bt
Menu

3 Jenis Kufur Yang Mungkin Pernah Kita Lakukan Sadar Maupun Tidak

12/10/2018 | Kolom Opini

Belajartani.com– Hallo sobat BT, artikel kali kita akan ulas 3 jenis kufur yang mungkin pernah kita lakukan sadar maupun tidak. Sekilas jika dilihat dari judul memang tidaklah nyambung dengan tema blog ini yang spesifik di niche pertanian.

Belajartani.com akan tetap akan consist mengangkat tema pertanian, seperti info agribisnis, pupuk pestisida, hama penyakit, review produk, serta tips dan teknik budidaya tanaman.

Selain itu blog ini akan membahas hal yang tentunya masih ada kaitannya dengan dunia pertanian, misal pada artikel-artikel berikut ini :

Seperti artikel yang saya posting kali ini, karena masih ada korelasinya dengan dunia pertanian, bidang yang kita dan para petani tekuni.

Kronologinya tadi saat sholat jumat, khotib menyampaikan ceramah di masjid bercerita tentang 3 jenis kufur yang selama ini dilakukan oleh banyak orang, namun kebanyakan mereka tidak menyadarinya.

Kufur artinya ingkar. Pelakunya disebut kafir. Kata lain ingkar yakni menolak, tidak mengakui atau berpaling. Berpaling dan menolak dari apa? Tentu dari ajaan kebenaran dan agama. Jika awalnya beriman lalu kufur bisa dihukumi riddah (murtad).

Ilustrasi kufur bil fi’li dalam pertanian. image souce : abuabdilbarr.wordpress.com

Dengan saya posting ini saya harap, bisa diambil manfaat untuk sobat BT lain yang beragama islam, namun saya minta ke sobat BT yang non-isam untuk tidak menilai artikel ini sebagai sesuatu yang berbicara SARA (suku ras dan agama).

Jadi, ini lebih tertuju kepada sobat BT yang beriman islam. Nah, apa saja 3 jenis kufur yang pernah kita lakukan sadar maupun tidak?

#1`. Kufur bil qolbi

Pengertiannya yaitu kufur dengan hati, kufur yang muncul dari dalam hati. dari dalam hati muncul keyakinan dan kepercayaan adanya kekuatan lain seperti keyakinan dewa atau makhluk halus, yang bisa mempengaruhi sukses tidaknya usahatani, seperti kepercayaan pada dewi sri, atau dewa bumi.

Padahal sukses tidaknya usaha kita adalah atas kehendak Allah semata. Kepercayaan ini sangat berbahaya karena bisa merusak akidah, meskipun belum mengarah pada amalan nyata. Ibadah utama seperti sholat bisa hangus pahalanya karena adanya keyakinan ini dalam hati.

Dampak lebih jauh dari kufur bil qolbi bisa berpengaruh ke ucapan dan tindakan yang tentunya bisa berujung pada syirik atau menyekutukan Allah dengan lainnya.

#2. Kufur bil lisan

Kufur bil lisan artinya kufur dalam bentuk ucapan. kufur bil lisan adalah dampak dari kufur bil qolbi yang secara sadar atau tidak sering kali dilakukan.

Banyak contoh dari kufur bil lisan ini, sadar atau tidak biasa kita ucapkan. Misalnya “untung ada kamu yang menolong saya, untung kamu datang akhirnya kami selamat”.

Contoh dalam pertanian, dan seringkali petani ucapkan, ntah sadar atau tidak. “Untung pake obat/pestisida ini tanaman saya aman, kalo tidak pake pestisida ini mungkin saya gagal panen”.

Nah ucapan tersebut terkesan menafikan keberadaan Allah. Padahal hakikatnya Allah-lah yang menolong kita. Allah-lah yang menolong kita melewati perantara orang lain atau obat/pestisida sehingga kita bisa panen.

#3. Kufur bil fi’li

Kuful bil fi’li/perbuatan, merupakan manifesto dari kufur bil qolbi dan bil lisan. Dan kufur ini adalah tingkatan kufur paling tinggi, sehingga dosanya juga paling besar.

Sama halnya dengan amal yang sekedar diucapkan misal “saya akan pukul kamu” dibandingkan sudah dilakukan pemupukulan tentu bobot dosanya beda. Yang satu baru diucapkan, yang satu sudah dilakukan.

Sesajen atau persembahan untuk dewi Sri yang dalam mitologi sebagai dewi kesuburan. image source : kangtain.blogspot.com

Kufur bil fi’li dalam pertanian contohnya adalah praktek sesajen dan bakar kemenyan, menaruh makanan, atau kepala sapi yang biasanya dilakukan oleh petani saat menjelang tanam. Tujuannya agar tanah subur dan dijaga tanamannya sampai panen.

Kalo niatnya seperti itu sudah jelas itu adalah tindakan syirik. Kuful bil fi’li ini secara tidak langsung menolak keberadaan syariat agama yang jelas-jelas tidak pernah dicontohkan dan dibenarkan cara-cara tersebut.

KESIMPULAN

Pertanian adalah salah satu bidang yang membutuhkan suatu usaha, dan doa agar bisa petani bisa panen. Namun diperlukan usaha yang real dan benar, dengan cara, teknik atau usaha yang baik dan benar. Bukan, usaha yang keliru yang justru mengantarkan kita pada kekufuran.

Selanjutnya doa, wajib dibutuhkan karena itu adalah bentuk ketaatan pada yang Tuhan yang maha kuasa. Tujuan manusia diciptakan adalah untuk mengabdi dan menghamba kepada Allah, Tuhan yang maha esa.

Yang terakhir, setelah usaha dan doa (yang benar), manusia wajib tawakkal. Apapun hasilnya, setelah usaha dan doa tetap husnudzon, kata orang jawa “nerimo ing pandum (menerima apapun berapapun pemberian)”.

Jadi dalam proses tersebut jangan sampai, kita melakukan kekufuran yang bisa mengantarkan kita kepada kesyirikan. Terlalu murah untuk menukar kebahagiaan akhirat dengan kebahagiaan dunia yang sesaat.

Akhir kata, semoga artikel ini bermanfaat dan menginspirasi. Tujuan artikel ini semata-mata untuk tawa shoubil haq (menasihati dalam kebenaran). Jaga niat hati, lisan dan tindakan kita yaa…!

Semoga kita semua diberi petunjuk dan dijauhkan dari perilaku kufur baik itu bil qolbi, bil lisan dan bil fi’li. Aamiiin. WaAllahu a’lam bisshowab.

Bagikan ke teman anda :
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Follow our IG

Instagram.com/PertanianKini

Arsip BelajarTani.com

Choose Language

Follow BelajarTani.com

Terimakasih telah mengunjungi BelajarTani.com, Jangan lupa like and share ya Sob..! [HL♥PISD]