BelajarTani.com Hama dan Penyakit 3 Hama Vektor Virus Utama Pada Cabai dan Jenis Virus-nya

3 Hama Vektor Virus Utama Pada Cabai dan Jenis Virus-nya

Jangan Lupa Share Ya !

3 Hama Vektor Virus Utama Pada Cabai dan Jenis Virus Yang Ditularkannya – Hallo sobat BT, sebagaimana judul artikel kita kali ini akan membahas mengenai hama vektor virus yang biasa menyerang tanaman cabai.

Sebelumnya, kita perlu paham dulu mengenai arti dari kata hama vektor. Apa sih arti istilah hama vektor itu?

Hama berarti hewan (bisa mamalia, serangga dan lain-lain) yang merugikan petani. Sementara vektor berarti agen (perantara) yang dapat menularkan patogen atau penyakit dalam hal ini virus.

Jadi, hama vektor adalah hama yang selain menyebabkan kerusakan mekanis pada tanaman, namun juga dapat menyebabkan kerusakan sistemis, berupa penyakit virus (viral diseases). 

Cara penularan virus pada tanaman dibedakan menjadi 2 jenis cara penularan.

1.Penularan secara persisten (Persistent Transmission)

Cara penularan secara persisten, berarti bahwa hama vektor dapat menampung partikel virus dalam waktu yang lama.

Partikel virus yang diperoleh saat makan tanaman terinfeksi, akan bergerak ke dalam sistem pencernaan dan kelenjar ludah terlebih dahulu.

Akhirnya vektor hama tersebut dapat menularkan virus secara terus menerus selama masa dewasanya atau dengan kata lain seumur hidup, setiap kali hinggap dan makan tanaman sehat.

2.Penularan secara tidak persisten (Non-Persistent Transmission)

Penularan virus secara tidak persisten adalah jenis penularan virus dimana hama vektor virus dapat menampung partikel virus hanya dalam waktu kisaran menit hingga beberapa jam saja.

Artinya, saat hama vektor memakan tanaman yang terinfeksi, maka virus akan dibawa ke kelenjar ludah. Kemudian virus dalam hitungan detik, menit hingga beberapa jam akan berpindah ke tanaman yang sehat.

Berbeda dengan cara persisten, dimana partikel virus akan terlebih dahulu masuk ke jaringan pencernaan hama vektor sehingga dapat menularkan virus secara terus menerus.

Akibat serangan virus

Sudah banyak dan mungkin hampir semua petani cabai pernah dibuat pusing akibat ulah hama vektor ini. Tanaman yang awalnya nampak sehat dan hijau, dalam sekejap bisa disulap menjadi tanaman yang kondisinya menyedihkan.

Hal tersebut karena hama vektor tersebut membawa virus yang menyebabkan tanaman jadi kerdil, nekrosis, klorosis dan sama sekali tak produktif.

3 Hama vektor virus 

Hama vektor virus yang biasa menyerang tanaman cabai antara lain kutu daun (aphids), kutu kebul (whiteflies), dan trips (thrips).

Tak hanya menyerang tanaman cabai, hama di atas juga mempunyai inang yang banyak sekali, misalnya tomat, kentang, bawang merah, paprika dan tanaman dari famili lain seperti cucurbit (waluh-waluhan).

#1. Kutu Daun (Aphids)

Kutu daun adalah serangga kecil, berbentuk buah pir, dan suka berkoloni (sehingga mudah ditemukan dalam keadaaan bergerombol atau berkerumun antara satu individu dengan individu lain).

Hama ini sangat mudah sekali ditemukan di titik tumbuh yaitu di pucuk daun dan bagian bawah daun muda. Hal ini dikarenakan pucuk daun dan daun muda adalah makanan favorit bagi hama vektor ini.

hama vektor virus
Cucumber Mosaic Virus (CMV) pada cabai. Image source : osu.edu

Di iklim yang hangat, perkembangan kutu daun cukup pesat, mereka berkembang dengan cara bertelur bahkan tanpa melalui proses kawin.

Kutu daun menyerang mulai dari fase nimfa, dan fase dewasa/imago dimana kutu daun sudah bermetamorfosis sebagai hewan yang bersayap.

Akibat serangan hama ini adalah menyebabkan bercak dan klorosis daun, daun melengkung dan distorsi bunga.

Hama kutu daun yang sangat populer yaitu kutu daun persik (Myzus persicae) yang berukuran sekitar 1,5 mm, yang bewarna hijau kekuningan hingga hijau tua.

Sebagai vektor virus, hama kutu daun dapat menularkan virus secara persisten dan non persisten sekaligus. Sehingga virus pada kutu daun dapat ditularkan hanya dalam waktu hitungan detik setelah virus itu diperolehnya.

Meski begitu, virus tersebut tidak dapat dibawa oleh generasi berikutnya melalui telur. Contoh virus yang ditularkan oleh kutu daun antara lain :

  • Virus Mosaik Ketimun (Cucumber Mosaic Virus/CMV)
  • Virus Sketsa Tembakau (Tobacco Etch Virus/TEV)
  • Virus Mosaik Alfalfa (Alfalfa Mosaic Virus/AMV)
  • Virus Belang Cabai (Pepper Mottle Virus/PepMoV)
  • Viurs Belang Urat Daun (Chilli Veinal Mottle Virus/ChiVMV)
  • Virus Y Kentang ((Pepper Yellow Mosaic Virus (PepYMV) atau Potato virus Y (PVY) atau Potyvirus Y))

 #2. Kutu Kebul (Whiteflies)

Sebagaimana pada kutu daun, hama kutu kebul biasanya nampak bergerombol pada bagian ujung daun dan bagian bawah daun (daun muda dan daun tua).

Dan jika dau digoyang-goyang maka spontan hama tersebut akan beterbangan laiknya asap putih yang mengebul. Dari sanalah dia disebut kutu kebul.

Hama Vektor Virus
Virus Bean Golden Mosaic Virus (Begomovirus) pada cabai

Sebagai hama vektor virus kutu kebul merupakan hama yang sangat serius karena sudah menyebar secara luas ke seluruh dunia. Lebih dari 500 spesies tanaman, mulai dari tanaman horti, hias, bahkan gulma tak luput dari serangan hama kutu kebul.

Siklus kutu kebul cukup cepat yaity sekitar 3 minggu namun pada saat cuaca kering dan hangat siklus hidup bisa jauh lebih cepat sehingga populasi kutu kebul dapat dengan cepat bertambah.

Sebaliknya pada musim hujan dan cuaca dingin populasi kutu kebul cenderung berkurang. Itu sebabnya potensi ledakan hama kutu kebul cenderung terjadi saat musim kemarau.

Dampak dari serangan kutu kebul pada tanaman bisa menyebabkan tanaman kerdil dan tak bisa tumbuh berkembang lagi.

Beberapa penyakit virus yang disebabkan oleh kutu kebul antara lain geminivirus seperti :

  • Virus Daun Keriting Kuning (Bean Golden Mosaic Virus/BEGOMOVIRUS/GEMINIVIRUS)
  • Virus Daun Keriting Cabai (Chili Leaf Curl Virus/CLCV)
  • Virus Mosaic Tomat (Tomato Yellow Mosaic Virus/TYMV)
  • Virus Daun Keriting Kuning Tomat (Tomato Yellow Leaf Curl Virus/TYLCV)
  • Virus Kuning Urat Hausteco Virus (Pepper Hausteco Yellow Vein Virus/PHYVV)

Sebagaimana pada hama kutu daun, penularan virus terjadi secara persisten persisten (dapat secara terus-menerus menularkan virus selama masa dewasanya). Namun virus pada kutu kebul tidak dapat ditularkan kepada generasi selanjutnya.

#3. Trips (Thrips)

Dibanding dengan hama kutu daun dan kutu kebul, hama trips termasuk hama yang tidak terlalu suka berkerumun atau bergerombol.

Hama ini punya ukuran yang jauh lebih kecil dibanding dengan hama kutu daun atau kutu kebul, bentuk tubuhnya pipih dan memanjang.

Hama Vektor Virus
Tospovirus pada cabai

Selama ini petani cabai kebanyakan tahu-nya hama trips menyebabkan kerusakan pucuk daun, dan bukan sebagai vektor virus. Faktanya hama trips termasuk golongan hama yang jadi vektor atau perantara beberapa jenis virus tanaman.

Sebagai hama vektor virus, hama trips suka terbang bergerak antar cabang tanaman satu ke cabang lain yakni untuk menyerang bagian bunga, buah kecil dan ujung daun sekaligus menyebarkan virus.

Siklus hidupnya sama dengan hama kutu kebul atau kutu daun yaitu berkisar 3 minggu. Namun akan jauh lebih cepat saat musim kemarau.

Cepatnya perkembangan trips juga ditunjang proses perkembang biakan nya yang tanpa kawin, namun dapat menghasilkan jumlah telur yang banyak untuk setiap ekor betina, yaitu sekitar 100-an telur.

Sebagaimana kutu kebul dan kutu daun, trips menularkan virus secara persisten (dapat secara terus-menerus menularkan virus selama masa dewasanya) dan non-persisten (periode makan pendek), namun virus tidak dapat ditularkan kepada generasi selanjutnya.

Beberapa penyakit virus yang disebabkan oleh hama trips antara lain :

  • Virus Bercak Layu Tomat (Tomato Spotted Wilt Virus/TSWV atau dikenal juga TOSPOVIRUS)

Kesimpulan

Hama vektor di atas seandainya bukanlah hama vektor tentu tak akan menjadi persoalan, tentu petani tak akan terlalu khawatir akan dampak yang ditimbulkan.

Namun, karena faktanya mereka berperan sebagai vektor atau perantara tersebarnya virus tanaman, maka peran mereka cukup serius dalam menjadi salah satu faktor kegagalan kegiatan budidaya tanaman.

Di sini saya mau katakan bahwa hama vektor tersebut sama halnya dengan serangga vektor penyakit seperti nyamuk yang membawa penyakit yang berbahaya bagi kehidupan manusia, sehingga harus dikendalikan sejak dini, agar populasinya tidak berkembang secara pesat.

Hama vektor di atas diketahui bahwa menyebarkan secara persisten artinya akan terus-menerus menyebarkan virus dalam jangka waktu yang lama selama fase dewasanya.

Hama tersebut memiliki siklus hidup yang pendek sehingga pertambahan populasinya cepat. Dan tiap serangga dewasa betina bertelur dalam jumlah banyak.

Bagi petani, yang perlu diperhatikan adalah tempat-tempat yang menjadi favorit bagi hama kecil tersebut seperti daun muda, titik tumbuh tanaman, di balik daun, bunga, buah yang masih kecil serta kelopak bunga.

Tempat-tempat tersebut tak hanya jadi sasaran serangan mereka (untuk dimakan), tapi juga tempat yang nyaman untuk meletakkan telur-telur mereka.

Gejala serangan mereka juga mudah dipahami, misalnya adanya perubahan pada daun, seperti melengkung, memanjang, kerdil atau berubah jadi lebih kecil. Bahkan seringkali terjadi perubahan warna jadi kuning (klorosis).

Baca juga :

Begitupun pada buah, buah cenderung mengalami kerusakan secara fisik berupa bekas warna keperakan, ukuran dan bentuk jadi tidak normal (kecil, pendek dan melengkung).

Terakhir, kita gunakan pribahasa lebih baik mencegah daripada mengobati. Karena penyakit virus sejauh ini masih belum diketahui obatnya.

Jadi tak ada pilihan lain selain mencegah dengan cara mengendalikan hama vektor virus di atas.

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengendalikan/mengatasi hama vektor virus di atas antara lain.

Penutup

Oke, sampai disini dulu ya Sob, bahasan kita tentang hama vektor virus utama pada tanaman cabai dan jenis virus yang ditularkannya.

Semoga bermanfaat menambah wawasan dan pengetahuan kita semua. Jangan lupa bagikan ke saudara, atau sahabat tani anda yang lain ya. Terimakasih^^

19 Likes

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *