiesel dan masih banyak yang lain.

28. Amerika Serikat, Uni Eropa, Jepang, India, China dan Pakistan adalah negara tujuan ekspor utama kelapa sawit Indonesia.

29. Pasar baru ekspor sawit Indonesia meliputi Afrika Tengah, Afrika Selatan, negara bekas Uni Sovyet, dan negara Timur Tengah (midle east).

30. Peran kelapa sawit dalam perekonomian Indonesia yakni menjadi penyumbang devisa terbesar yakni $24 milliar Dollar Amerika atau setara dengan 298 Trilyun (tahun 2017) mengalahkan komoditas migas.

31. Dan fakta yang tak kalah penting adalah ada 17 juta jiwa yang hidup dari sawit Indonesia, dari hulu (kebun) ke hilir (industri pengolahan). (sumber data: katadata.co.id)

Fakta kelapa sawit Indonesia (the fact of indonesia palm oil tree)

Nah sobat BT, itulah 31 fakta kelapa sawit Indonesia yang perlu kita ketahui. Ya kelapa sawit memang cukup lumayan perannya bagi perekonomian Indonesia, sehingga pantas sekali jika kelapa sawit ini disebut “Emas Hijau”.

Namun penting diketahui juga……

Dibalik fakta dan dampak positif sawit bagi social ekonomi (membuka lapangan kerja), sawit juga memiliki dampak negatif bagi lingkungan dan juga social ekonomi itu sendiri.

Bagi lingkungan misalnya sawit dianggap merusak sumber mata air, karena sawit termasuk tanaman yang boros air. Limbah sawit juga membuat sungai menjadi tercemar.

Selain itu, pembukaan lahan sawit berdampak pada deforestasi atau penebangan hutan sehingga menyebabkan perubahan iklim (suhu jauh lebih panas).

Selain membuka lapangan kerja, sawit di banyak tempat menyebabkan berbagai jenis konflik social dengan masyarakat adat yang akses terhadap pangan, mata pencaharian dan masa depan mereka jadi tertutup.

Bagi saya pribadi, pengembangan sawit sah-sah saja selama memenuhi amdal sehingga tidak merusak hutan secara membabi buta. Jangan pula adanya sawit merusak ruang-ruang hidup bagi tumbuhan dan satwa, lebih-lebih manusia.

Baca juga : 

Demikian sobat BT semoga bermanfaat, jangan lupa bagikan kepada saudara, sahabat dan teman anda yang lain ya sob. Sekian terimakasih ^^

Bagikan Artikel Ini. Trims !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *